
*POV Alex*
Aku dan Seira hari ini berangkat berdua kesebuah pulau yang eksotis jauh dari keramaian, yang pasti tempat yang sangat indah untuk kami bisa menikmati waktu berdua.
Aku tentu sudah memikirkan sampai di sana Siera yang dalam keadaan mengandung pasti tidak bisa menikmati aktivitas seperti diving dan snorkeling karena terlalu beresiko terhadap kandungannya.
Memang tujuan aku mengajak Siera ke sini bukan untuk melakukan hal seperti itu, aku hanya ingin menikmati kebersamaan dan waktu berdua dengannya di tempat yang sepi jauh dari keramaian.
Aku ingin Siera menikmati suasana pantai mungkin menurutku bisa memberi kesan romantis untuk kami berdua.
Menurut informasi yang aku terima pantai di sini sangat indah jadi aku tertarik buat mengajak Siera untuk berlibur.
Tentu aku melihat istriku sangat senang, Siera terlihat sangat bahagia bisa menikmati liburan merayakan kebebasan dirinya selepas sidang skripsi.
Setelah kami turun dari pesawat kami sudah di jemput untuk di bawa menuju cottage.
Aku sudah memesan sebuah cottage untuk kami berdua.
Aku benar-benar akan mengurung Siera seharian untuk bersamaku.
Cottage dengan pemandangan di luar laut luas biru membentang, aku berharap bisa memberikan keromantisan buat istriku.
Mobil yang membawa kami sudah memasuki tempat di mana kami akan menginap beberapa hari ini.
Ku lihat wajah istriku yang menatap dengan kekaguman melihat pemandangan di sini yang menyejukkan mata.
"Kamu suka sayang?" tanyaku pada Siera.
"Suka sekali, pemandangan yang sangat indah, hamparan pasir putih dan birunya laut ... wooow tempat yang sangat indah sayang," jawab Siera dengan muka gembira.
"Aku senang kalau kamu suka sayang, berarti usahaku tidak sia-sia ingin membuatmu bahagia," ucapku sambil mencium kening Siera.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, aku jadi tambah cinta," sahut Siera sambil memelukku.
"Coba kamu ulangi lagi, pernyataan kamu barusan," pintaku.
"Aku tambah cinta sama kamu," ulang Siera sambil memelukku lebih erat.
"Serius?? Ini kamu yang ngomong Siera? Kamu tidak kesurupan kan?" tanyaku dengan mimik tidak percaya.
"Sebegitu menakutkankah aku? Sampe kamu anggap aku horor?" tanya Siera dengan muka kesalnya yang suka bikin aku gemes.
"Aku cuma kaget aja sayang, kamu di sini bisa seromantis itu.
Sepertinya aku harus rajin mengajak kamu buat liburan supaya kamu bisa romantis terus sama aku," balasku sambil terkekeh.
Seira yang habis aku goda nampak tersenyum malu-malu, itulah ciri istri kecilku itu suka tersipu malu bila digoda.
Kadang aku suka tertawa sendiri melihat sikap Siera yang seperti itu, pipinya merah merona bila tersipu malu.
Aku dan siera sudah sampai di tempat kami menginap, sebuah penginapan yang menurut aku cukup bagus.
Siera sampai membuka mulutnya ketika membuka pintu melihat pemandangan yang sangat luar biasa indahnya.
Siera meminta aku menggendongnya, ia ingin naik ke atas balkon untuk mengambil foto dengan gaya yang cukup ekstrim.
Wanita itu nampak sangat senang, justru aku begitu ketakutan nanti terjadi sesuatu yang buruk akan terjadi.
Siera meyakinkan aku semuanya akan baik-baik saja, mungkin jiwa mudanya muncul dan tertantang untuk berfoto entah dengan gaya apa seperti itu.
Setelah aku membantu ia menaiki balkon dan yakin dengan posisinya aman saat ini, aku mengambil kameraku dan berhasil mengabadikan foto Siera.
__ADS_1
Setelah selesai aku mengabadikan foto Siera segera aku mendekatinya dan menggendong dia untuk turun kembali.
"Cepat turun sayang, kamu membuat jantungku seakan mau copot.
Aksimu ini sangat berbahaya jangan kamu ulangi lagi," kataku pada Seira.
"Aku juga tidak akan ceroboh sayang, aku tau kemampuanku.
Mana hasil jepretannya aku udah gak sabar pingin melihat," sahut istriku.
"Nanti pasti aku kirim medsos milikmu, tapi aku minta bayarannya dulu sebagai fotografer yang handal," ledekku sambil terkekeh.
"Dimana-mana lihat hasilnya dulu memuaskan atau tidak baru dibayar," balas Siera sambil merebut teleponku.
Setelah melihat hasil jepretan kameraku, Siera tertawa puas.
"Kamu ternyata pintar juga dalam hal fotografi sayang," puji Siera.
"Suamimu ini pintar dalam segala hal, dalam hal bisnis kamu bisa melihat hasil kerjaku, dalam hal merayu kamu bisa menilai bagaimana aku bisa merayu kamu sampai mau menjadi istriku, dalam hal membuat anak kamu tau sekali saja kita melakukannya kamu langsung hamil, tampan sudah pasti tidak perlu di ragukan lagi, jangan pernah kamu ragukan suamimu ini sayang," kataku pada Seira sambil tertawa.
"Sepertinya kamu kumat lagi narsisnya," ledek Siera sambil mencebik bibirnya.
"Mana bayarannya sekalian obatnya kasih cepetan sayang," balasku sambil memeluk Siera dengan erat.
Tempat ini membuat aku betah berlama-lama dan aku berharap Siera bisa membayar dan mengerti keinginanku.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa tinggalkan jejak dong dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ buat menjadikan novel ini favorit untuk info terbaru.
Bantu vote juga ya dan kalau kamu suka boleh bantu share dong supaya yang lain juga ikut membaca...makasih buat dukungannya.
__ADS_1