
Saat ini Dewi tengah dirias oleh lima orang sepupunya,sebenarnya Ia sangat ingin tau ada acara apa sebenarnya.
'' Ih,Mba Dewi cantik banget! iya nggak Vin?,'' ujar Tiara pada sepupunya yang bernama Vina.
'' Hu'um, Mba Dewi emang cantik! '' balas Vina.
Dewi tersenyum senang dan berkata pada sepupunya, '' Akh, Kalian emang punya mata yang jernih makanya bisa tau mana yang bening mana yang nggak.'' Ucap Dewi yang justru sangat percaya diri karena merasa dirinya sangat cantik.
'' Eleh, Kalian mah senang banget nyenengin Dewi.Langsung terbang tuh hidungnya,hahaha... '' ejek Dinda.
'' Ih tapi emang cantik kok Mba Dewi!,'' tukas Vera.'' Cantik sekebon binatang,bwahahahaha... ''
Ucapan Vera langsung membuat keempat sepupunya tertawa mengejek ke arah Dewi, sementara itu Dewi yang awalnya senang dipuji oleh semua sepupunya langsung kesal setelah diejek oleh dua sepupunya Dinda dan Vera.
'' Udah-udah! bentar lagi acara mau mulai mending Kita nyelesain ngerias Mba Dewi,mumpung masih ada waktu. Kalian juga kalau mau dandan cepetan biar nggak ketinggalan acaranya!, '' seru Cinta sepupu Dewi yang lainnya. Karena perkataan Cinta akhirnya sebagian sepupu Dewi merias penampilannya dan sebagian lagi merias diri mereka masing-masing.
Waktu telah menunjukkan pukul 20.00 malam, Dewi kini sudah siap dengan sebuah gaun berwarna hijau pekat dengan beberapa hiasan aksesoris dibagiannya.
Dewi dan sepupu-sepupunya masih berada di dalam kamar milik Dewi,sementara di luar kamarnya sudah mulai ramai orang berada di rumahnya.
Dewi masih penasaran ada apa sebenarnya,Ia sampai dibuat kesal karena para sepupunya tidak ingin menjawab pertanyaannya melainkan menyuruhnya untuk tetap diam.
'' Eh,udah selesai siap-siapnya?!. Tamunya udah pada datang,ayo Kita semua turun ke bawah!... '' Seru Bunda begitu tiba di kamar Dewi.
Semuanya langsung menoleh ke arah Bunda termasuk Dewi. Bunda berkata,"wah, Kamu cantik banget Dew!. Nggak nyangka Bunda punya anak secantik Kamu, " puji Bunda yang dibalas senyuman Dewi.
" Ya udah Bude,Kami turun duluan yah! " pamit Vina pada Bunda.
" Akh,iya makasih udah ngerias Dewi ya!.Tiara di sini aja dulu biar turun bareng Bude sama Mba Dewi. "
Setelah keempat sepupunya pergi Dewi yang sudah tak bisa menahan rasa penasarannya langsung bertanya pada Bundanya.
" Bunda,sebenarnya ada apa sih ?." Tanya Dewi, " kenapa dirumah Kita rame banget terus kenapa juga Aku didandanin segala ribet tau nggak!."
" Kamu hari ini mau dilamar Dew..."
__ADS_1
" Apa!,Bunda are you seriously?!." Pekik Dewi, " Bun!,udah berkali-kali Dewi bilang_Dewi udah punya pacar!, kenapa sih Bunda tetep aja ngeyel?!.''
'' Dewi!,nggak ada penolakan ya." Tegas Bunda, " lagipula pacar Kamu itu ngga pernah serius sama Kamu Dew, lebih baik Kamu itu nikah sama pilihan Bunda yang benar-benar baik sama Kamu kedepannya!.''
'' Tapi Bun--- ''
'' Nggak ada tapi-tapian,'' potong Bunda. '' Kalau Kamu berani nolak permintaan Bunda... jangan harap Kamu bisa ketemu Bunda lagi!.''
'' Hah?,emangnya Bunda ngga nyesel ketemu Dewi? ndak rindu!.'' Dewi tersenyum sinis.
'' Ngga!,'' balas Bunda. '' Harus tegas Fan! itu satu-satunya cara biar anak Kamu nikah dan ngga akan menjadi perawan tua selamanya. '' Batin Bunda dalam hatinya.
'' Kalian sebenarnya kenapa sih?,dari tadi ngomong Aku ngga ngerti tau ngga?!.''
'' Diam!,'' ucap Keduanya tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Tiara yang bingung.
'' Ish Aku ngomong dikit aja ngga boleh udah untung tadi Mba Dewi Aku dandanin,'' gerutu Tiara kesal.
