Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 40


__ADS_3

*POV Siera*


Dari pagi aku sudah sangat sibuk, aku sudah di dandani oleh seorang make up artis profesional karena hari ini adalah hari wisudaku.


Dengan kebaya modern dan gaya rambut yang sudah di sanggul modern juga aku terlihat anggun.


Perutku sudah kelihatan sedikit membuncit tetapi tidak menghilangkan kesan anggun dengan kebaya yang aku gunakan saat ini.


Aku dan Alex sengaja memesan kebaya ini kepada seorang perancang busana profesional untuk di pakai khusus di hari special ini.


Alex juga sudah bersiap untuk mengantar dan sekaligus mendampingi aku nanti pas acara wisudaku berlangsung.


Ia memakai tuxedo sewarna dengan kebayaku.


"Kamu cantik banget hari ini sayang," kata Alex sambil tersenyum.


"Kamu juga tampan dengan pakaian seperti itu," ucapku.


"Aku selalu tampan sayang, hanya kamu baru menyadarinya sekarang," ledek Alex sambil tertawa.


"Penyakit narsis kamu jangan kumat lagi sayang," balasku.


Alex mendengar ucapanku menjadi tertawa, sifat jahilnya dan suka menggoda itu kadang membuat aku merindukannya walaupun ia sedikit narsis.


"Kalau kamu sudah siap, ayo kita berangkat sekarang," ajak Alex.


Aku dan Alex segera berangkat karena ini menjadi hari penting dalam hidupku, aku tidak ingin datang terlambat.


Alex mengendarai mobilnya menuju tempat di mana di adakan acara graduation wisudaku berlangsung.


Setelah sampai di gedung tempat acara tersebut berlangsung, aku dan Alex segera turun dan kami jalan saling bergandengan tangan.


Alex mengandeng tanganku dan mengingatkanku supaya berjalan berhati-hati karena aku menggunakan sepatu high heels yang sedikit tinggi.


Kami berdua melangkah memasuki gedung, ternyata Jennie sudah menungguku di depan pintu sambil tersenyum menyambut kedatanganku.

__ADS_1


"Jen, kenalkan ini suamiku," ucapku sambil memperkenalkan alex ke Jennie.


"Hi ... Alex," ucap Jennie sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Alex.


"Hi ... Jen," Alex membalas salam Jennie.


"Kalian sudah saling mengenal?" tanyaku dengan muka bingung.


"Sayang waktu kamu pergi meninggalkan aku waktu itu, aku mencari keberadaan kamu ke rumah Jennie tetapi ternyata kamu sudah pergi lagi," jawab Alex.


"Suamimu waktu itu mencarimu dan begitu mengkuatirkan kamu, jangan kamu ulangi lagi perbuatan seperti itu yang membuat suamimu panik memikirkan kamu," ucap Jennie sambil terkekeh.


Aku mendengar perkataan Jennie dan Alex menjadi tersipu malu, sampai segitunya Alex mengkuatirkan aku.


"Ayo kita masuk, sebentar lagi acara sudah mau di mulai," aku mengajak Jennie dan Alex masuk bersama.


Aku dan Jennie mengambil posisi duduk di kursi depan khusus untuk peserta wisuda dan Alex duduk di kursi di bagian belakang.


Hari bahagia buat aku dan Jennie di mana hari ini kami berdua bisa menyelesaikan pendidikan terakhir kami.


Sedangkan aku berfoto hanya berdua dengan suamiku tanpa pendamping yang lain karena kami sama-sama tidak mempunyai orang tua lagi.


Aku anak yatim piatu dan Alex anak piatu tanpa tau keberadaan ibunya.


Tetapi aku bahagia Alex bisa mendampingi aku, sekarang aku lega rasanya sudah menyelesaikan pendidikanku dengan baik.


Setelah ini aku akan mulai menikmati peranku yang seutuhnya sebagai istri dan sebentar lagi sebagai seorang ibu buat anakku.


Tidak seperti teman-teman yang lain setelah lulus wisuda mereka sibuk melamar pekerjaaan sana sini, tetapi aku justru menikmati statusku sekarang.


Mana ada perusahaan yang mau menerima orang hamil sepertiku saat ini.


Alex berjalan menghampiriku dengan sebuah boneka yang sudah di hiasi pita di tangannya ia mendekati aku.


"Congratulation, kamu sudah menyelesaikan pendidikan dengan baik sayang," ucap Alex sambil memelukku dan mencium pipiku.

__ADS_1


Aku membalas pelukan Alex sambil tersenyum.


"Terima kasih sayang, semua ini berkat dukungan kamu," jawabku.


"Ini untukmu dan semoga kamu menyukainya," kata Alex sambil memberikan sebuah boneka.



"Terima kasih sayang, kapan kamu menyiapkan semua ini? " tanyaku pada Alex.


"Yudha yang aku suruh buat menyiapkan semuanya untukmu," jawab Alex sambil terkekeh.


"Aku suka banget dan kamu kok so sweet sih," kataku sambil mencubit pipi Alex.


"Kamu mulai pandai menggoda dan membuat aku tambah tergoda," ucap Alex sambil memelukku lagi.


"Heem ... jangan buat baper yang jomblo dong," ledek Jennie yang ternyata sudah di dekat kami.


"Jennie setelah wisuda ini apa yang akan kamu lakukan?" tanyaku pada Jennie.


"Justru sekarang aku mau pamit dan sekalian mengucapkan terima kasih karena kamu sudah menjadi teman terbaikku selama ini, aku akan kembali ke kampung halaman dan mengabdi di sana dengan pendidikan yang aku dapat di sini.


Do'akan aku sukses dan aku akan selalu mendoakan kamu semoga terus berbahagia," ucap Jennie sambil memelukku.


Aku tidak bisa menyembunyikan rasa haru mempunyai sahabat seperti Jennie dan rasa kehilangan harus di tinggal pergi jauh darinya.


Air mataku tumpah dan jujur aku sangat merasa kehilangan seorang sahabat seperti dia.


Alex berusaha menenangkan aku dan memelukku supaya aku tidak larut dalam kesedihanku.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa tinggalkan jejak dong dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ buat menjadikan novel ini favorit untuk info terbaru.


Bantu vote juga ya dan kalau kamu suka boleh bantu share dong supaya yang lain juga ikut membaca...makasih buat dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2