Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Aaaakh... SETAN EH HANTU.


__ADS_3

Dewi akhirnya dapat menyelesaikan pekerjaannya hari ini tepat pukul 08.00 dan sayangnya Ia belum makan malam sama sekali.Setelah bergegas merapikan barang-barangnya, Dewi berjalan keluar kantor dan segera kembali ke rumahnya.Di saat tengah berada di lobi,tiba-tiba lampu bangunan ini mati secara mendadak. Dewi yang terkejut sekaligus ketakutan karena mati lampu secara tiba-tiba pun langsung merinding,pikirannya langsung melayang ketika teringat saat dirinya menonton film horor di mana hantunya akan muncul disaat-saat seperti ini.


Suasana semakin mencekam ditambah dengan suara petir yang menandakan sebentar lagi akan hujan dan disertai dengan suara lolongan anjing jalanan yang menambah Dewi gemetaran karena ketakutan.


" Bismillah-bismillah nggak akan ada setan atau hantu Dewi, mereka nggak akan doyan daging Kamu yang gendut kek gini dan kalau dimakan entar dilepehin lagi lantaran dagingnya belum dimasak jadi tenang! no wortel eh no worry sayang!. " Ucap Dewi pada dirinya sendiri sembari berulang kali menutup matanya dan mengusap tengkuknya.


Walaupun berusaha menenangkan dirinya tetap saja Dewi masih merasa ketakutan karena petir yang masih bergemuruh dahsyat.Ia Berjalan pelan dan menutup kedua telinganya dengan mulut yang kumat-kamit sedang mengatakan banyak mantra alias doa-doa yang digunakan untuk mengusir makhluk gaib.Namun tetap saja,apabila dilihat dari arah kejauhan dirinya seperti orang gila yang mengoceh sendiri.


Ternyata bukan hanya di kantor tempatnya bekerja yang mati lampu, tetapi satu kota ini mengalaminya. Karena konsleting listrik,alhasil Dewi berjalan menuju jalanan dengan kondisi gelap-gelapan yang hanya diterangi oleh senter handphonenya yang remang-remang karena baterainya yang sudah meminta untuk dicharge.


Dan di sinilah dirinya berada,jalanan sepi yang hanya di tumbuhi pepohonan rimbun yang menambah ketakutannya semakin menjadi.Sementara itu,lumayan jauh di mana dirinya berdiri terdapat rumah-rumah warga yang juga gelap karena lampu yang padam.


Dewi berusaha untuk tetap santai demi untuk menemukan taksi untuk ditumpanginya sampai ke rumahnya.Dirinya berulang kali melihat ke sana kemari hanya untuk memastikan bahwa dirinya aman di sana.Tetapi di saat dirinya mulai tenang,dirinya kembali ketakutan saat handphonenya mati seketika karena baterai yang kini tersisa hanya 0 % alias kosong.


Keringat dingin mulai mengucur di dahinya disaat dirinya mendengar langkah sepatu dari seseorang dan di saat dirinya melihat,wajah misteriusnya tidak terlihat justru menyeramkan di mata Dewi.


Otak Dewi memang kurang cepat tanggap apabila di hadapkan pada situasi seperti ini dan contohnya sekarang. Bagaimana tidak menyeramkan kalau saja tidak ada pencahayaan di sekitarnya untuk melihat dengan jelas siapa orang tersebut. Dewi berjongkok ketakutan saat sosok asing itu mulai mendekat ke arahnya.


'' Mamak, A-aku belum mau mati.Ya Allah tolong hambamu ini,ntar Aku tobat dah solat isya' entar.Aduh gimana ini,apa Aku harus pura-pura pingsan yak?!." Tanya Dewi pada dirinya sendiri dan langsung membaringkan tubuhnya di tanah tanpa alas sedikitpun.Namun belum lama Ia membaringkan tubuhnya,dirinya kembali terbangun dari kepura-puraan pingsannya itu.


'' Ih kotor di sini,nanti badanku gatel-gatel semua lagi.'' Ucap Dewi, '' Ya ampun gimana ini,hantunya mau ke sini lagi ya Allah tolong hambamu. ''


Karena bingung ingin melakukan apa akhirnya Dewi menutup wajahnya untuk menghilangkan rasa takutnya yang sudah merajalela.


*Tiba-tiba...


Sebuah tangan menepuk pundak Dewi dengan pelan*.


'' Aaaakh... SETAN EH HANTU, ya Allah tolong hamba qulhuwallah hu ahad-eh bukan baca Al-ikhlas Dewii,Aku mohon Setan jauhlah dariku jangan makan Aku!.'' Pinta Dewi, '' nggak mungkinkan,please deh jangan! nggak kasihan apa sama Aku? udah Aku belom nikah belum puas Aku hidup di dunia jadi tolong pergi?!. ''


Dewi yang terus meracau tidak jelas kembali dikejutkan dengan suara berat seorang lelaki.


'' Ngapain Kamu di situ? nggak jelas banget.'' Ucapnya,Dewi yang masih terkejut langsung membuka matanya tetapi masih belum berani untuk membalikkan badannya.

