Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Nапdа vs Gùпа


__ADS_3

“Haaaa benarkah? Aku ini kan mantanmu, sudah pasti Aku akan mengurusi hidupmu. Kau dan Aku pernah sehati bukan? Mungkin ke depannya Kita akan kembali bersama lagi,” ucap Guna tersenyum pada Dewi.


Dewi yang mendengar ucapan dari Guna, langsung meludah di trotoar. “Cih, orang sepertimu tidak pantas denganku! Orang sepertimu tidak pantas untuk memiliki cinta, orang sepertimu hanya bisa berkhianat!”


“Lalu apa bedanya denganmu?”


“Aku jelas berbeda, dari kepunyaan saja sudah berbeda denganmu.” jawab Dewi yang memutar kedua matanya jengah.


“Kalau yang itu jelas berbeda!” Kesal Guna yang menatap tajam Dewi, “sifatmu sama sekali tak pernah berubah. Hingga saat ini Aku masih sangat menyukaimu, hahaha ... .”


“Sudahlah Gugun! Tidak perlu berbasa basi dengan rayuan sesatmu itu,” ketus Dewi yang benar-benar jijik akan perkataan Guna.


“Hei ayolah! Tidak usah malu-malu begitu, lagipula untuk apa aku berbasa basi? Aku memang benar-benar serius mengatakannya,” Guna yang disebut Gugun oleh dewi pun menjawab perkataan Dewi. “Sudahlah tidak perlu berdebat seperti ini, lebih baik kita makan di restoran yang tadi–Kau menyukainya kan?”


“Diamlah! Aku tidak mau makan bersama orang sepertimu, dasar pendusta. Asal kamu tahu? Gara-gara memilih orang sepertimu, Aku justru menduakan hubunganku dengan mas N.A!” sentak Dewi yang menatap sinis Guna.


“Hei bukan salahku kalau begitu, kau sendiri yang berkhianat bukan karenaku. Ck, benar-benar tak masuk akal!” Guna membela dirinya begitu Dewi mengalahkannya.


“Kau!” Dewi menujuk Guna dengan tatapan kemarahannya.


“Hah, apa–mau membela diri? Lagipula apa istimewanya orang seperti dia, tidak jelas asal usulnya. Bahkan wajahnya pun kau tak mengetahuinya benar bukan?” cecar Guna yang tak mengizinkan Dewi untuk kembali menyangkalnya.


Dewi yang masih tidak terima dengan perkataan mantan kekasihnya, langsung menarik rambut Guna dengan kencang. “Kaga usah ngomongin orang dah! Mending tobat lu, mau gue kenal ato kaga yang penting dia setia! Nggak kek kamu yang suka maen cewek.”


“Hei, lepas genggaman tanganmu pada rambutku Dewi!” Guna yang kesakitan, meminta Dewi melepaskan cengkeraman di rambutnya.


“Kagak gua lepasin, mampus lu sama gua!” Dewi kekeh tak mau melepaskan cengkeramannya.


Guna yang kesal bercampur geram langsung mencekal kuat lengan Dewi sampai membuatnya kesakitan.


“Aw, lepasin!” Dewi merintih kesakitan dan berusaha melepaskan cekalan tangannya dari Guna.


Guna tersenyum licik dan mulai memajukan wajahnya mendekat ke wajah Dewi. Ia sama sekali tidak merasa malu bertingkah konyol seperti itu di hadapan banyak orang.


Guna yang tak mempedulikannya, sampai tidak memyadari bahwa dibelakangnya Nanda telah mengepalkan tangannya.


Bugh


Sebuah bogem mentah yang berasal dari kepalan tangan Nanda mendarat mulus di punggung Guna. Guna yang terkejut langsung terjungkal dan melepaskan cekalan tangannya di lengan Dewi.


Dewi ikut terkejut akan kedatangan Nanda secara tiba-tiba yang langsung memukul Guna. Bukan hanya ia, tetapi semua orang yang berada di sana.

__ADS_1


Guna yang tidak terima atas perlakuan Nanda padanya berdiri dan melawan Nanda. Karena keduanya sama-sama tidak mau mengalah terjadilah baku hantam diantara keduanya. Dan jika ada yang bertanya di mana semua orang? ... Lihatlah, mereka semua justru asik menyoraki keduanya yang bergelut atau adu jotos demi merebutkan satu wanita.


Lalu di mana Dewi? ... Ia justru kalut karena takut sekaligus malu karena semua orang yang melihatnya juga Guna dan Nanda. Ia hanya berjalan mondar mandir kebingungan tentang apa yang harus dilakukannya. Ah ya ampun Dewi, are you seriously?


“Aduh, ni dua cowok kaga ada kerjaan sumpah!” Dewi berbicara pada dirinya sendiri, “ya ampun kudu dipisahkan ini haaaa ...”


Dewi memutuskan untuk mendekat ke arah keduanya demi melerai aksi baku hantam yang mengerikan itu. Tinggal beberapa langkah ia sampai, ia justru kembali mundur karena hampir saja terkena pukulan Nanda yang mengarah ke Guna.


“Hadeh, ini mah konsepnya Syahrini. Haish,” Dewi memanyunkan bibirnya. “Maju mundur maju mundur syantik syantik, kedip mata biar kau melirik ... , Eh bener kaga tuh lirik. Au ah gelap!”


Dewi yang takut hanya bisa berteriak ke arah keduanya, “woy, udah woy! Malu diliatin banyak orang, mau taro di mana ini mukaaa? ...”


