Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Getra, Kapan Kamu Insap Nak?!


__ADS_3

Krik ... krik ... krik ... krik


Suara cicak, eh maksudnya suara jangkrik yang berkeliaran di kepala Mami El dan Dewi. Tiba-tiba dari arah luar terdengar seseorang yang berteriak menyebut nama Dewi.


“Dewi—ragazza matta! ...” teriak seseorang yang tak lain adalah Nanda yang tertawa, bahkan tawaannya beserta teriakannya membuat Dewi dan Mami El melihatnya. Selain hal itu, teriakan dan gelak tawa Nanda justru menarik perhatian semua orang yang melihatnya.


“Mami, Mas Nanda jahat Mi! Dewi kan jadi malu, ...” adu Dewi pada Mami El.


“Aduh sayang, maafin anak Mami yang itu ‘yah! Terkadang dia emang suka jahil, makanya Getra suka jahil dan sembarangan kalau ngomong.” Ucap Mami El yang menceritakan kenakalan Getra yang disebabkan oleh Nanda.


“Huh, ... kalau Getra mah ada imut-imutnya, kalau mas Nanda mah yang ada amit-amit!” Adu Dewi lagi pada Mami El dengan kesal.


“Utu tu cup cup, ... ntar kalau dia di rumah Mami marahin satu harian, sans aja say ... kata Getra kalau beraksi,” balas Mami El yang menyertakan nama Getra pada Dewi.


Dewi yang mendengar perkataan Mami El tentang Getra langsung tertawa sehingga lupa akan keluhannya.


Malam yang semakin larut membuat mereka untuk segera pergi. Nanda menggendong Getra yang telah tertidur, kini sudah berada di samping Dewi dan Mami El.


Mereka mulai memasuki mobil setelah memastikan semuanya, bahkan Getra sudah berada dipelukkan Mami El di kursi belakang atau lebih tepatnya kursi penumpang.


Mobil mulai melesat pergi meninggalkan area restoran milik keluarga Nanda. Namun disaat mobil sudah lumayan jauh dari lokasi tersebut, nada dering panggilan menggema yang berasal dari telepon Nanda.


Dewi yang mendengar panggilan tersebut langsung berkata pada Nanda, “Mas! Itu HP nya bunyi kenapa nggak dijawab sih?”


“Lagi fokus, nyetir nggak liat? Kalau Kamu ngerti angkat panggilannya, terus kasih ke telinga Mas!”


Jawab Nanda yang masih fokus-fokus trulala ... kata Masha yang ada di film kartun animasi MasHa And The BeAr ... .🌚🌚


Dewi yang kesal, bertanya pada Nanda dengan nada yang dipelankan agar Mami El dan Getra tidak terganggu dalam tidurnya.


“Mana HP nya?! ... Cepet keburu dimatiin ama orangnya!”


“Di sini, ...” jawab Nanda seraya menodongkan saku celananya.


“What? ... HP nya di sana, are you seriously? Ntar kalau kepegang gimana?” Tanya Dewi yang mulai panik apa yang akan ia lakukan nanti.


“Ntar kalau kepegang berarti bonus buat Kamu karena sudah bantu Aku,” jawab Nanda datar.

__ADS_1


“His ... au ah gelap, lagipun udah mati panggilannya!” Ketus Dewi yang pada akhirnya tidak jadi melakukan hal di luar nalarnya.


Nanda yang mendapatkan penolakan Dewi hanya mengangkat bahunya karena merasa oke akan jawaban atau respons Dewi.


Tidak lama dari itu, panggilan kembali menggema. Namun bukan lagi dari handphone Nanda, melainkan handphone Maminya.


Mami El yang mendengar handphone nya berbunyi langsung terbangun dari tidurnya, ia mulai mengucek matanya dengan sesekali menguap agar menghilangkan rasa kantuknya yang merajalela.


“Desta? ...” Tanya Mami El pada dirinya sendiri, “mau apa anak itu telepon?!”


