Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Getra Menginap!


__ADS_3

“Kakak tantik goyangannya yang tekti kak,” celetuk Getra yang membuat semua melirik ke arahnya kecuali Dewi.


Getra yang menyadari bahwa kakak dan maminya menatap dengan tatapan yang sama, langsung menundukkan kepalanya agar kedua matanya tidak melihat tatapan mereka yang mengerikan.


Begitu melihat Getra yang menunduk Mami El kembali pada tatapan awalnya. Begitu juga dengan Nanda yang kembali fokus dalam menyetir mobilnya, dan jangan lupakan penari abal-abal kita siapa lagi kalau bukan Dewi.


Getra yang selalu terpojokkan lebih memilih tidur selama perjalanan mereka tiba. Supir Mami El telah pulang lebih dahulu atas permintaan majikannya.


...----------------...


Saat tiba di rumah Dewi, Nanda beserta Mami dan adiknya ikut masuk ke dalam rumah Dewi. Ternyata Bunda dan Ayah Farhan saat ini tengah menonton televisi di rumahnya.


“Assalamualaikum, ....” ucap mereka serempak dalam mengucapkan salam untuk Ayah Farhan dan Bunda Fania.


Bunda segera berdiri dari sofa dan menghampiri calon menantu dan calon besannya. “Eh, Nanda sama El ayo masuk ke dalam!” Ajak Bunda Fania pada mereka saat membuka pintu rumahnya.


Ajakan Bunda Fania langsung dituruti oleh mereka, termasuk Dewi yang tanpa segan memasuki rumahnya sendiri dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Mami El juga menyapa Ayah Farhan setelah tiba di ruang keluarga, setelahnya ia duduk di salah satu sofa yang tersedia.


Sementara Nanda yang menggendong Getra, masih berdiri karena bingung ingin menaruh atau membaringkan adiknya di mana.


“Eh, Itu Getra dibawa ke kamar Dewi aja. Kasihan kalau di situ banyak nyamuk dan nggak nyaman,” ujar Bunda Fania yang meminta Nanda untuk membaringkan Getra di kamar Dewi.


Nanda melirik Mami El seakan meminta jawaban darinya, bahkan ia sampai menaikkan kedua alisnya sebagai isyarat pada Mami El.


“Iya, taruh di kamar Dewi aja. Nanti pas Kita pulang Kamu gendong dia lagi sampe ke mobil!” Jawab Mami El pada anaknya.


“Udah, Getra biar nginep di sini aja. Sana Nan, bawa adeknya ke kamar Dewi!” Seru Ayah Farhan yang memerintahkan Nanda untuk segera membawa Getra ke kamar Dewi.


“Kamarnya Dewi yang di sana ‘yah! Ntar ngelewatin dua kamar terus Kamu jalan lurus, kamar Dewi yang paling ujung.”


Ucapan Bunda Fania seakan tau kebingungan Nanda yang ingin mencapai atau menemukan kamar Dewi di lantai dua.


...----------------...


Dewi saat ini baru saja keluar dari kamar mandinya dan hanya mengenakan sebuah handuk. Di saat ia ingin melepaskan handuknya, ia begitu terkejut saat melihat pria yang tengah mematung di pintu kamarnya yang terbuka.

__ADS_1


“Setan, eh hantu! Astagfirullah,” Dewi menutup kedua dadanya meskipun masih terbalut handuk. Ia begitu terkejut, begitu juga Nanda yang gelagapan dan memilih putar haluan dengan masih tetap menggendong Getra.


Dewi segera menutup dan mengunci pintu kamarnya, ia benar-benar lupa untuk mengunci pintu kamarnya. Alhasil karena keteledorannya, pintu tersebut terbuka serta menjadi perantara Nanda melihat tubuh Dewi. Lagi-lagi yang kedua kalinya, Nanda melihat tubuh Dewi yang menggoda iman walaupun masih tertutup.


Setelah Dewi mengganti bajunya, ia kembali membuka pintu kamarnya. Ternyata Nanda masih berdiri di sana dengan menggendong lebih tepatnya membopong Getra yang tertidur.


“Ekhem-ekhem, ...” Dewi dan Nanda sama-sama berdehem dengan tujuan menghilangkan kecanggungan keduanya.


