
Getra sudah wangi dan harum serta tampak fresh, seperti yang telah diduga bahwa Dewi yang telah membersihkan tubuh adiknya.
“Sebentar, ... Mamas ambil baju Getra di motor,” ucap Nanda yang ternyata hari ini mengendarai motor.
“Tumben-tumben Mas Nanda pake motor, eh tapi masih pagi deng. Mas Nanda juga belum siap-siap ke kantor,” batin Dewi yang kembali memegang tangan Getra dan membawanya ke meja makan.
Hari ini ia ingin memasak untuk sarapan adiknya, ia akan memasak nasi goreng yang dilengkapi dengan goreng ikan nila kesukaannya.
...----------------...
Di depan kompor, Dewi tengah berpikir apa yang harus ia lakukan pertama kali. Apakah ia harus menggoreng nasinya terlebih dahulu atau memasukan bumbunya?
Entah kenapa hari ini Bunda Fania belum memasak satupun masakan, ada apa dengannya? Oh Bundaaa, where are you?! ...
Karena Dewi yang memang merasa sudah paham akan pemikirannya, ia berinisiatif untuk memasukan nasi terlebih dahulu barulah bumbu yang telah ia haluskan dengan blender.
Dewi menuangkan minyak goreng yang sangat banyak, bahkan saat minyaknya belum sempat panas Dewi sudah akan memasukkan nasi ke dalam kuali.
Nanda yang tiba di dapur untuk menemui Getra serta memakaikan pakaian yang bersih untuk adiknya, ia langsung berteriak pada Dewi yang ingin menuangkan banyak nasi ke dalam kuali yang minyaknya masih dingin atau belum panas.
“Hei, ... jangan tuangkan dulu!”
...Nanda langsung berlari dan segera menghadang niat Dewi yang ingin menuangkan atau memasukkan nasi ke dalam minyak yang masih belum panas. ...
Nanda mencekal lengan Dewi yang digunakan untuk memegang semangkuk besar nasi. Dewi yang terkejut sampai menampakkan ekspresi seperti yang biasa orang tunjukkan saat kaget atau terkejut.
“Astaga, Aku kaget tau nggak?! ... Mau ngagetin nggak kasih aba-aba!” Geram Dewi, “lagipula kenapa sih?!”
Nanda menggelengkan kepalanya, “ini Kamu mau ngapain?” Tanya Nanda yang heran akan kebodohan Dewi.
“Nggak lihat, Aku mau nuang nasi di tanganku untuk masak nasi goreng? Lepasin tanganku! Aku mau nuang ini dulu,” kesal Dewi pada tunangannya.
Mendengar jawaban Dewi, Nanda langsung menepuk keningnya menggunakan salah satu tangannya yang juga memegang pakaian Getra.
“Astaga, ya ampun Dewi! Kamu kalau mau masak nasi goreng minyaknya musti panas dulu, jangan kebanyakan minyak, ntar yang ada nasinya mandi. Terus yang namanya mau masak nasi goreng cemplungin dan masak bumbunya dulu, jangan nasi nya dulu!”
__ADS_1
...Tutur Nanda yang menjelaskan cara memasak nasi goreng dengan benar pada Dewi, ia kini telah melepaskan tangan atau lengan Dewi yang tadi dicekalnya. ...
“Ooooo ... , berarti Aku lupa. Ya udah Aku masukin bumbunya dulu baru nasi nya,” respons Dewi yang akhirnya menuruti Nanda.
“Nah, tungguin minyaknya panas dulu baru masukin bumbu.” Ucap Nanda lagi yang bersedekap dada menyaksikan Dewi beraksi, “mau sampai kiamat pun kagak bakal panas tu minyak! ...”
Dewi memegang wadah yang berisi bumbu nasi goreng nya untuk segera menuangkan ke dalam kuali. Namun sudah lebih dari satu menit, minyak yang berada di dalam benda di hadapannya masih belum panas sama sekali.
