
Tatapan Monika membuat aku takut ingin cepat-cepat pergi dari tempat ini.
"Siera tinggal dulu dan mau lanjut belanja lagi, permisi om," aku pamit dari hadapan om Andri dan Monika.
Aku dan bi Surti melanjutkan belanja secepatnya dan aku ingin segera meninggalkan tempat ini untuk menghindari kedua orang yang tidak ingin aku temui sebenarnya.
Setelah mengambil semua belanjaan, aku dan bi Surti langsung menuju ke meja kasir untuk membayar.
Tiba-tiba Monika menghampiri dan membisikkan sesuatu di telingaku.
"Kalau kamu membocorkan semua rahasia masa laluku maka aku akan membuat perhitungan denganmu," ancam Monika.
"Maaf aku tidak akan mencampuri urusanmu dan tidak berminat untuk masuk dalam masalah kehidupanmu," jawabku sambil tersenyum sinis.
"Sebentar lagi kamu dan Alex akan menjadi gelandangan yang tidur di bawah jembatan," ucap Monika lagi.
"Aku percaya itu semua tidak akan terjadi Monika, aku percaya dengan suamiku," jawabku sambil tersenyum sinis.
"Lihat saja nanti waktunya akan tiba," ancam balik Monika sambil berlalu pergi.
Dengan cepat aku membayar semua belanjaan yang ada dalam troly, bi Surti membantu merapikan semua belanjaan kami dan aku sudah menghubungi sopir untuk segera menjemput di lobby.
Secepat mungkin aku meninggalkan supermarket dan kembali ke Mansion, sambil merenungkan kata-kata Monika.
Apakah kepusingan Alex selama ini masalah di perusahaan ada hubungannya dengan Monika??
Monika sepertinya belum cukup membuat kekacauan di dalam rumah tangga kami sampai ia harus mengacaukan perusahaan Alex.
Apakah yang di katakan Monika itu benar terjadi ? Apakah perusahaan Alex sekarang di ujung kebangkrutan?
Pikiranku terus terngiang apa yang di ucapkan Monika kepadaku.
Jujur kalau sampai hal ini terjadi aku tidak akan tega melihat Alex harus menanggung semua ini.
__ADS_1
Kenapa Alex harus menyembunyikan semua ini dariku?
Otakku penuh dengan pertanyaan, yang belum bisa aku temukan jawabannya.
Haruskah aku bertanya kepada Alex tentang masalah ini? Memikirkan semuanya membuat selera makan menjadi hilang, rasa takut, kuatir dan sedih terus berkecamuk dalam hatiku.
Aku tidak takut dengan hidup susah tapi aku hanya tidak tega hasil kerja Alex harus hilang dalam sekejap, kalau saja benar apa yang di ucapkan Monika tadi.
Sepertinya aku harus bertanya langsung kepada Alex tetapi menunggu saat yang tepat, sekalipun hatiku sebenarnya ingin menanti jawaban sesegera mungkin.
Akhirnya setelah seharian memikirkan apa yang di ucapkan Monika membuat aku lelah dan tertidur.
Tidak tau berapa lama aku tidur, ketika aku membuka mata Alex sudah berbaring di sebelahku dan ia pun tertidur.
Ku tatap wajah lelahnya setelah beberapa hari ini ia harus lembur dan pulang tengah malam.
Aku tidak ingin mengganggu istirahatnya dan aku biarkan ia tetap tertidur di sampingku.
Sampai hari sudah menjelang petang akhirnya Alex membuka matanya.
"Udah dari tadi, cuma aku lihat kamu sedang tidur aku memilih diam di tempat tidur supaya tidak membangunkan kamu.
Kamu kelihatan sangat capek, apa ada yang mengganggu pikiranmu saat ini? tanyaku mencoba mengorek informasi dari Alex supaya ia mau saja cerita sedikit masalahnya kepadaku.
"Apa kamu siap untuk mendengar ceritaku?" tanya balik Alex.
"Kapan pun kamu mau cerita aku siap mendengarkannya," jawabku.
"Baiklah nanti malam aku akan bercerita banyak hal kepadamu dan aku berharap kamu bisa menerimanya," ucap Alex.
Aku mengangguk dan aku sangat ingin mendengarkan apapun nanti yang akan di sampaikan Alex padaku.
Semoga saja ia bisa bercerita tentang semua masalah yang sedang ia hadapi saat ini.
__ADS_1
Saat malam hari datang aku dan Alex sudah selesai makan malam, seperti biasa kami kembali ke kamar menghabiskan waktu bersama sambil menonton televisi sambil bercerita.
Mungkin cerita kami malam ini bukan sebuah cerita indah, tetapi aku siap untuk mendengarkannya.
Alex mulai membuka pembicaraan malam hari ini.
"Kamu sudah siap untuk mendengarkan ceritaku sayang?" tanya Alex.
Aku mengangguk sambil berkata "Aku sangat siap dan lama aku menanti kamu akan menceritakan semua masalahmu padaku."
"Aku sedang mengalami masalah kecil di dalam perusahaan, aku tidak pernah mengatakan masalah besar karena bagiku tidak ada masalah yang terlalu besar di dalam hidup ini.
Keuangan perusahaanku ada sedikit kebocoran dan aku sudah mengumpulkan semua bukti bersama Yudha beberapa hari ini, karena itu aku sering lembur," ucap Alex sambil menarik napas panjang.
"Kebocoran keuangan ini sedikit banyak pasti berdampak untuk keuangan perusahaan, sedangkan aku harus memberikan kepercayaan terhadap relasi bisnis untuk membayar tagihan tepat waktu.
Dan aku bermaksud untuk menjual beberapa aset kita untuk menutupi keuangan perusahaan. Dan percayalah aku pasti bisa bangkit dan kita tidak akan bangkrut karena hal ini, hanya perlu merelakan beberapa aset yang harus kita lepas.
Nanti aku berjanji akan menggantikannya kembali setelah perusahaan bangkit dan normal kembali," kata Alex lemas.
"Lakukanlah apa yang kamu pandang baik aku akan selalu berada di belakangmu untuk memberi dukungan," jawabku.
"Kamu tidak kecewa?" tanya Alex.
"Untuk apa aku kecewa? Aku percaya cara Tuhan menguji kita supaya kita menjadi orang yang kuat," sahutku sambil menepuk bahu suamiku.
"Terima kasih sayang, kamu selalu memberi dukungan dan support buat aku," ucap Alex sambil memelukku.
"Tadi siang aku bertemu om Andri dan Monika waktu di supermarket, dan wanita itu mengancam akan membuat kita berdua tidur di bawah jembatan," kataku.
"Apa?? Begitu kata Monika? Apakah semua ini ada hubungannya dengan wanita iblis itu?" sahut Alex dengan muka kaget.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
__ADS_1
Jangan lupa buat like, komen dan vote tinggalkan jejakmu ... selamat membaca.
Selamat idul Adha buat semua readers yang merayakan π