
Entah mengapa malam ini aku menjadi salah tingkah, satu kamar dengan lelaki seperti Alex membuat suasana hatiku menjadi tidak karuan.
Sebenarnya aku sudah sangat lelah ingin segera tertidur tetapi mataku tidak bisa di ajak kompromi, lama aku mencoba tenang dan berusaha memejamkannya tetapi dasar mata yang tidak bersahabat ini tetap aja enggan terpejam.
Hatiku seperti gelisah membuat aku benar-benar tidak bisa tidur dengan baik malam ini.
Aku mencoba membolak-balikkan badanku tanpa sadar aku membuat Alex menjadi terjaga dari tidurnya.
"Kamu kenapa honey ? Sepertinya kamu kesulitan untuk tidur," tanya Alex.
"Entahlah mataku enggan terpejam padahal tubuh sudah lelah sekali," sahutku.
"Sini mendekat biar aku peluk" ucap Alex yang masih setengah ngantuk.
Aku malu mendekati pria itu dan aku sendiri sudah memasang pembatas guling antara aku dan dia.
Aku diam di posisi tidurku sekarang mematung tidak berani bergerak takut Alex terbangun lagi.
"Sini honey mendekatlah aku tau kamu pura-pura tidur" kata Alex.
Membuat jantungku semakin tidak karuan aja berpacu kencang seperti kejar mengejar.
"Kalau kamu malu cepat angkat guling yang kamu pasang sebagai penghalang ini, karena kalau aku menyeberang takut kena denda," ledek Alex sambil terkekeh.
Dasar Alex lelaki iseng udah ngantuk aja masih aja sempat-sempatnya menggoda aku.
Sebenarnya aku malu dan gengsi memindahkan bantal yang aku pasang sebagai penghalang.
"Aku hitung 1 sampai dengan 3 kalau kamu tidak bisa memindahkannya maka aku sendiri yang akan melemparkan guling ini dan kamu akan aku hukum," ancam Alex.
Mendengar ancaman Alex aku menjadi takut, dengan segera aku mengangkat guling yang ada di tengah kami.
Alex langsung mendekatkan tubuhnya lalu mendekapku dari belakang.
"Cepat hadapkan muka kesini dan letakkan kepalamu di dadaku honey dan aku akan memelukmu," perintah Alex.
Oh Tuhan, aku merasakan dekapan di dada yang kekar ini membuat jantungku ingin meloncat dan keluar dari dalam.
Mungkin Alex bisa merasakan detak jantungku yang sudah tidak karuan ini.
Jujur malu banget aku di peluk sama lelaki yang sudah menjadi suamiku saat ini.
Begini rasanya menikah dengan lelaki tanpa proses pacaran.
Waktu aku berbalik, mukanya dengan mukaku hampir bertemu membuat aku tidak berani menatap, langsung aku sembunyikan mukaku di balik dadanya.
Alex menarik aku dalam dekapannya dan memeluk aku erat.
"Sekarang tidurlah," katanya sambil mencium pucuk kepalaku.
Aku merasa nyaman, hangat seperti ada yang memberi perlindungan bagiku saat ini.
Ku nikmati wangi tubuh Alex dan membuat aku tenang di dalam dekapannya.
Lama aku menikmati pelukan pertama dari suamiku ternyata bisa membuat aku tertidur.
Satu pelukan yang memberikan kehangatan dan mampu membuat tenang.
Apakah ini namanya awal dari sebuah cinta yang tumbuh di antara kami?
Entahlah sekarang aku sedang memasuki dunia mimpiku yang indah.
__ADS_1
*******
Mentari pagi bersinar cerah mungkin secerah hatiku pagi ini.
Ku buka mataku dan aku merasakan ada sesuatu yang berat sedang di atas badanku.
Ternyata tangan Alex sudah berada di atas perutku dan kakinya menindih kakiku.
Aku menjadi sulit untuk bergerak takut membangun Alex yang masih terlelap.
Akhirnya aku memilih diam pura-pura memejamkan mata kembali.
Beberapa menit kemudian Alex bergerak dan aku yakin lelaki ini sudah bangun, tapi aku memilih mendingan pura-pura tidur saja.
Bukannya ia menjauh dariku tetapi sebaliknya tubuhnya semakin mendekat dan menarik aku erat dalam pelukannya.
Aku masih pura-pura tidur supaya ia tidak meminta sesuatu yang lebih dariku, tetapi aku di kejutkan dengan bibirku sudah dalam penguasaan Alex.
Mataku otomatis terbuka sempurna ketika merasakan bibirnya sudah menempel dengan bibirku.
"Morning kiss honey," ucap Alex sambil terkekeh.
Mukaku pasti sudah memerah menahan rasa malu saat berdekatan dengan lelaki dewasa seperti Alex.