Dewi sesekali melihat dengan jarak dekat ke arah minyak di dalam kuali tersebut. Dewi sampai mengerutkan dahinya karena bingung memikirkan apa yang terjadi.
“Ini kenapa minyak kagak panas-panas? Sumpah Bunda kalau milih minyak kemasan kenapa yang merek nya kagak jelas! Minyak sesat aja Bunda tetep beli, udah mahal tingkat dewa tapi kualitas kelas manusia!”
...Gerundel Dewi dalam hatinya yang geram dan jengkel karena si minyak belum juga panas. ...
Nanda masih setia memperhatikan Dewi yang tetap mempertahankan kebodohannya. Dasar generasi micin!
“Kakak tantik, kok belum jadi makanannya? Aku udah lapel nih! ...” Keluh Getra yang sudah merasa lapar dan jenuh menunggu di meja makan.
“Sabar Getra, ini Kakak bingung. Kenapa dari tadi minyaknya belum panas-panas!” Balas Dewi yang membuat Getra penasaran lalu mendekati Dewi.
“Aduh Kak, gimana minyaknya mau panat kalo kompol nya belum Kakak nyalain!” Ucap Getra yang membuat Nanda tersenyum dan juga membuat Dewi terkejut bukan main.
“Udah Dewi, sana duduk sama Getra di kursi! Biar Mas yang urus nasi goreng nya,” titah Nanda yang berniat untuk memasak masi goreng tersebut.
“Tapi kan—”
“Udah, nggak usah nolak! Kamu pakaikan baju Getra aja nih,” seru Nanda yang memotong ucapan Dewi seraya memberikan pakai Getra yang tadi dibawanya.
Dewi terpaksa menerimanya dan langsung membawa Getra ke meja makan serta memakaikan pakaian bersih untuk Getra yang tadi dibawa oleh Nanda.
Nanda mulai menghidupkan kompor dapur, sebelumnya ia telah mengurangi minyak yang tadi dituang oleh Dewi menjadi ukuran yang pas.
Dewi dan Getra menyaksikan Nanda yang lihai dan terlatih dalam memasak layaknya seorang Chef handal atau sudah pro.
“Ma–Mat ku kelen kan Kak tantik? Aku teneng punya Ma–Mat Nanda, Aku kalo udah gede mau jadi kayak Mat Nanda!”
__ADS_1
Bisik Getra di telinga Dewi tentang impiannya yang ingin menjadi sosok seperti Nanda. Dewi yang mendengarnya hanya tersenyum dan mengelus kepala Getra.
Setelah lima belas menit berkutat dengan dapur, Nanda selesai memasak dan menyajikan nasi goreng di atas meja. Tentu saja tepat di depan mata Getra dan Dewi yang telah berbinar-binar.
Tangan Dewi dan Getra sudah akan meluncur menyentuh centong untuk menuang nasi goreng tersebut ke dalam piring mereka. Namun dengan cepat Nanda mengambilnya, “enak aja mau makan ... tunggu Bunda sama yang lain!”
Getra sudah menurut dan kembali duduk diam, sedangkan Dewi yang memang sudah tidak tahan akan rasa dari nasi goreng yang menggoda iman tersebut, masih menggerakkan tangannya untuk meraih apa yang diinginkan.
Pletok ...
“Auwh ... ,” Dewi mengaduh saat Nanda menggetok punggung tangannya menggunakan sendok besi.
“Dikasih tau, sabar!”
...Dewi cemberut saat Nanda kembali mengomel, bahkan ia lebih kesal karena punggung tangannya yang kesakitan dibuatnya....
“Dasar suami nggak ada akhlak!”
To be continued ...
...----------------...
Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘
Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏
Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘
Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa update 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌
Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...
💖... Thanks All! ... 💖
See you later guys ... .
__ADS_1
Salam sayang
Authoreo~😚😚😘😘😘.