Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 14


__ADS_3

Ada perasaan sungkan untuk aku menyentuh tubuh Alex, tetapi aku tidak ingin membuat lelaki yang sudah berstatus suamiku itu kecewa dan marah akhirnya aku menggosok punggungnya dengan sangat hati-hati.


Setelah adegan gosok menggosok punggung antara aku dan Alex, kini ia kembali meminta kami saling berhadapan.


Bisa dibayangkan bagaimana muka aku saat ini, memerah menahan malu, grogi sampai semua tubuhku bergetar.


Sumpah !! Aku gemeteran rasanya ingin aku pura-pura pingsan saja biar semuanya berakhir.


"Cepat naik di atas pangkuanku honey," perintah Alex.


"Permainan apa ini honey?" tanyaku.


Aku tidak sanggup lagi untuk bangun dan pindah ke pangkuan Alex, seluruh tubuh gemetaran seperti orang kelaparan.


"Jangan tegang sayang, tenangkan dirimu aku akan membantumu untuk bangun," ucap Alex.


Lelaki itu mengangkat tubuhku pindah ke pangkuannya, dan mulai ia menggosok seluruh tubuhku dengan sabun.


Ketika tangannya berhenti di bagian-bagian sensitif tubuhku membuat seperti ada aliran listrik yang menyengat ke seluruh tubuh.


Aku mulai mendesah dan aku mulai tidak tahan, Alex sudah berhasil memancing gairahku muncul.


Ketika melihat aku sudah terpancing lebih dulu, Alex langsung mengeksplor bagian leherku yang membuat aku semakin tidak tahan untuk tidak mengeluarkan suara desahan.


Sial, Alex sudah berhasil membuatku tidak berkutik dan aku tidak mampu menolak permainan gila ini.


Aku mendengar gemuruh napasnya jelas di tepat di belakang telingaku, yang membuat aku semakin kencang untuk mendesah.


Alex menarik aku semakin dekat sehingga tidak ada jarak antara kami, dan ia terus melu**t bibirku dan kadang turun di bagian dadaku, bagaimana mungkin lagi aku dapat lari kecuali melanjutkan permainan ini sampai selesai.


Ketika ia mulai memasukan harta yang paling berharga miliknya ke dalam harta yang paling berharga yang aku miliki , aku sudah tidak mampu menolaknya kecuali membiarkan ia melakukannya.


"Tenang aku akan melakukannya dengan lembut dan ini bukan yang pertama lagi bagimu jadi tidak akan sakit lagi," bisiknya di telingaku.


Aku yang sudah terlanjur merasakan nikmat hanya mengangguk pasrah, sambil akhirnya aku dan Alex menyelesaikan games di kamar mandi sampai tuntas.


Entah siapa yang jadi pemenangnya aku pun tidak mengerti.


Mandi apa ini namanya aku juga tidak mengerti, kami sama-sama mandi keringat seperti baru keluar dari ruang sauna.


Yang membuat aku harus kembali menyalakan shower dan membersihkan tubuh kami untuk kedua kalinya.


"Bagaimana rasanya honey? Apa kamu masih malu terhadap suamimu ini?


Ingat kamu sudah menikmati tubuhku hari ini," ledek Alex dengan senyuman nakalnya sambil mengecup keningku.


Aku hanya tertunduk sambil tersenyum dengan muka yang memerah menahan malu.


"Mulai hari ini jangan kamu memasang muka malu lagi, kamu sudah melihat secara utuh tubuhku dan aku sudah melihat seluruh tubuhmu Siera," goda Alex.


Aku tidak bisa menjawab, aku malu dan lidahku kaku, hanya senyuman di ujung bibirku yang melukiskan perasaan aku saat ini.


Setelah beres baru aku dan Alex segera mengeringkan tubuh kami dan aku menggunakan baju handuk sambil menunggu lelaki itu turun ke parkiran mengambil koper yang berisi baju ganti untukku.

__ADS_1


Tidak berapa lama ia kembali dengan koper berwarna pink milikku di tangannya.


"Terima kasih honey," ku kecup bibirnya sebagai ucapan terima kasih dariku.


"Wow ... istriku kecilku sudah mulai nakal curi-curi ciuman," ledek Alex.


"Kamu mau kita melakukan lagi di sini?" tanya Alex sambil menepuk kasur tempat ia duduk saat ini.


Aku hanya menggeleng malu dan ingin rasanya aku tutup mukaku dengan telapak tangan.