'' Ayo Kita turun sekarang!, calon tunangan Kamu dan keluarganya udah ada di sana. '' Perintah Bunda, '' ngga ada bantahan!. "
Belum sempat Dewi protes, Bundanya sudah terlebih dahulu memotong perkataannya.
Tak mungkin jika Ia menyakitinya, sudah berulang kali dirinya selalu menghancurkan hati kekasihnya itu.Dan kini harus terulang lagi bahkan lebih buruk dari yang sebelumnya.
Nampak dari sana Dewi melihat Tante Elita dan putranya Getra,namun yang membuat Dewi tidak percaya sekaligus terkejut adalah hadirnya Bos di kantornya bekerja atau yang biasa Ia panggil dengan sebutan Mas Nanda.
'' Mas Nanda ngapain juga ke sini sih!,'' gumam Dewi. '' Atau jangan-jangan Dia itu salahsatu keluarganya calon_ih apaan bukan calonku!."
Dewi sangat tidak suka dijodohkan seperti ini terlebih lagi dirinya sama sekali tidak mengenal siapa calonnya itu.
" TANTE TANTIK!!!," teriak seorang anak kecil yang tak lain Getra.Getra yang baru melihat Dewi langsung memanggilnya dengan sangat kencang sampai-sampai semua orang langsung melihat ke arahnya.
Nanda yang juga melihat arah pandangan Getra pun dibuat terpana akan kecantikan Dewi yang seperti dewi ( Author nya ngaco, ya jelas kayak dewi orang namanya Dewi 🤣🤣🤣😂😂😂😂…).
Dewi tersenyum membalas panggilan Getra, dirinya dibawa oleh Bunda dan Tiara menuju tempat yang sudah ditentukan dan ternyata dirinya duduk berhadapan dengan Nanda.
__ADS_1
Dewi berkata, " Mas Nanda ikut ke sini juga toh?," tanyanya namun tidak dijawab oleh Nanda.
" Tiara tolong ambilkan Mba minum di kulkas!," pinta Dewi. " Mba haus. "
Sebenarnya didepannya ada banyak air namun dirinya ingin meminum air dingin untuk menghilangkan rasa hausnya.
Tiara yang mendengar bisikan Dewi langsung bergerak mengambilkan segelas air untuk Dewi dan segera memberikannya. Tante El melihat kearah Dewi dan berucap, " wah calon istrinya Nanda anak Mami cantik banget ya."
Pujian Tante El seketika membuat Dewi refleks menyemburkan air yang tengah diminumnya dan sayangnya cipratan air tersebut mengenai wajah Nanda.
Nanda kesal karena wajahnya kini terkena cipratan air dari bekas mulut Dewi, Ia melengos mengusap wajahnya. Sementara yang lainnya diam sembari memperhatikan ekspresi wajah Nanda yang sedang kesal.
" Maksudnya Tante apa ya?, " tanyanya. " Kok Aku nggak tau kalau Mas Nanda calon suami Aku!."
Elita yang mendengar pertanyaan Dewi langsung curiga mengapa Dewi sampai tidak mengetahui siapa calon suaminya itu.
" Fan!,kenapa anak Kamu sampai belum tau kalau Dia bakal jadi mantuku?!."
" Kamu bilang Dewi udah tau dan Dia setuju kalau Kita berniat menjodohkan anak Kita!," sambung Tante El sembari menatap kearah Fania_Bunda Dewi.
" Anu-itu_aduh apa ya---"
" Pokoknya Aku nggak mau dijodohkan dan menikah sama Mas Nanda!." Potong Dewi, " maaf sebelumnya tapi jujur dari hati,Aku nggak suka sama Mas Nanda. "
'' Walaupun ganteng, tapi Aku nggak suka sama sikapnya yang sok merintah mana sok cool lagi!.'' Gumam Dewi pelan namun semua orang mendengar keluhannya.
Nanda yang memang sudah merasa geram sekaligus malu karena ditolak oleh Dewi di depan para tetangganya langsung berkata," nggak ada penolakan,Kamu harus tunangan dan menikah sama Aku!."
" Loh-loh, kok main pendapat sendiri." Protes Dewi, " pokoknya Aku nggak mau!."
" Saya mau bicara sama Dewi sebentar!!!!!!," setelah mengatakan hal itu, Nanda langsung menarik Dewi ke arah yang lain dan lebih sepi yang hanya bisa keduanya dengar.
To Be Continued... .
Minta dukungan dari Kakak-kakak semua,
__ADS_1
Salam Sayang
Author ~😘😘😘.