Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Acara apa sich?


__ADS_3

Dewi lega karena Ia dan Bundanya akan kembali pulang, dirinya sejak tadi hanya duduk diam seperti patung.Bahkan dirinya merasa seperti nyamuk yang disemprot oleh Baygon dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Dewi hanya sesekali berfoto ria bersama Getra yang juga senang apabila diajak berfoto dan bergaya.


Sebelum pergi,Bundanya sempat berbisik pada Tante El yang juga tersenyum-senyum memandangi Dewi. Aneh menurutnya,tetapi Ia hanya terdiam menyaksikan kedua emak-emak dihadapannya.


'' Aku pergi dulu ya El!, kapan-kapan Kita pasti ketemu lagi.'' Ucap Bunda berpamitan.


'' Ya_iyalah,harus ketemu pokok'e... ''


Akhirnya Dewi dan Bundanya keluar dari restoran dan menaiki motornya. Namun disaat Dewi ingin mulai melajukan kendaraannya, sekilas dirinya seperti melihat Bosnya yang memasuki restoran ini.


'' Kok kayak Bos ya!,akh tau gitu kalau ada Dia di sini mending Aku tadi minta telaktiran atau nggak ngerjain tuh orang.'' Ucap Dewi dalam hatinya sembari segera melajukan kendaraannya.


'' DEWIII!!!... TUNGGUIN BUNDA DONG!, '' teriak Bunda yang ternyata belum naik ke motor.Teriakan Bundanya bukan hanya memekakkan telinga Dewi tapi juga banyak orang.


'' Ya elah Bunda,dari tadi kemane aje?!... bisa-bisanya ampe belom naek.'' Ucap Dewi dan memutar arah balik.


'' Dasar anak luc*nat,nggak mikir Bundanya udah naik atau belum!. Untung Kamu anak Bunda,kalau bukan udah Bunda geprek! '' seru Bunda mengomeli Dewi sembari menaiki motornya.


Dewi hanya membalasnya dengan anggukan tanpa mendengarkan omongan Bundanya. Omongan Bundanya sudah dianggap seperti angin lalu,bukan lagi masuk telinga kanan keluar telinga kiri,tetapi masuk telinga kiri balik telinga kiri.


Mereka akhirnya meninggalkan restoran dan menuju arah pulang dengan perjalanan yang diiringi omelan dan nasihat Bunda.


Dari arah restoran,Nanda saat ini tengah berbicara pada Maminya.


'' Nan,Mami udah punya calon istri buat Kamu.Dia itu cantik,baik,humoris juga sih orangnya,mau ya Mami nikahin Kamu sama Dia! '' ucap Mami Nanda yang ternyata adalah Tante El.


'' Tapi Mam,Aku nggak mau dijodohin atau semacamnya. Aku nggak suka!,'' balas Nanda. '' Lagipula Aku itu masih muda ngapain juga harus cepet-cepet nikah. ''


'' Gundulmu pehang,umur 27 tahun ngomong umur masih muda. Pokoknya Mami bilang mau ya harus mau, nggak ada kata bantahan!.Koma nggak pake titik, '' seru Tante El pada putra sulungnya.


'' Mami…bukan koma nggak pake titik,tapi titik nggak pake koma.Gitu Mih!,'' terang Getra yang membenarkan kata-kata Maminya.


'' Sama aja,intinya harus nggak ada bantahan.'' Sahut Bunda masa bodo.

__ADS_1


'' Huft,terserah Mami aja kalau gitu.Aku bisa apa ya kan?!,'' ucap Nanda yang akhirnya menyetujui perintah Maminya.


...----------------...


Keesokan harinya, Dewi mulai berangkat bekerja ke kantor Bosnya dan hal itu di lakukan saat waktunya bekerja.


Dua minggu kemudian,sebelum berangkat bekerja dirinya sempat diberitahu Bundanya untuk pulang cepat karena ada kerabat yang akan mengunjungi kediamannya.


Di kantor Dewi berlari kencang karena terlambat datang dan lagi-lagi dirinya mengalami kesialan dengan menabrak Bosnya di depan banyak orang.


'' Sh*it!,mengapa Kau itu senang sekali menabrakku.Hah?!,'' bentak Nanda pada Dewi yang sedang mengusap bo*kon*gnya lagi.


'' Ya ampun, mana ada yang senang kalau tabrakan.Memang ya Mas Nanda ni Bos tapi 'beleguk, '' ucap Dewi yang masih saja memanggil Bosnya dengan sebutan Mas,bahkan menyebutnya sebagai Bos yang bodoh.


Terlebih lagi di sini ada banyak karyawan yang melihatnya dengan tatapan jengkel sekaligus ingin tertawa karena masih ada orang yang berani melawan Bosnya yang terkenal sifat dingin tetapi tampan.


