Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
sАН!—part 2


__ADS_3

Dewi menghembuskan napasnya dan kembali menghirup udara malam. Di tengah kesendiriannya ini, pintu kamarnya mulai terbuka dengan menampilkan sosok Nanda yang sepertinya kelelahan setelah menyapa tamu undangan yang sangat terbatas. Acara akad dan resepsi dilakukan pada hari yang sama hanya saja dengan tempat yang berbeda.


Dewi melirik Nanda dari arah balkon, begitu juga dengan Nanda yang meliriknya sekilas saat hendak masuk menuju bathroom.


Melangkah tidak sadar, kaki Dewi berhenti tepat di sebuah koper yang merupakan milik suaminya. Dewi menggigit bibirnya kesal, mengapa kakinya ini terlalu jujur untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik dan patuh pada suaminya.


Dengan perlahan Dewi membuka koper dan mengambil keperluan Nanda seperti pakaiannya dan juga emh, ... (author malu mau bilangnya nih 🙈 Author udah tobat dan insap ngomong yang jurus ke nganu tau, kata mama othor dosa :v tanpa dijelasin othor yakin udah pada tau lah ya ✌).


Dewi kembali menutup koper milik suaminya setelah mendapatkan apa yang diperlukan suaminya, namun belum saja ia sempat menaruhnya di atas kasur—tiba-tiba pintu dari arah bathroom telah terbuka.


“Ngapain kamu?” tanya Nanda mengejutkan Dewi yang baru saja berdiri. Dewi yang mulanya terkejut kini bertambah terkejut saat melihat Nanda yang hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Tanpa sadar Dewi menjatuhkan benda yang ada di tangannya ke lantai, dengan melongo Dewi masih memposisikan tangannya seperti memegang benda yang ternyata telah jatuh di depan kakinya.


“Heh, ... ditanya malah diem—kamu ngapain?”


“Astagfirullah astagfirullah astagfirullah astagfirullah! ... Kamu ngagetin ih Mas,” Dewi kembali dibuat terkejut saat Nanda yang tanpa disadarinya telah berada di depan matanya.


“Ya kamu sih, ditanya malah bengong kek sapi ompong—malah nyalahin orang.” Nanda bersedekap dada dan hal itu semakin membuat Dewi salah tingkah dibuatnya.


“Iih udah argh, cape debat sumpah! Niat buat jadi istri baik dengan nyiapin baju dan anu gagal karena kamu dewek toh? Dah ah Aku mau tidur bae,” Dewi menghindar dari tatapan Nanda dan segera naik ke ranjang untuk segera tidur cepat.


Nanda geleng kepala dan segera meraih pakaian yang telah disiapkan oleh istrinya ini. Namun baru saja ia hendak masuk kembali ke bathroom untuk berganti pakaian, akal liciknya lebih tepatnya kejahilannya membuat niatnya batal dan lebih ingin menjahili Dewi.


Ekhem ekhem ...

__ADS_1


Nanda bergerak seakan hendak melepas handuk-nya di depan Dewi yang diyakininya hanya berpura-pura tertidur.


 


“Ah, Dewi udah tidur ngapain juga pake ganti baju di kamar mandi, di sini aja kan gapapa kali ya? Toh, Dewi udah jadi istri dewek ngapain malu.”


Dewi yang mendengar ucapan Nanda tengah berpikir keras untuk tetap memejamkan matanya. Namun sudah tak tertahan, ia memilih untuk membuka matanya sedikit dengan teknik mengintip tanpa properti. Tak ada salahnya mencuci mata kepala sendiri pada suami sendiri bukan? Begitu pikirnya...


(Permisi-permisi, othor juga boleh ngintip ngga nih ... mumpung khilap lagi mampir dan si insap lagi beli cendol kan yak? :v)


Dewi melihat pergerakan Nanda yang hendak membuka handuk-nya, sedikit lagi ... sedikit lagi ... sedikit lagiiii


Sedikit lagi dan—


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


Nantikan di part selanjutnya oghe 😚, jangan lupa komentarnya ogheee!


 


Semoga takada yang marah bah :v..


 


Dan sekarang waktunya untuk—


 


Kaburrr :v 🐊🏃🏻‍♀🏃‍♀🏃‍♀

__ADS_1


__ADS_2