Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Getraaa ... ?!


__ADS_3

Keduanya terus-menerus melihat ketelatenan Dewi yang menyuapi Getra hati-hati dan penuh kasih sayang.


“Mana gue tau! Gue bukan cenayang juga,” ketus Sasa seraya berbisik di telinga Lea saat Les bertanya apa hubungan antara Dewi dan Getra.


Keduanya saling menatap jengah dan lebih memilih memakan soto kudus yang berada di hadapan mereka.


...----------------...


Getra, Dewi, Sasa dan Lea saat ini menuju kantor setelah makan siang mereka selesai. Namun kurang beberapa langkah lagi, keempatnya justru bertemu dengan Nanda yang tengah bersama koleganya.


Mungkin, tadi Nanda dan kolega bisnisnya tengah membicarakan masalah proyek atau investasi di restoran dekat kantor. Tanpa diduga justru ia berpapasan dengan Dewi dan adiknya yang akan kembali menuju kantornya.


Dewi beserta kedua temannya berhenti karena berhadapan dengan Nanda yang merupakan CEO mereka. Sasa dan Lea refleks menunduk saat bos mereka yang berada tepat dihadapan mereka.


Getra menghampiri kakaknya dan langsung meminta gendong. “Mamaatt ... , Getla mau digendong Mat!” Pinta Getra yang telah mengacungkan kedua tangannya pada sang kakak.


Nanda yang mendengar permintaan adiknya langsung menggendong adiknya yang terpapar sinar matahari.


“Tn. Robbert, silahkan ke kantor Saya terlebih dahulu. Nanti Kita akan kembali membicarakan tentang kerjasama Kita,” ucap Nanda pada kolega bisnisnya, Tn. Robbert–untuk lebih dahulu ke dalam kantornya.


“Ouh baiklah kalau begitu, Saya duluan. Permisi Tn. Abhigael,” balas Tn. Robbert yang berpamitan pada Nanda untuk lebih dahulu masuk ke dalam.


Setelah Tn. Robbert pergi, Nanda menatap tiga wanita di depannya yang salah satunya merupakan calon istrinya.


“Dari mana Kalian dengan membawa adikku panas-panas begini?! ...” Tanya Nanda dingin sehingga membuat Sasa dan Lea tidak berani menjawab karena takut. Berbeda dengan Dewi yang acuh tak acuh begitu mendengar pertanyaan Nanda.


Nanda yang tidak mendengar satupun jawaban dari ketiganya, akhirnya ia pun bertanya pada sang adik yang berada dalam gendongannya.


“Getra tadi habis dari mana? om Elvin juga kenapa nggak sama Kamu,” tanya Nanda pada adiknya yang tengah memainkan rambutnya dengan sesekali menariknya.


“Tadi Aku tama Kakak tantik abit makan toto kaldut, kalo om Elin lagi telponan tama adeknya makanya Aku dititipin tama kakak-kakak tantik ini. Mat? Ntal gaji om Elin dipotong aja, mata Getla nggak diulutin ama om Elin!” Adu Getra pada kakaknya dengan sedikit menjelekkan nama Elvin di depan kakaknya.


Translate ucapan Getra: Tadi Aku sama Kakak cantik habis makan soto kardus, kalo om elvin lagi teleponan sama adiknya makanya Aku dititipin sama kakak-kakak cantik ini. Mas? Ntar gaji om Elvin dipotong aja, masa Getra nggak diurusin sama om Elvin!


“What? Getra makan soto kardus, serius?”


Nanda yang terkejut akan ucapan adiknya, kembali memastikan jawaban Getra. Ia sama sekali belum pernah mendengar makanan aneh seperti soto kardus, apakah jenis makanan ini memang benar adanya? Ck, sangat-sangat membagongkan.

__ADS_1


“Haish, udah dibilang dari tadi soto kudus Getra ku ayang, bukannya soto kerdus!” Ketus Dewi yang membenarkan ucapan Getra.


Nanda yang akhirnya mengetahui pun hanya geleng kepala karena ucapan adiknya yang salah. “Ya sudah ayo Kita ke ruangan Mamas. Buat Kalian bertiga cepatlah kembali bekerja dan menyelesaikannya!”


Begitu mendengar perintah dari Nanda, Sasa dan Lea membalas ucapan Nanda bersamaan. “Baik Pak!”