Tak menghiraukan perkataan Dewi dan lebih memilih berkelahi. Benar-benar hal yang tidak patut untuk ditiru dari Nanda.


Dewi melihat semua orang yang hanya membantu menyoraki perkelahian Nanda dan Guna. Ada sebagian orang yang jutru merekam perkelahian keduanya, sementara saat kamera menyorot ke arahnya Dewi langsung menutup wajahnya menggunakan tas jinjing di tangannya.


“Pak, Mas eh Om. Aduh, siapa aja tolong bantu pisah dua orang ini!” Dewi meminta bantuan pada para pria yang mengerubungi atau menonton perkelahian Nanda dan Guna sejak tadi.


Permintaan tolong Dewi sama sekali tak dihiraukan oleh mereka, Dewi masih berusaha meminta bantuan pada mereka begitu pertarungan yang semakin menjadi. Bahkan ia cemas karena Nanda yang sudah terluka karena pukulan Guna di sudut bibirnya.


📢📢📣📣📣Perhatian untuk para pemirsa! ... Kaga usah pada cemas yee ... othor akan hadapi si gugun yang anu ogheeee 😎😎😎


“Tolongin plis Mba, Mas!” pinta Dewi lagi pada semua orang seraya mengatupkan kedua telapak tangannya.


“Kami bukan gamau bantu Mba ... ,” ucap salah satu pria yang mewakili pria lainnya.


Dewi menatap pria di hadapannya dengan sesekali melihat keadaan Nanda yang tengah bertarung, “lah kalau bukan gamau apaan, mager?”


Pria itu menjawab lagi, “takut kena tonjok.” Dewi yang mendengar jawabannya langsung menghembuskan napasnya kasar.


“Huh, anu aja yang jantan. Mental kok lemah, gitu aja kagak berani!” sinis Dewi.


“La emang Mba sendiri berani?” tanya balik pria tersebut.


“Ya kage, gue kan cewek sekali tepuk lima daun terlampaui.” Dewi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sementara pria tadi dengan beberapa orang menjadi kebingungan akan perkataan Dewi yang tidak bermaksud.


“Hih, malah ngegibah kan. Orang lagi gelut kalian malah ngajak ngobrol bantu tolong pisahin lah!” Dewi kembali berkata, “bantu mikir solusi kek apa kek haaaa ...”


Semuanya memikirkan solusi yang tepat untuk membantu Dewi. Ditengah memikirkan solusi, muncul seekor kecoa yang melintas di depan kaki Dewi. Dewi yang melihatnya, meraih kecoa tersebut untuk disingkirkan. Di saat hendak membuangnya ke dalam semak-semak tanaman, tangannya berhenti.


Muncul sepintas ide di dalam otaknya. “Ini kekira mujarab apa ngga ya? Kalau seingetku si gugun takut kecoa, tapi kalau mas Nanda ...” Dewi bertanya-tanya, “aish bodo ah. Belum coba belum tau, setidaknya si gugun takut kecoa terus mas Nanda ada kesempatan menang ngehajar tuh.”

__ADS_1


Dewi memanggil salah satu pria yang dekat dengannya, “Om bisa minta tolong kaga?” Pria yang disebut “Om” oleh Dewi langsung merongos, “saya masih belum nikah ngapa pula kau panggil om?!”


“Hih tesera dah ... ,” Dewi tak peduli, “Mas lemparkan ini kecoa ke mereka berdua yang lagi gelut sana!”


“Hah?” Pria tersebut kaget, “buat apaan?”


“Udah sana kaga usah banyak nanya! ...” Dengan gerutuan pria tersebut akhirnya menurut dan mulai mendekati Nanda dan Guna. “Mas kecoaaaa ...!” teriaknya seraya melemparkan kecoa yang masuk ke dalam jas Guna.


Guna dan Nanda yang terkejut langsung berteriak, “hah? Kecoa, manaa?” Nanda dan Guna akhirnya berhenti bergelut dan langsung panik begitu mendengar kata kecoa. Nanda dan Guna memeriksa pakaian mereka yang kotor karena tanah dan juga sedikit darah karena pukulan satu sama lain.


Orang-orang mulai jengah dan langsung membubarkan perkumpulan mereka sejak tadi, dan apakah ada yang bertanya di mana juru kamera? ... Ternyata ia justru tertawa ngakak sekaligus masih bertahan memegang kamera di handphone-nya untuk merekam jelas kejadian aneh ini.


Ia mungkin akan mengupload-nya untuk menaikkan popularitas konten yang dibuatnya. Benar-benar ajib bin ajaib.


Dewi tak kalah sama, ia justru tertawa ngakak seraya duduk di trotoar tanpa peduli keadaan dan kebersihan. Nanda dan Guna masih saja waspada, keduanya justru berpelukan layaknya pasangan yang tengah ketakutan dan saling melindungi.


Dewi benar tak menyangka bahwa Nanda juga takut pada kecoa kecil yang tadi ditangkapnya. Hahaha, ... .


To be continued ...


Untuk semua readers si Dewi maaf sudah buat menunggu 🙏😘 InsyaAllah Author bakalan up lagi, tetap setia buat pemirsah Mba Dewi ... ♡


...----------------...


Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘


Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏


Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘


Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa update 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌


Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...


💖... Thanks All! ... 💖


See you later guys ... .


Salam sayang


Authoreo~😚😚😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2