
*POV Alex*
Pagi ini seperti biasa aku sudah berangkat ke kantor, sengaja aku berangkat agak pagi tanpa membangunkan Siera dan aku menyiapkan segala kebutuhanku sendiri.
Setelah melakukan olahraga malam hari aku takut istriku kelelahan dan berakibat kurang baik terhadap kandungannya.
Aku tidak akan melakukan kesalahan kesekian kalinya, makanya aku membiarkan ia tertidur tanpa membangunkannya.
Sebelum aku berangkat kerja aku hanya mencium keningnya dan mengucapkan selamat pagi walaupun mungkin ia tidak mendengarkan aku, tetapi hal ini sudah menjadi kebiasaan dan rutinitas aku setiap pagi.
Aku meninggalkan secarik kertas di atas meja nakas untuk memberi kabar aku berangkat kerja lebih dulu dan mengingatkan Siera untuk tidak lupa makan dan minum vitamin kehamilannya.
Setelah sampai di kantor aku langsung menuju ke dalam ruangan kerjaku, tidak lama Yudha masuk dan memberi kabar yang mengejutkan.
Dana perusahaan ada yang bocor dan raib, sekarang Yudha sedang bekerja keras untuk melacak dana itu siapa yang bisa membobolnya.
Aku sedikit lemas ketika melihat dari jumlah yang Yudha tunjukan kepadaku itu uang yang cukup besar, dan aku meminta untuk mengusut kasus ini dengan segera.
Bagian yang paling dulu yang harus di curigai adalah bagian keuangan yang mengerti asal usul dana dan yang mengeluarkan dana sebesar itu.
Kalau di biarkan seperti ini maka perusahaan yang aku pimpin sekarang bisa mengalami defisit keuangan.
Aku memerintahkan untuk memperketat pengawasan di divisi keuangan.
Yudha sampai harus lembur untuk memeriksa setiap laporan keuangan yang masuk untuk menemukan letak kebocoran keuangan perusahaanku.
__ADS_1
Aku harus memikirkan cara untuk menutup kerugian sementara jika ini terus berlanjut, maka demi menjaga nama baik perusahaan dan pribadi aku harus merelakan ada aset yang harus di jual demi menutupi anggaran rumah tangga perusahaan.
Semoga masalah ini cepat menemukan titik terang, supaya perusahaan bisa berjalan dengan baik kembali.
Seharian aku dan Yudha terus bekerja keras untuk melacak kemana dana-dana itu mengalir.
Sampai malam aku dan Yudha masih di kantor, bahkan aku sampai lupa makan dengan banyaknya pikiran yang ada di otakku membuat aku melupakan makan seharian.
Aku lupa mengabari istriku kalau aku harus lembur, bahkan untuk menanyakan keadaannya pun seharian ini aku belum bisa melakukannya.
Jangan-jangan Siera mengkuatirkan aku atau ia menungguku untuk makan malam bersama, seperti kemarin-kemarin ia sudah memasak banyak menu untuk kami.
Aku harus menelepon wanita itu, aku tidak ingin ia memikirkan aku, apalagi aku tau sifat Siera yang pandai menyembunyikan perasaan supaya orang melihat dirinya baik-baik saja padahal ia terluka.
Aku mengambil telepon dan menekan nomor istriku, tidak lama ia mengangkat sambungan telepon dariku.
"Halo," ucap Siera.
"Halo sayang, kamu udah makan?" tanyaku langsung.
"Belum aku menunggumu," jawab Siera.
"Maaf aku lupa mengabari kamu kalau hari ini aku lembur bersama Yudha di kantor, kamu makan sendiri dulu ya. Jangan marah dan kecewa, aku janji besok aku akan menemanimu kembali untuk makan malam lagi," kataku.
"Baiklah aku akan makan sendiri, kamu sendiri udah makan belum?" tanya Siera.
__ADS_1
"Nanti aku akan makan bersama Yudha, kamu jaga diri dan istirahat," jawabku tidak ingin Siera kuatir dengan keadaanku.
"Kamu juga jaga diri baik-baik dan aku menunggu kamu pulang sayang, cepat pulang kalau urusannya sudah selesai," sahut Siera.
"Kamu merindukan aku atau kamu tidak bisa tidur tanpa belaian dariku?" tanyaku.
"Aku menanti kamu kembali dan aku sangat merindukanmu, rindu belaianmu, rindu pelukanmu dan rindu semua yang ada padamu," jawab Siera sambil terkekeh.
"Aku juga merindukanmu sayang dan aku akan segera kembali setelah semuanya selesai. Do'akan semua urusanku cepat beres supaya aku bisa langsung kembali ke rumah," kataku.
"Aku selalu berdoa untukmu dan menanti kamu kembali untuk kami ... bye," balas Siera sambil menutup telepon.
Hatiku lega setelah mengabari istriku dan aku bisa melanjutkan pekerjaanku saat ini.
Sampai tengah malam akhirnya aku dan Yudha menemukan sebuah titik terang mengarah ke seseorang yang menjadi kecurigaan kami.
Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke mansion dan melanjutkan penyelidikan besok pagi lagi, aku butuh istirahat untuk menjaga stamina dan kesehatanku.
Setelah sampai di mansion benar saja Siera belum juga tertidur wanita itu masih setia menungguku sampai larut malam.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat like, komen, dan bantu vote happy reading.
Tinggalkan jejak kalian ya di sini biar yang ngetik tetap semangat.
__ADS_1