
Setelah melakukan pemeriksaan kandungan kemarin membuat Alex makin posesif aja terhadapku, ia semakin perhatian dan jadi semakin sering untuk mengelus perutku.
Aku dan Alex baru mengerti ternyata di trisemester kehamilan seperti ini hubungan suami istri itu harus di lakukan dengan sangat hati-hati.
Kalau mengingatnya hal ini membuat kami berdua menjadi malu karena kami melakukan hal yang kebalikan, justru aku dan Alex habis bertempur habis-habisan mengganti honeymoon kami yang tertunda.
Hampir saja kecerobohan kami membuat kandunganku bermasalah, hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan aku dan Alex.
Sekarang Alex dan aku jadi banyak membaca buku-buku dan membuka link di internet seputar tentang kehamilan.
Pagi ini Alex harus berangkat bekerja, tetapi sebelum berangkat banyak sekali pesan Alex yang di sampaikan Alex untukku.
"Aku berangkat kerja dulu, kamu istirahat aja di kamar dan kalau perlu sesuatu minta tolong Bi Surti untuk membantu.
Jangan lupa makan dan kalau ada sesuatu yang penting hubungi aku," pesan Alex padaku.
"Jangan kuatir sayang, aku bisa jaga diri dan kamu hati-hati di jalan," sahutku sambil memeluk Alex.
"Aku akan mengusahakan untuk menyelesaikan pekerjaanku secepatnya dan segera kembali untuk menemanimu di rumah," balas Alex sambil mencium keningku.
Aku dan Alex turun kebawah untuk sarapan bersama sebelum ia berangkat ke kantor.
Alex kembali mengingatkan aku supaya tidak lupa minum vitamin dan obat yang dari dokter Aisyah kemarin.
Setelah memastikan aku sudah minum susu hamil, minum obat dan vitamin baru benar-benar Alex berangkat kerja.
Aku hanya mengantarnya sampai depan pintu dan Alex meminta aku untuk kembali ke kamar untuk beristirahat kembali.
*POV Alex*
__ADS_1
Pagi ini aku merasa kuatir meninggalkan Siera sendirian di rumah, setelah melihat kondisi dia setelah pulang liburan kemarin, tiba-tiba ia menjadi lemas dan pucat.
Aku menjadi merasa bersalah telah meminta ia melayani aku berkali-kali di saat ia hamil muda, tetapi hari ini aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.
Aku meminta ia untuk beristirahat sampai aku pulang kerja nanti, Siera sudah berjanji untuk mematuhi permintaanku.
Dengan terpaksa akhirnya aku harus meninggalkan Siera untuk saat ini, setelah sarapan bersama aku pun berangkat kerja dan ia mengantarku sampai di depan pintu.
Aku pun melajukan mobilku menuju kantor, aku ingin membereskan semua pekerjaan yang penting hari ini secepatnya.
Setelah itu aku ingin segera pulang untuk menemani Siera istirahat di rumah.
Sekarang Yudha yang menjadi assisten dan sekaligus sekretaris di kantorku, aku sudah memindahkan Devi ke divisi yang lain.
Aku ingin suatu hari ketika Siera ke kantor lagi ia tidak salah paham dan cemburu, aku harus menjaga perasaan istriku apalagi di masa kehamilan seperti ini.
Aku juga meminta Yudha mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang masa lalu Siera, ketika aku dan Yudha sedang membahas banyak hal, tiba-tiba pintu ruangan kerjaku di ketuk seseorang.
"Hi Alex ... aku sangat merindukanmu," kata Monika sambil tersenyum.
"Kamu lancang Monika, siapa yang mengizinkan kamu langsung ke dalam ruangan kerjaku," kataku dengan suara lantang.
"Kamu lupa Alex siapa aku? Aku pernah menjadi tunangan kamu dan pegawai kamu mengenal siapa aku, sayang hanya kamu yang amnesia," ucap Monika sambil tertawa.
"Kamu memang sudah gila, ingat kamu itu bukan siapa-siapa lagi buat aku sekarang.
Jangan coba-coba lancang lagi, masuk ruangan orang tanpa permisi," ucapku dengan muka marah.
Yudha yang saat ini berada di dalam ruangan kerjaku hanya mampu menatap tanpa berani bersuara.
__ADS_1
"Cepat katakan apa tujuan kamu datang menemui aku hari ini? Aku tidak banyak waktu untuk meladeni kegilaan kamu Monika," kataku dengan nada sedikit keras.
"Aku sudah mengatakannya Alex, aku merindukan kamu dan aku ingin kita berdua menghabiskan waktu bersama hari ini," balas Monika.
"Kalau itu tujuan kamu kesini lebih baik kamu pergi sekarang, daripada aku memanggil keamanan untuk menyeret kamu keluar dari sini," kataku dengan suara keras.
Aku benar-benar muak melihat sikap Monika yang semakin hari semakin liar.
"Kenapa kamu berubah? Alex yang aku kenal lembut bukan seperti singa," balas Monika.
"Kamu yang sudah merubah aku, sekarang cepat pergi aku sudah muak melihatmu Monika.
Jangan buat darahku mendidih dan aku melakukan hal yang buruk kepadamu," kataku dengan muka kesal.
"Aku akan pergi Alex, tapi ingat kamu hanya milikku dan hanya aku yang boleh memiliki kamu," balas Monika sambil berlalu pergi meninggalkan aku dan Yudha.
"Maaf ... pembicaraan kita harus terhenti Yudha, bisa tinggalkan aku sendiri? Wanita sialan itu sudah membuat suasana hatiku pagi ini menjadi kacau," pintaku pada Yudha.
Yudha hanya mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan aku sendiri di dalam ruangan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa tinggalkan jejak dong dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ buat menjadikan novel ini favorit untuk info terbaru.
Bantu vote juga ya dan kalau kamu suka boleh bantu share dong supaya yang lain juga ikut membaca...makasih buat dukungannya.
Sambil menunggu up cerita ini lagi kalian bisa baca cerita aku yang lain ... happy reading 🤗
__ADS_1