Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 36


__ADS_3

Kepalaku menjadi sedikit pusing memikirkan sikap Monika tadi, aku harus segera memikirkan cara bagaimana cara untuk menyingkirkan wanita itu segera dari kehidupanku.


Jika aku terus membiarkan dia bertindak seperti itu, maka suatu hari nanti dia akan menjadi duri dalam daging di dalam rumah tanggaku dan Siera.


Aku harus segera menyelidiki kehidupan Monika dan mengirim wanita itu ke neraka kehidupan.


Ia sudah mengkhianati hubungan kami sebelumnya dan sekarang kembali menjadi benalu yang akan merusak rumah tanggaku.


Tidak akan aku biarkan semua ini terjadi, sebelum ia bertindak lebih jauh dalam kehidupanku lebih baik aku yang akan menghancurkannya kali ini.


Setelah memenangkan pikiran dan hatiku saat ini dari si pengganggu tadi, akhirnya aku mulai membereskan pekerjaanku kembali supaya aku bisa cepat pulang ke rumah menemani Siera.


Aku sibuk dengan setumpukan berkas dan dokumen yang harus aku tanda tangani, pekerjaan beberapa hari yang aku tinggalkan sekarang harus aku kerjakan dalam sehari.


Sepertinya aku butuh minum kopi hangat untuk mengusir kantuk yang mulai menyerang di saat membaca semua tulisan yang ada di setiap lembar kertas laporan.


Setelah meneguk secangkir kopi hangat, aku bisa berkonsentrasi kembali untuk memulai pekerjaanku saat ini.


Setelah berjuang cukup keras akhirnya selesai juga semua berkas yang tadi menumpuk di atas meja dan sekarang waktunya aku untuk pulang ke rumah.


*POV Siera*


Seharian di kamar tanpa aktivitas apapun membuat aku merasa bosan, sampai aku sempat tertidur.


Waktu aku membuka mata ternyata Alex sudah tiba di rumah dan sedang menatap wajahku yang terlelap.


"Kamu udah pulang sayang? Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanyaku sambil mengusap wajah.

__ADS_1


"Aku suka melihat wajahmu saat tertidur, wajah polos tanpa dosa," kata Alex sambil terkekeh.


"Kamu mau bilang kalau wajahku sedang tidak tidur banyak dosanya begitu," balasku sambil mencubit wajah Alex.


"Aku tidak ngomong begitu, itu hanya pendapat dari kamu aja," cibir Alex.


"Gimana keadaan kamu sekarang apa sudah baikan?" tanya Alex.


"Aku udah sehat lagi sayang, cuma bosan banget seharian di dalam kamar tanpa aktivitas apapun," jawabku.


"Kamu ingin beraktivitas apa di dalam kamar sayang? Kalau kamu tidak sedang sakit pasti aku buat kamu olahraga lagi di sini," ucap Alex menggodaku.


"Jangan bodoh lagi sayang, hampir saja kita mencelakai anak yang ada dalam kandunganku karena kecerobohan kita berdua," sahutku sambil terkekeh.


"Aku bawain donuts buat kamu sayang, semoga kamu menyukainya," kata Alex.


"Aku ingin menjadi suami yang baik untukmu," ucap Alex sambil tertawa.


Akhirnya Alex membantu aku bangun dan kami berdua turun ke bawah, di meja ada sekotak donuts yang baru saja di belikan Alex untukku.


Donuts dari sebuah brand dagang terkenal yang sangat banyak di gemari banyak orang saat ini.


Setelah seharian terkurung di dalam rumah sepertinya enak banget bisa menyantap donuts di temani secangkir coffee latte menambah kenikmatan setiap gigitannya.


Alex menemani aku sambil bercerita tentang kegiatannya seharian berada di kantor dengan setumpukan berkas yang membosankan untuk di baca.


Tiba-tiba Alex bercerita tentang Monika yang tadi pagi menemuinya di kantor dengan lancang memasuki ruangan kerja suamiku.

__ADS_1


Mendengar cerita Alex membuat aku semakin geregetan dan penasaran tentang apa motivasi Monika mengejar-ngejar suamiku.


Seketika selera aku hilang buat melanjutkan makan donuts.


"Kenapa kamu berhenti makannya?" tanya Alex.


"Mendengar cerita Monika, membuat selera makanku hilang," jawabku.


"Maafkan aku telah membuat selera makan kamu hilang, tapi maksudku bercerita supaya kamu tidak salah paham kepadaku di kemudian hari saat kamu mendengar cerita dari orang lain.


Paling tidak kamu sudah mengetahui kebenaran ini dari mulutku sendiri bukan dari orang lain," jelas Alex kepadaku.


"Aku mengerti dan aku menghargai kejujuran kamu tapi aku penasaran terhadap maksud Monika mendekatimu," balasku.


"Monika itu adalah wanita yang selalu mengejar kemewahan, waktu ia meninggalkan aku di saat perusahaanku masih belum berkembang seperti saat ini," sahut Alex.


Semoga aja aku dan Alex bisa melewati semua ini dan aku sangat menghargai keterbukaan Alex padaku.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa tinggalkan jejak dong dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ buat menjadikan novel ini favorit untuk info terbaru.


Bantu vote juga ya dan kalau kamu suka boleh bantu share dong supaya yang lain juga ikut membaca...makasih buat dukungannya.


Sementara menunggu cerita ini up lagi kalian bisa baca cerita aku yang lain.


Yang pasti tidak kalah menarik ... happy reading 🤗

__ADS_1



__ADS_2