Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Extra part 1


__ADS_3

POV Siera


Hari ini adalah hari libur, aku dan Alex sudah sepakat untuk mengajak Jovan pergi jalan-jalan. Sekarang usia putra kami sudah enam bulan, banyak sekali tingkahnya yang gemas membuat aku dan Alex bahagia bisa memiliki anak seperti Jovan.


Anakku itu sangat menggemaskan sekali, Alex suka tidak terima kalau aku berbicara seperti ini.


Alex selalu menegaskan anak kami tidak boleh mengatakan anakku, lelaki itu tidak terima karena katanya ia mempunyai andil besar dalam kehidupan Jovan.


Jovan masih terlelap tidur di dalam box bayi, yang terletak di samping kasur aku dan Alex.


Sengaja aku meminta Jovan tidur bersama dengan kami, sebagai ibu aku tidak tega kalau harus tidur terpisah dengan anak kami.


Dan Alex menyetujuinya karena ia sendiri pun punya perasaan yang sama denganku, suamiku itu sangat menyayangi Jovan lebih dari nyawanya sendiri.


Semua kasih sayang Alex berikan kepada Jovan, kadang ini menjadi perdebatanku dengannya, ketika ia terlalu memanjakan putra kami dengan fasilitas yang berlebihan.


Aku tidak ingin anakku tumbuh menjadi anak yang manja dan sombong, aku ingin ia hidup menjadi anak yang rendah hati.


Aku sudah sejak tadi terbangun dari tidur, namun aku enggan turun dari ranjang, karena aku asik memandang wajah suami tampanku yang masih betah terpejam.


Mungkin Alex capek setelah semalam bergadang mengurus Jovan yang meminta susu sampai beberapa kali.


Karena hari ini libur Alex meminta menggantikan tugasku mengurus Jovan, ia mengambil alih tugasku untuk membuat susu buat anak kami.


Ku belai wajah Alex dengan lembut, bukan hanya tampan tetapi lelaki ini sangat sayang kepadaku, perhatian dan bertanggung jawab terhadap hidupku.


Rasanya perbedaan usia tidak pernah masalah buat kami, bahkan aku bersyukur bisa menikah dengannya karena kedewasaannya membuat aku nyaman.


Karena keasikan aku membelai wajah suamiku, tanpa sadar tanganku langsung di tahan oleh Alex dan dikecupnya punggung telapak tanganku.


Aku menjadi kaget dan merasa bersalah sudah membangunkan Alex saat ini.


"Kenapa memandangku sayang? Kamu jatuh cinta terhadap wajah tampanku?" goda Alex sambil terkekeh.


"Maaf, apakah aku membangunkan kamu sayang?" tanyaku merasa bersalah karena Alex jadi terbangun.


Alex langsung menarik aku dalam pelukannya, memang selama kehadiran Jovan di tengah-tengah kami waktu untuk bermesraan berdua menjadi berkurang.

__ADS_1


Perhatianku jadi terfokus kepada Jovan, begitu juga dengan Alex.


"Siera, aku ingin morning sex boleh?" tanya Alex dengan muka memelas.


"Bagaimana kalau Jovan terbangun?" tanyaku balik pada Alex.


"Tenang dia anak yang pengertian, jangan di tolak permintaanku hari ini please," jawab Alex.


Aku hanya mengangguk mengiyakan permintaan Alex dan sejujurnya aku pun menginginkannya, jarang kami punya waktu untuk bercinta dengan bebas.


Setelah aku menyetujui tanpa membuang waktu lama Alex langsung melakukan serangan kepadaku. Dengan senang hati aku membalasnya, kami seperti dua manusia yang sedang kehausan belaian.


Lama kami bergelut di ranjang suara desahan dan rintihan nikmat terdengar di dalam kamar kami yang kedap suara. Entah berapa gaya yang sudah kami mainkan pagi ini, ketika aku dan Alex sama-sama hampir ******* terdengar suara tangisan Jovan terbangun.


"Dikit lagi sayang tahan aku hampir keluar," kata Alex sambil memompa dengan cepat dengan napas tersengal-sengal.


Tidak lama teriakan "Aaaaaargh" keluar dari mulut aku dan Alex secara bersamaan, kami berdua sampai di puncak kenikmatan.


Alex berhasil memasukan benihnya ke dalam rahimku, setelah melakukannya aku baru tersadar aku belum meminum pil kontrasepsi.