"Aku lapar honey," sahutku mengalihkan pembicaraan.


"Sekarang gantilah bajumu dulu setelah itu kita akan turun untuk breakfast.


Atau kamu mau aku yang memakainya untukmu honey?" tanya Alex.


Aku menggelengkan kepalaku, kata-kata Alex selalu mampu membuat aku tersipu malu.


"Aku bisa memakai pakaianku sendiri, aku bukan balita yang harus kamu urus suamiku," kataku.


"Kamu memang bukan balita tapi kamu istri kecilku honey," sahut Alex sambil terkekeh.


Setelah aku selesai memakai pakaianku kami turun ke bawah untuk breakfast.


Aku mengambil makanan untuk suamiku dan membuatkan secangkir kopi lalu membawanya ke meja di mana Alex duduk.


Baru aku mengambil makanan untukku dan secangkir teh manis serta aku mengambil beberapa potong buah-buahan untuk aku dan Alex.


Aku melihat Alex sering mencuri pandang ke arahku sambil tersenyum, membuat aku salah tingkah.


Sepertinya Alex memang lelaki yang pandai menggoda, ia puas kalau sudah melihat aku tersipu malu.


"Kita tetap di sini atau kita kembali ke rumah hari ini honey?" tanya Alex.


"Terserah baiknya gimana, aku ikut kemana aja kamu pergi," jawabku.


"Istri kecilku yang penurut gak salah aku menikahi kamu honey, kalau kamu bicara lembut seperti itu manis sekali Siera.


Membuat aku gak mau jauh-jauh dari kamu deh," sahut Alex.


"Gombal," sahutku sambil mendengus.


"Mulai juteknya kelihatan," goda Alex sambil terkekeh.


"Godain aja terus aku," ucapku sambil memajukan bibirku kesal dengan keisengannya.


"Kalau ngambek lagi nanti sampai kamar kamu akan terima hukuman dari aku.


Kita tinggal semalam lagi aja di hotel, biar aku puas makan kamu," kata Alex dengan muka genitnya.


Aku otomatis kaget mendengar perkataan suamiku.


"Kamu suka kan?" tanya Alex.

__ADS_1


"Tidak," jawabku.


"Tidak? Benarkah? Tadi kamu begitu menikmati Seira," goda Alex.


Ketika mendengar perkataannya aku yang sedang menyuapi nasi goreng di mulutku sampai tersedak.


Alex menyodorkan minuman untukku sambil tertawa, lelaki itu puas sekali kalau membuat aku malu seperti ini.


"Makannya yang pelan, tidak ada yang merebut makananmu.


Di sini masih banyak makanan," ledek Alex.


Ingin rasanya aku menelan Alex hidup-hidup, kenapa ia suka sekali membuat aku malu dan menjadi kepuasan baginya kalau melihat mukaku memerah.


"Kamu suka sekali membuat aku malu Alex" kataku kesal dengan kelakuannya.


"Kalau kamu malu-malu seperti itu kelihatan manis sekali honey.


Seperti seekor kucing yang pura-pura malu tapi mau kalau melihat ikan," katanya sambil tertawa.


Aku mengeraskan rahangku menahan rasa kesal karena terus menerus mendapat ledekan dari Alex.


Apakah Alex punya hobi baru yaitu menggoda aku?


"Kenapa makanannya tidak dihabisi honey?" tanya Alex.


"Aku tidak selera makan lagi," jawabku kesal.


"Mau aku suapin?" tanya Alex lagi.


"Tidak, terima kasih," jawabku.


"Maaf ... kamu tidak suka dengan becandaan aku?" lagi-lagi tanya Alex.


"Tidak, aku hanya tidak selera.


Ayo kita kembali ke kamar aku capek ingin beristirahat" ajakku.


Alex menggandeng tanganku dan kami kembali ke kamar.


Aku sengaja tidak menampakkan muka kesal karena aku tidak ingin memancing keributan di antara kami.


Bersambung...


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa dong buat kasih dukungan kalian dengan cara like, komen, dan tekan tombol ❤️ jadikan novel ini favorit untuk mendapat info up terbaru.


Kalau mau kasih vote bagiin point kalian aku terima kasih banget.


Semua gratis guys gak bayar kecuali reader kasih koin baru beli.


Jangan malas ya buat tekan tombol jempolnya dan mari kita saling mendukung.

__ADS_1


__ADS_2