'' Kau! berani sekali pada Bosmu. Sudah berulang kali Aku bilang jangan panggil Aku Mas!,'' seru Nanda yang paling tidak suka dipanggil Mas dan bukannya Bos atau Pak.


'' Ya ampun ni orang, masih untung nggak dipanggil kakek atau Mbah.'' gerutu Dewi namun masih didengar oleh semuanya.


Nanda mengusap wajahnya kesal karena ulah Dewi yang sangat berani itu,sementara yang lainnya hanya bisa menahan tawanya karena baru kali ini Bosnya kewalahan menghadapi seseorang apalagi dia adalah seorang wanita.


'' Ah ya ampun, Aku kesiangan.'' panik Dewi yang segera melangkah pergi tergesa-gesa tanpa berpamitan pada Bosnya itu.


'' Dasar tidak tahu sopan santun!, sudahlah lebih baik Aku pergi melanjutkan pekerjaanku yang menumpuk.'' Ucap Nanda,'' Aku rasa Kalian semua sudah bosan untuk bekerja di perusahaan, oleh sebab itu kalian semua bermalas-malasan dengan menonton hal yang tidak penting!.''


Ucapan Nanda seketika membuat kesadaran karyawannya untuk kembali menyelesaikan pekerjaannya karena takut mendapatkan surat peringatan.


Dewi memasuki ruangannya yang kini rekannya telah berada di sana termasuk Pak Hendri.


Begitu sampai dirinya langsung mendapat tatapan tajam dari Silpi dan pak Hendri.Dirinya langsung menelan salivanya karena tatapan yang seperti itu, dirinya heran mengapa Ia sama sekali tidak takut dengan Nanda justru malah sedikit takut pada dua orang di depannya dengan tatapan tajamnya.


'' Dewi!, mengapa hari ini Kamu sangat terlambat.Kamu pikir ini perusahaan nenek moyangmu!,'' seru pak Hendri.


Dewi hanya menundukkan kepalanya sembari menggigit bibir bawahnya.Dirinya tidak sanggup untuk membalas perkataan pak Hendri dan alhasil dirinya mendapat omelan dan sebuah peringatan.

__ADS_1


'' Nasib-nasib... ,'' batinnya.


...----------------...


Dewi akhirnya menyelesaikan pekerjaannya dan dirinya hari ini dapat pulang lebih awal dibandingkan dengan hari-hari biasanya.


Begitu tiba di rumah ternyata sudah banyak sanak saudaranya yang berada di rumahnya. Dewi bingung ada acara apa sehingga rumahnya diberi hiasan atau desain dan rumahnya sangat rapi hari ini.


'' Assalamualaikum,Dewi pulang! '' ucapnya begitu memasuki rumahnya setelah bersalaman dengan sebagian saudaranya di halaman depan.


'' Waalaikumsalam,'' balas semuanya serempak. Ternyata bukan hanya saudara atau kerabatnya yang berada di rumahnya tetapi tetangga di lingkungan tempat tinggalnya pun berada di rumahnya.


Dewi terheran-heran sebenarnya akan ada acara apa di rumahnya sampai-sampai mengundang tetangganya di rumah. Dewi segera menghampiri Bundanya yang kini tengah menggoreng ayam dalam jumlah banyak.


'' Bunda, hari ini ada acara apa sih? '' tanya Dewi to the point pada Bundanya.


'' Ntar Bunda kasihtau, sekarang Kamu siap-siap pake baju yang ada di atas kasurmu.'' Seru Bunda tanpa menjawab pertanyaan Dewi.


'' Tapi Bun--''


'' Tiara sini Nak!,'' panggil Bundanya yang memanggil salah satu sepupu Dewi.


'' Iya Bude?,'' tanya Tiara.


'' Tolong Kamu rias wajahnya Dewi yang cantik ya, peralatan make upnya udah ada di kamar Dewi!_Kamu ajak yang lainnya juga ya '' Pinta Bunda tanpa memikirkan Dewi yang bertambah kebingungan.


'' Iya Bude.'' Jawabnya, '' ayo Mba Kita ke kamarnya Mba!,Aku ajak sepupu Kita yang lainnya buat ngebantu Mba dandan plus mau ikut ngerias wajah Kami hehehe... ''


Dewi pun terpaksa mengikuti ajakan sepupunya untuk dirias seanggun mungkin,dirinya masih bingung dan penasaran ada acara apa sebenarnya sampai-sampai Ia harus berdandan cantik.


To be continued... .


Halo Author kangen nih,minta dukungannya dari Kalian ya... please klik tombol jempol di bawah ini karena itu gratis...


Oke sampai jumpa di next eps,

__ADS_1


Salam Sayang


Author~😘😘😘.


__ADS_2