
Alex dengan muka penuh keterkejutan mendengar aku menyebutkan nama Monika dan ancaman wanita itu.
"Kenapa kamu begitu terkejut sayang?" tanyaku.
"Apakah semua yang terjadi saat ini ada hubungannya dengan wanita ular itu?" ucap Alex.
"Kenapa semuanya terjadi pada saat yang bersamaan? Apakah ini cuma sebuah kebetulan atau memang sudah di rencanakan?" lanjut Alex sambil memijat keningnya dan mencoba untuk menerka-nerka.
"Entahlah ini adalah sebuah misteri yang belum terpecahkan, semoga kamu bisa mendapatkan jawaban secepatnya," jawabku.
"Kita tunggu saja hasil penyelidikan dari semua bukti yang sudah di serahkan kepada pihak berwajib," kata Alex.
"Ternyata Monika adalah istri baru om Andri," ucapku.
"Kalau hal itu aku sudah mengetahuinya," jawab Alex.
"Kamu sudah mengetahuinya?? Kenapa kamu tidak pernah memberitahukannya kepadaku?" tanyaku pada Alex.
"Aku menganggap semua ini tidak penting, Mereka berdua bukan orang yang berarti untuk kita." jawab Alex.
"Setidaknya kalau kamu udah cerita tadi aku gak harus kaget saat melihat mereka berdua muncul di hadapanku," sahutku.
"Maaf sayang, aku tidak berpikir sejauh itu kamu bakal bertemu mereka.
Jika Monika terlibat dalam hal ini maka aku tidak akan pernah memaafkannya dan aku akan mengirimkan dia ke neraka sekalian," kata Alex dengan sangat emosi.
"Semoga secepatnya polisi sudah bisa menemukan pelaku utamanya dan masalah ini cepat selesai.
Aku melihat kamu sangat lelah sekali beberapa hari ini," kataku sambil memegang wajah Alex.
"Kamu sangat perhatian sayang, semua lelahku hilang saat merasakan perhatian seperti ini dari kamu," ucap Alex sambil memeluk dan mengecup keningku.
__ADS_1
"Cepat berikan aku obat buat menghilangkan pusing kepalaku saat ini," lanjut Alex.
"Baiklah aku akan mengambilkan obat sakit kepala untukmu," sahutku sambil bangun dari tidurku.
"Hey ... kamu mau kemana sayang?" tanya Alex sambil menarik tanganku.
"Mengambil obat di kotak obat," jawabku.
"Obat pusing aku itu ada dalam dirimu, aku menginginkan kamu malam ini sayang," ucap Alex sambil terkekeh.
Ia menarik aku duduk di atas pangkuannya, memeluk tubuhku erat sampai aku merasakan sesak karena pelukannya yang terlalu kuat.
"Sayang lepasin ... aku merasa sesak dan bisa berhenti untuk bernafas karena kamu terlalu kuat memelukku," kataku sambil tertawa.
Alex mengendurkan sedikit pelukannya memberikan aku ruang untuk bernapas lega "Aku kangen sayang, ingin berlama-lama seperti ini menikmati harum tubuhmu, merasakan kehangatan saat aku memelukmu, dan aku kangen ingin bertemu dengan Alex juniorku yang ada di dalam sana," ucap Alex sambil tertawa.
Alex meminta aku mengganti posisi dudukku supaya menghadap wajahnya, aku pun mengikuti segala permintaannya.
Dengan cepat ia langsung melum*t bibirku dan tangannya mulai bergerilya meremas buah d*d*ku.
Ciuman Alex semakin dalam, puas menikmati bibirku sekarang lidahnya mulai nakal menyelip masuk ke dalam rongga mulutku seakan mengajak lidahku melakukan perlawanan, akhir lidah kami saling membelit satu dengan yang lain.
Puas dengan di bagian atas akhirnya Alex mulai menjelajahi bagian bawah leherku memberikan sentuhan di belakang telingaku yang membuat aku tidak tahan untuk tidak mendesah.
Mendengar desahan keluar dari mulutku membuat Alex tambah menggila, lidahnya semakin bergerilya turun kebawah ke put*ng payud*raku membuat aku semakin gila tidak kuat menahan hasrat.
Aku seperti meminta Alex untuk melakukan hal yang lebih gila dari ini, aku membiarkan dia menjelajahi seluruh tubuhku.
Lelaki itu mengangkat tubuhku dan membaringkan aku kembali di ranjang king size yang biasa kami pakai untuk tidur, supaya ia bebas bergelut denganku di tempat yang luas.
Malam yang dingin berubah menjadi malam panas, Alex sudah membuka bajunya dan semua yang menutupi tubuhnya.
__ADS_1
Kini tubuh polos itu datang mendekatiku dan melucuti satu demi satu kancing baju tidurku sampai tidak ada selembar benangpun yang menempel di tubuh ini.
Mulai aksi nakalnya Alex mulai menguasai tubuhku, memberi sentuhan di setiap inci tubuhku membuat aku semakin mengerang merasakan kenikmatan surga dunia.
Setelah puas bermain dengan jilat*n sekarang ia mulai memasukan benda tumpul miliknya yang sudah mengeras sejak tadi.
Dengan sekali hentakan benda itu sudah berhasil menerobos masuk ke dalam sensit*fku untuk melakukan penyatuan tubuh.
Tubuh Alex dengan lembut terus menari di atas tubuhku, dan aku mengikuti setiap irama yang Alex berikan.
Tak terasa peluh mulai keluar membasahi tubuh kami karena panasnya permainan malam ini.
Entah berapa kali aku harus mengerang dan mendesah kencang, mencengkram punggung Alex karena rasa nikmat yang tak tertahankan.
Sampai terdengar jeritan pelepasan antara aku dan Alex secara bersamaan, kami berdua sampai pada puncak kenikmatan yang hakiki.
Tidak terasa dua jam sudah kami harus bertarung di atas ranjang untuk memberikan kepuasan satu dengan yang lain.
Alex masih berada di atas tubuhku seakan enggan melepas penyatuan tubuh kami sekalipun senjata miliknya sudah melemas tetapi ia masih menikmati dekapan hangat di atas tubuhku.
"Sayang ... maaf aku sesak, tubuhmu sangat berat membuat aku sulit bernafas," ucapku malu sambil menahan bobot tubuh Alex yang lumayan berat dan berisi.
"Maaf, aku lupa menindih kamu tidak mengunakan jurus meringankan tubuh," sahut Alex sambil tertawa lalu langsung terlentang pas di sebelahku dengan napas yang sedikit tersengal-sengal.
Aku pun tidak punya kekuatan dan tenaga lagi, semua abis terkuras di arena tarung barusan.
Ternyata kami sudah menghabiskan waktu dua jam untuk bertanding tanpa tau siapa jadi juaranya.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Maaf dua hari gak up karena menghabiskan waktu bersama keluarga, author juga butuh refreshing ya khan ππ€£
__ADS_1
Jangan lupa jejak ya komen, like, dan vote kalau kalian suka.
Bacaannya agak panas pagi ini, kalau perlu ulangi lagi baca entar malam buat pengantar tidur ... hahaha.