Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 41


__ADS_3

Aku memeluk Jennie dan air mataku tidak bisa aku tahan, rasa sedih harus kehilangan sahabat seperti dia.


"Siera udah dong nangisnya, nanti make up kamu luntur.


Kalau kamu punya waktu nanti, kamu bisa berkunjung ke kampung aku, ajak suamimu sekalian siapa tau dia bisa berinvestasi di daerah kelahiran aku," ucap Jennie sambil memelukku.


"Aku sedih harus berpisah dengan sahabat sebaik kamu Jen, nanti kamu harus janji datang dan temenin aku waktu melahirkan," pintaku pada Jennie.


"Aku tidak janji tapi akan aku usahakan untuk datang demi keponakan aku," ucap Jennie sambil mengusap perutku.


Acara wisudaku selesai, aku dan Jennie pun berpisah walaupun sedih aku harus menerima keputusan temanku itu demi masa depannya, aku percaya Jennie punya alasan sendiri untuk mengambil keputusan penting dalam hidupnya.


Aku dan Alex pun meninggalkan gedung megah tersebut dan kembali ke mansion.


Tetapi di tengah perjalanan Alex memutar arah kendaraan, membuat aku semakin bertanya Alex mau membawaku kemana.


"Sayang, kita mau kemana?" tanyaku pada Alex.


"Aku akan membawamu ke satu tempat yang tidak asing bagimu," ucap Alex.


"Kemana sayang?" tanyaku penasaran.


Alex menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu mengikat mataku dengan kain yang sudah ia siapkan sebelumnya supaya aku tidak bisa melihat, lalu ia segera melajukan mobilnya kembali yang aku tidak arahnya kemana dengan mata tertutup seperti ini.


Entah kejutan seperti apa yang mau Alex berikan kepadaku dengan cara menutup mataku seperti ini, membuat aku tambah penasaran saja.

__ADS_1


"Sabar sedikit lagi kita sampai sayang," ucap Alex.


"Kamu buat aku penasaran sayang, emangnya kita mau kemana pake tutup mata segala," sahutku sambil terkekeh.


"Nanti juga kamu akan tau, sabar sedikit lagi kita akan sampai tujuan," balas Alex sambil tertawa.


Setelah Alex membunyikan klakson dua kali aku mendengar seperti pintu gerbang di buka seseorang dan mobil Alex masuk ke dalam tempat itu.


Sekalipun mataku tidak dapat melihat tetapi Indra pendengaranku masih bisa untuk menangkap apa yang terjadi.


Setelah mobil Alex berhenti sempurna, suamiku langsung turun dan membukakan pintu untukku lalu menuntun aku untuk keluar dari mobil.


Setelah aku turun Alex menuntun aku jalan perlahan dan membuka penutup mataku, dengan perlahan aku membuka mataku dan aku melihat sebuah tempat yang tidak asing.


Rumah kedua orang tuaku, rumah masa kecilku dan rumah keluargaku yang sudah di sita oleh pihak bank, sekarang rumah itu rapi dan bersih, hanya cat bangunan ini tampak baru dan kami masuk perlahan kedalam semua nampak rapi seperti sebelumnya aku pergi meninggalkannya.


Tidak lama Yudha datang membawa sebuah map, lalu menyerahkannya kepada Alex.


Setelah mengambil map tersebut lalu Alex memberikan semuanya untukku.


"Ini sayang semuanya untukmu, terima dan simpan baik-baik," ucap Alex.


"Apa ini sayang?" tanyaku belum mengerti.


"Map yang berisi sertifikat rumah ini yang sudah aku tebus dari bank dan akan menjadi milikmu kembali.

__ADS_1


Ini hadiah kelulusan buat kamu hari ini dari suami kamu yang paling tampan dan tersayang," jawab Alex sambil terkekeh.


"Kamu menebusnya buat aku sayang?" tanyaku pada Alex.


"Aku menebusnya untuk istri aku tercinta karena itu udah seharusnya menjadi miliknya," jawab Alex sambil memelukku dan mencium keningku.


"Cie ... mesra-mesraan jangan depan jomblo kenapa," ucapan Yudha membuat aku dan Alex kaget.


Aku dan Alex tertawa bersama melihat mimik muka Yudha yang sedikit malu-malu, melihat sikap kami barusan.


"Salah kamu Yudha kenapa masih berdiri di situ dan ngintip orang lagi mesra-mesraan," balas Alex sambil terkekeh.


"Aku juga ingin belajar merayu seperti bapak barusan merayu istri, kayaknya sweet banget," kata Yudha sambil tertawa sambil berlalu pergi.


"Terima kasih sayang kamu sudah mengembalikan rumah yang penuh dengan kenangan ini," ucapku sambil memeluk Alex dan terakhir aku mendaratkan ciuman di bibirnya dan aku tau dia pasti sangat senang mendapatkan itu semua.


"Ulangi lagi sayang, aku ingin ciuman yang lebih menantang dari ini !!" pinta Alex.


"Malu," jawabku singkat.


Alex semakin mendekatiku dan langsung menarik aku dalam pelukannya dan langsung melahap bibirku, sebuah ciuman yang cukup panas siang ini.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa tinggalkan jejak dong dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ buat menjadikan novel ini favorit untuk info terbaru.

__ADS_1


Bantu vote juga ya dan kalau kamu suka boleh bantu share dong supaya yang lain juga ikut membaca...makasih buat dukungannya.


__ADS_2