__ADS_1


'' Eh,setan atau hantunya laki-laki ya?... tolong deh Mas hantu cari aja cewek lain jangan Aku,kalo yang lainnya lebih cocok sama Masnya sedangkan Aku ndak,ya kali Aku mau! alam Kita beda jadi ikhlasin aja. So,Aku masih normal nggak akan mau Aku sama Mas hantu.''


'' Otak Kamu dodol banget, Aku bukan hantu! Aku ini manusia.Kalo nggak percaya! lihat sendiri mana ada hantu setampan Aku,'' serunya.


''Mana ada hantu yang mau ngaku kalau dia hantu,lagi pun ini gelap. '' Ucap Dewi yang masih membalikkan badannya.


Tak lama setelah Ia berbicara,listrik tiba-tiba menyala dan jalan mulai terang karena lampu-lampu yang menyala.'' Noh, listrik dah nyala!.Lihat Aku itu manusia asli,'' serunya.


Dengan perlahan Dewi membalikkan tubuhnya ke arah lelaki tadi


'' Mas Nanda,''... '' Dewi.'' Keduanya sama-sama terkejut akibat saling bertatapan satu sama lain.


'' Ternyata Mas Nanda toh! kupikir tadi hantu Bwahahahaha... ,'' ucap Dewi dengan gelak tawanya.


'' Sudah Saya bilang,panggil Saya Pak karena Saya atasan Kamu.Kamu mengerti?!.'' Seru Nanda,'' tunggu---''


Nanda mengendus Dewi sehingga membuatnya terheran sekaligus terkejut dengan sikap atasannya itu yang membuatnya penasaran dan gugup atas apa yang atasannya itu.


'' Kamu bau,'' ucap Nanda setelah kembali pada posisi tegapnya.


'' Hah?!,'' Dewi langsung memeriksa bau badannya yang dikatakan 'bau' oleh Nanda.


'' Hoek... bau tahi ayam,dasar ayam luc*nat.''


'' Dasar ayam nggak punya pikiran kelakuannya persis binatang,sial banget sih.'' Sambungnya dengan marah karena tahi ayam yang mengenai pakaiannya,hal ini mungkin terjadi karena tadi dirinya bergulir di tanah tanpa alas sedikitpun.


'' Ck,orang aneh. Heh! Kau itu mau pulang tidak?, '' tanya Nanda.


'' Ah Iya,Aku harus nyari taksi dulu.Ya udah kalo gitu Aku pamit dulu ya Mas...''


Nanda hanya menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya kembali dipanggil dengan sebutan 'Mas'oleh Dewi


'' ya udah,Kamu ikut Aku sekalian toh rumah Kita searah! '' ajak Nanda.

__ADS_1


'' Ndak lah Mas,Saya mau pulang sendiri aja. '' Tolak Dewi seraya berjalan menjauhi Nanda demi untuk segera mendapatkan taksi.


'' Ya udah sana pulang sendiri,oh iya di dekat pohon beringin itu biasanya ada penunggunya jadi hati-hati! bukan Aku cemas sama keadaan Kamu,tapi Aku takut penunggu pohon itu takut sama wajah Kamu yang lebih aneh dari dia.'' Ucap Nanda memasuki mobilnya dengan seringai licik di bibirnya.


'' Mana ada hantu lagipula Aku nggak takut sama yang kek gituan tahayul itu mah,'' bohong Dewi karena sebenarnya Ia sudah merasa takut semenjak Nanda berkata seperti itu.


Dewi berjalan perlahan untuk menuju tempat tujuannya mencari taksi.Namun,baru beberapa langkah dirinya mendengar suara seorang wanita yang menangis---


Hiks...hiks... hiks


'' Suara apa itu?... apa jangan-jangan itu-''


Setelah berkata dalam hati,tanpa menunggu lama Dewi segera memutar haluan atau arah jalannya dan menuju mobil milik atasannya yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.


'' Ikut... ,'' ucap Dewi langsung membuka pintu mobil Nanda.Tidak lama mobil berjalan melaju dan hujan deras turun mengiringi perjalanan keduanya.


'' Hiks... hiks... hiks,'' tangis wanita yang sama seperti yang didengar Dewi di dekat pohon beringin.'' Mama jahat kali la sama Aku,kuotaku dah habis ndak mau beli'in lo!. '' Lanjut wanita yang ternyata bukan seperti Dewi bayangkan. Ternyata wanita tersebut menangis di dalam kamarnya tepatnya rumah miliknya yang berada di dekat pohon beringin tersebut.


To Be Continued... .


...----------------...


Halo apa kabar semua?


Author minta maaf karena dari dulu selalu terlambat bahkan jarang up.


Minta maaf banget yah... ,Author sibuk banget soalnya di dunia nyata.Semester 2 ini bukan hanya kenaikan kelas,tapi juga kelulusan bagi Author untuk mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.Jadi mohon dimaklumi ya...


Sampai jumpa di eps selanjutnya,bye-bye.


Salam sayang


Author 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2