"Kamu sudah bangun?" tanya Alex.
"Heem, seperti yang kamu lihat," sahutku.
"Morning honey," sapa Alex sambil memelukku dan mencium keningku.
Segera aku bangun dari tempat tidur dan hendak melangkah menuju kamar mandi.
Alex mengikuti dari belakang dan ketika aku hendak masuk ke kamar mandi pria itu malah ikutan masuk.
"Aku mau mandi juga honey," jawab Alex.
Aku tidak percaya dengan jawaban Alex yang konyol, haruskah kami mandi berdua?
Sungguh hal ini yang sangat memalukan sekali kalau sampai terjadi.
"Kenapa kamu diam honey, ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Alex.
"Are you crazy?" tanyaku.
"I'm not crazy honey, you are my wife now.
Dan ini bukan suatu hal yang gila dan biasa di lakukan oleh sepasang suami istri," jawab Alex.
Aku benar-benar di buat gila oleh permintaan Alex pagi ini.
Mungkin bagi Alex ini adalah hal yang biasa baginya tapi tidak bagiku.
Ini menjadi sesuatu yang asing dan sangat memalukan untuk aku lakukan.
"Honey, aku akan mengajarkan kepadamu apa saja yang suami istri lakukan," kata Alex.
Mendengar perkataannya aku hanya mengernyitkan dahiku tidak percaya.
"Come on baby, tolong mandikan aku," pinta Alex.
Aku mendengarnya menjadi merinding dan sungguh-sungguh malu.
__ADS_1
Mana mungkin aku memandikan bayi sebesar Alex?
"Maaf...aku malu honey, kamu mandi duluan aja aku belakangan.
Sekarang aku keluar dulu," aku pamit sambil berlalu hendak pergi.
Tetapi lagi-lagi tanganku di cekal oleh Alex, ia menarik lenganku.
"Mau kemana honey? Kau dengar aku bicara apa tadi, mandiin aku sekarang," sambil memperlihatkan senyum nakalnya.
"Tolong jangan paksa aku honey, aku malu serius," sahutku.
"Lama-lama kamu akan terbiasa, ayo tutup pintunya.
Tolong mandikan suamimu yang tampan ini sebelum orang lain nanti yang memandikannya," balas Alex.
Aku membuka kran air hangat untuk mengisi bathtub, menuangkan sedikit aroma theraphy dan menaruh satu bath bomb.
Aku benar-benar tidak berdaya di buat Alex, lagi-lagi aku harus mengikuti ide konyolnya.
Terpaksa aku harus memandikan bayi tua ini dan ini pengalaman pertamaku harus melihat tubuhnya tanpa penutup.
"Kamu tidak mandi honey?" tanya Alex.
"Tidak, kamu saja mandi duluan dan aku akan memandikanmu dan setelah selesai aku baru mandi," jawabku.
"Buka bajumu honey, aku akan memandikanmu," kata Alex.
Aku mendelik tidak percaya permintaan konyol apalagi ini.
"Kamu sudah menjadi istriku sekarang, jadi wajar kalau aku memandikan kamu.
Kamu menggosok punggungku dan aku akan menggosok punggungmu," lanjut Alex.
"Kamu pikir kita akan bermain games di kamar mandi?" sahutku.
"Kalau itu seru dan mengasyikkan kenapa gak? Tidak ada salahnya kita coba," ucap Alex.
Karena Alex terus mendesak akhirnya aku masuk juga di dalam bathtub.
Aku masuk dengan baju yang aku pakai dan membuat semuanya bajuku menjadi basah dan Alex membuka bajuku satu per satu, lelaki ini berhasil membuat aku malu.
"Balikkan badanmu aku akan menggosok punggungmu terlebih dahulu," perintah Alex.
Aku membalikkan badanku dan Alex menggosok punggungku dengan dengan lembut.
Menuangkan sedikit sabun wangi susu, lelaki itu menggosok punggungku dengan lembut.
"Dan sekarang kamu yang menggosok punggungku," pinta Alex.
Setelah ia membalikkan tubuhnya aku menggosok punggungnya.
Dengan memberikan sabun yang sama aku menggosok punggung Alex dan rasanya ada sesuatu yang janggal saat aku menyentuh kulit lelaki ini.
Kenapa setiap kali berdekatan dengannya jantungnya selalu seperti ini.
Seperti ada getaran yang dahsyat apalagi aku menyentuh tubuhnya dan tubuhku saat ini sedang dalam keadaan bugil.
Bersambung dulu...adegan tertunda lagi.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Jangan lupa di bantu dengan like, komen, dan favorit ya.
Jangan lupa yang mau vote boleh dong dan aku ucapkan terima kasih.