Nanda dan juga Getra memasuki kantornya setelah berpamitan pada Dewi, Sasa dan Lea. Sasa dan Lea kembali bernafas lega setelah Nanda pergi meninggalkan mereka.


Berbeda dengan mereka, Dewi justru tampak biasa seakan hal yang baru saja terjadi hanyalah kehidupan sehari-hari.


Sikap Dewi yang seperti inilah yang kembali membuat Sasa dan Lea kembali curiga. “Lu perasaan ada bos Kita atau kagak, tetap sama! Cueknya kagak ketulungan,” gerutu Sasa pada Dewi yang hanya sibuk mengupil.


“Ih Dew, Kamu jorok banget ih!” Ucap Lea yang merasa geli begitu melihat Dewi mengupil tanpa melihat atau peduli akan tatapan orang-orang yang melihatnya.


“Wkwkw ... , biar idungku bersih makanya Aku ngupil.” Jawaban Dewi membuat kedua temannya merasa geli akan sikap dan tingkah Dewi yang amazing.


Sementara itu, saat ini Nanda dan Getra tengah berjalan menuju ruangan CEO nya untuk beristirahat sebentar. Setelahnya, ia akan kembali menemui Tn. Robbert yang tadi ditemuinya.


Nanda yang menggendong adiknya membuat para karyawan yang melihatnya semakin kagum dan menyukai bos mereka.


Nanda duduk dengan melendeh atau menyandar pada sofa tersebut karena kelelahan. Getra yang melihatnya tidak tinggal diam dengan memainkan rambut kakaknya.


“Aduh Getra, sakit tau! Jangan narik-narik rambut Mas dong!” Kesal Nanda pada sang adik yang menarik rambutnya entah sengaja atau tidak.


“Mat ada kalet gelang nggak? Aku minta tatu dong!” Tanya sekaligus pinta Getra pada sang kakak untuk memberikannya karet gelang.


“Buat apa?” Tanya Nanda yang matanya terpejam karena rasa kantuk yang tiba-tiba mendatanginya.


“Udah nggak utah nanya! Getla cuma butuh kalet gelang bukannya wawantala dali Mat!” Ketus Getra yang membuat Nanda terdiam karena tidak mau berkata apapun sebab ia sangat mengantuk sekarang.


Nanda hanya menujuk meja di hadapannya walaupun dengan mata terpejam. Getra yang melihat sebuah karet gelang yang diinginkan berada di atas meja di hadapannya, langsung mengambilnya.


Dengar lihai, Getra mulai mengucir rambut Nanda yang pendek layaknya pria-pria kebanyakan. Nanda yang tanpa sadar tertidur, tidak menyadari rambutnya yang telah dikuncir atau diikat oleh Getra.


Getra berdiri dari sofa dan mulai mencari sesuatu di meja Nanda, “ketemu!” seru Getra begitu menemukan apa yang diinginkannya berada di atas meja kerja Nanda.


Lima belas menit kemudian, Nanda terbangun dengan kuciran kecil di kepalanya. Saat ia menoleh, ternyata Getra telah tertidur pulas di sampingnya.

__ADS_1


Nanda tersenyum, kemudian ia memperbaiki posisi tidur adiknya dengan benar. Nanda pergi menuju bath room untuk mencuci wajahnya setelah bangun tidur.


Tak lama terdengar suara teriakkan yang berasal dari mulut Nanda di bath room. “Getraaa ... ?!”


Getra yang berpura-pura tertidur, hanya tertawa cekikikan begitu mendengar teriakkan Nanda yang kesal terhadapnya.


Nanda sangat-sangat kesal pada Getra yang telah mencoret-coret wajahnya menggunakan pena yang tadi diambil di atas meja kerja Nanda.


Selain hal itu, adik lucnatnya mengucir rambutnya dengan sangat aestetis sampai-sampai sulit untuk dilepaskan.


Nanda dengan kesal keluar dari bath room dan menutup pintunya keras. Getra yang terkejut langsung memejamkan matanya, takut jikalau ketahuan oleh Kakaknya.


Nanda dengan raut menyeramkannya berjalan mendekati Getra.


Kira-kira Getra mau diapain sama Mas Nanda ’yah? Simak kelanjutannya, wkwkwk ... .


To be continued ... .


...----------------...


Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘


Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏


Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘


Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa update 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌


Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...


💖... Thanks All! ... 💖


See you later guys ... .


Salam sayang


Authoreo~😚😚😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2