“Dew,” ... “Mas!”


“Kamu duluan,” ... “Aku duluan!”


Lagi-lagi keduanya berkata kompak dengan Dewi yang berdiri di pintu dan Nanda dihadapannya.


Krik ... krik ... krik


“Ya udah ngomong!” Nanda dan Dewi berkata bersamaan dan semakin dibuat kesal.


Dewi yang kesal akan situasi seperti ini langsung to the poin, “Mas ngapain ke kamarku?”


“Disuruh Ayah sama Bunda buat naruh Getra di kasur Kamu. Getra tidur di sini malam ini, boleh atau nggak?”


Nanda segera meletakkan Getra di atas kasur atau ranjang Dewi. Tak lupa ia memasangkan kelambu agar nyamuk-nyamuk tidak menggigit kulit adiknya.


Dewi yang hanya melihat apa yang dilakukan Nanda terhadap Getra, tersenyum atas perhatian tunangannya pada sang adik.


“Jagain adekku, besok Aku jemput Getra pagi-pagi. Kamu urus adekku satu malem ini,” ucap Nanda pada Dewi yang jengah dibuatnya.


“Hei, tanpa Mas bilang juga Aku bakal jagain adekku! Songing amat,” ketus Dewi yang bersedekap dada.


“Hah terserah deh,” balas Nanda yang tidak peduli.


Dewi cemberut dan memilih turun ke lantai dasar di mana yang lain berada. “Kak Bagas ke mana Bun?” Tanya Dewi pada Bunda Fania tentang keberadaan kakaknya.


“Di kamarnya, dia kecapean habis pulang dari kerjaannya.” Jawab Bunda Fania pada Dewi dan disambut anggukan olehnya.


Tidak lama setelahnya Nanda menyusul Dewi dan bergabung bersama yang lain. Namun sayang menyayang, baru saja ia akan duduk di sofa Mami El sudah mengajaknya pulang ke rumah karena sang papi yang meneleponnya berulang kali.

__ADS_1


“Dewi ... Mami pulang dulu ‘yah! Besok Getra biar Nanda yang susul pagi-pagi sekalian dia berangkat ke kantor,” ucap Mami El yang berpamitan pada calon mantunya.


“Iya Mi, tapi kalau Getra bangun dia nggak nangis kan ya?” Tanya Dewi pada Mami El jikalau Getra menangis.


“Wah, ... untung Kamu ingetin. Bentar,” jawab Mami El yang saat ini tengah mencari sesuatu di dalam tas nya. “Nih dodot sama susu Getra. Kalau dia nangis tinggal Kamu jejelin ini tapi dibuat dulu susu nya, hehe ...”


“Owala, anak Kamu masih ngedot ‘yah El! Aku pikir sudah lepas dari yang berbau susu,” kekeh Bunda Fania, “ternyata lepas susu gantung beralih ke susu formula hahaha ...”


“Haish, ada-ada aja Kamu. Ya udah Aku pamit dulu ‘yah! Aku nitip anak Aku dulu hahaha, ...”


Setelah Nanda berpamitan pada Bunda Fania dan Ayah Farhan, ia pulang bersama Maminya berdua menggunakan mobil miliknya.


Dewi yang memang sudah kenyang memilih kembali ke kamarnya untuk tidur. Di kamar, Getra tidur dengan pulas dan sesekali mendengkur kecil. Satu hal yang malam ini Dewi rasakan, kesempitan ...


Ternyata memang sudah biasa anak sekecil dia tidur dengan sangat aestetik. Bahkan Dewi yang biasanya tertidur dengan posisi menguasai seluruh ranjangnya, kini berubah 180°C menjadi tenang dan kalah oleh Getra.


Ini adalah pertama kalinya Getra menginap di rumahnya, terlebih lagi setelah menikah dengan Nanda mungkin adiknya yang satu ini akan sering berkunjung ke rumahnya.


Eh, tapi Dewi ntar kalau udah nikah sama Nanda mau tinggal di rumah siapa? Mami El atau Bunda Fania?


To be continued ...


...----------------...


Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘


Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏


Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘


Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa udate 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌


Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...


💖... Thanks All! ... 💖


See you later guys ... .

__ADS_1


Salam sayang


Authoreo~😚😚😘😘😘.


__ADS_2