Sedikit ketakutanku untuk hamil mengingat Jovan yang masih kecil dan butuh perhatian serta kasih sayang yang cukup.


Dengan segera mengambil Jovan dari dalam box dan menggendongnya supaya tangisnya berhenti.


"Morning sayang, anak ganteng udah bangun pagi-pagi begini," ucap Alex sambil mengecup pipi Jovan yang menggemaskan itu.


Aku bersiap turun kebawah untuk menyiapkan bubur untuk Jovan dan melihat para maid yang sibuk menyiapkan sarapan untuk kami.


"Aku turun ke bawah dulu untuk membuat bubur buat Jovan," ucapku pada Alex sambil mengecup singkat bibir Alex yang seksi.


"Terima kasih sayang buat morning sex hari ini, aku menyukai gayamu tadi," balas Alex sambil terkekeh.


Aku melangkah turun ke dapur dan Alex memilih bermain dengan putra kami di kamar, karena hari libur seperti ini Alex baru punya waktu untuk bisa dekat Jovan.


Setelah cukup lama aku berkutat di dapur untuk memasak bubur Jovan, Alex menggendong bocah kecil itu menyusul aku ke dapur.


Dari jauh sudah ku lihat senyum dua lelaki hebat nan tampan yang aku miliki saat ini.

__ADS_1



Mereka berdua turun untuk sarapan pagi dan kebetulan semuanya sudah siap.


Aku mengambil alih Jovan dari gendongan Alex untuk aku suapi dan meminta Alex untuk sarapan lebih dulu dengan menu yang sudah di persiapkan oleh para maid.


Setelah selesai sarapan aku meminta pengasuh untuk membantuku memandikan Jovan, sedangkan aku dan Alex pun bersiap-siap untuk mengajak anak semata wayang itu menikmati liburan keluarga.


Memang Alex sudah menyiapkan pengasuh untuk membantuku mengurus Jovan, namun aku tidak bisa sepenuh menyerahkan semua tugas itu kepada seorang pengasuh.


Aku ingin menjadi ibu yang baik buat anakku dan mengurusnya dengan tanganku sendiri.


Setelah aku dan Alex rapi kami keluar kamar, ternyata Jovan sudah lebih dulu rapi sedang bermain bersama pengasuhnya di bawah.


Melihat aku dan Alex sudah rapi Jovan tertawa sambil melambaikan tangannya dengan perasaan senang.


Anak itu seperti mengerti kalau hari ini ia akan pergi bersama orangtuanya untuk jalan-jalan, itulah kadang yang membuat aku dan Alex gemas sekali melihat tingkahnya.


Alex membawa Jovan dalam gendongannya sedang aku berjalan di belakangnya, di ikuti baby sitter yang mengurus anakku.


Sengaja Alex membawa sopir pribadinya karena ia ingin memangku Jovan, seolah tidak ingin membuang waktu liburnya supaya bisa dekat dengan putra kesayangannya.


Sepanjang perjalanan Jovan duduk di pangkuan Alex dan tidak di biarkan siapapun yang mengambilnya.


Tidak lama kami memasuki sebuah mall terbesar di kota kami, ingin mengajak Jovan bermain di arena permainan anak-anak guna membuat putra kami senang.



Inilah kebahagiaan yang aku dan Alex miliki saat ini, sungguh bahagia bisa memiliki keluarga yang harmonis, punya suami seperti Alex yang boleh aku beri predikat sebagai hot daddy.


Tidak pernah aku menyesali sedikit pun menikah dengannya, bahkan aku sangat bahagia bisa memiliki Alex dan Jovan.


Kalau Tuhan mengizinkan aku ingin memiliki anak lagi dari suamiku tersayang, tetapi menunggu Jovan sedikit mengerti dan siap menerima kehadiran adik kecilnya.


Semoga kebahagian aku dan Alex akan terus berlanjut sampai kami tua, dia adalah lelaki terbaik yang Tuhan kirimkan untukku.


Alex yang bisa membuat aku menjadi wanita yang di hargai dan begitu menjaga perasaanku untuk tidak terluka.

__ADS_1


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Jangan lupa buat vote, like, dan komen gratis kok, buat mengobati rasa rindu yang kangen Alex dan Siera ... happy reading.


__ADS_2