Begitu melihat nama panggilan yang tertera yakni dari adiknya, Mami El langsung terbangun sepenuhnya. Ia mulai menjawab panggilan dari adik tirinya.


“Ha—” Belum sempat Mami El berkata pada adiknya, ucapannya telah terlebih dahulu dipotong oleh Desta.


“Kenapa kalian pergi nggak kasih kabar dulu?! ... Aku sama Papa nyari kalian di sekitar restoran nggak ketemu,” Kesal Desta pada Mami El mewakili kekesalannya pada yang lain. “Untung tadi pelayan resepsionis ngasih tau kami! Kalau enggak kami berdua tetap pusing cari-cari kalian!”


“Oh ya, ... kenapa tadi Nanda nggak jawab panggilan Aku? Pasti cewek itu yang megang hp dia kan?! Dasar perempuan egois,” lanjut Desta pada kakaknya yang kini juga menjelekkan Dewi pada kakaknya.


“Udah ngomongnya? ...” Tanya Mami El yang telah kembali mendekatkan handphone nya kembali ke telinganya.


Desta yang kesal langsung mematikan panggilan telepon secara sepihak, sungguh sangat tidak sopan kepada yang lebih tua.


“Hah, ... tante Kamu emang gitu Nan! Biarin aja, ...” jawab Mami El yang tidak mempedulikan Desta. “Ntar juga cape sendiri, orang kek dia kalau Kita respons makin menjadi.”


Dewi yang mendengar Nanda dan Mami El membicarakan tentang Desta hanya memikirkan tentangnya seraya melihat jalanan melalu jendela mobil yang berada di sisinya.


Nanda yang melihat Dewi seperti memikirkan sesuatu hanya memandangnya sebentar. Tidak lama setelah itu ia mulai menyalakan musik yang tidak diketahuinya, dan ternyata lagu yang menurutnya aneh sangat disukai Dewi.


*🎶*Hareudang hareudang hareudang, ... panas panas panas ...


Nanda yang mendengar lagu tersebut ingin menggantinya, namun lengannya dihalangi oleh Dewi.


“Jangan diganti! Itu lagu kesukaan Aku,” seru Dewi yang menyipitkan matanya kepada Nanda.


Nanda menghentikan niatnya dan kembali menyetir dengan diiringi suara Dewi yang menurutnya cempreng dan tidak sinkron dengan isi lagunya.


“Hareudang hareudang hareudang, panas-panas panas ... syilalu syilalu syilalu, panas-panas panas ... asekkk mangggg,” suara Dewi yang menyanyi tidak jelas dengan diiringi goyangan badannya yang seperti kepanasan.

__ADS_1


Bahkan karena mendengar Dewi menyanyi Mami El dan juga Getra kembali bangun dan menyaksikan Dewi menyanyi dan bergoyang di dalam mobil.


“Ish Dew, geuleh ih!” Ucap Nanda yang merasa geli akan goyangan Dewi walaupun duduk di mobil. Berbeda dengan Nanda, adik dan Maminya justru berbeda pendapat dengannya.


Di sisi lain Mami El yang tertawa karena mendapat hiburan dari Dewi, sedangkan Getra memandang nakal pada goyangan dan suara seksi Dewi.


Haish bocil-bocil, ... 🤦‍♀ masih kecil jangan gitu Nak! Ntar gede mau jadi apa Kamu, fack boy stay play boy? Aish, semoga Kamu dapet hidayah ‘yah Nak! Biar insap terus tobat, hah ... au ah gelap si dede mah!


Author mau melipir dulu deh ‘yah! ... Mau ngantri mimpi cogan di bengkel sebelah, awok ... 🌚🌚


Kita kembali pada Dewi, “geuleh geuleh gini Mas Nanda suke kan? Aku kan seksi,” goda Dewi dengan nada yang dibuat manja pada Nanda.


Nanda merinding dibuatnya, walaupun begitu di dalam hati ia senang akan sifat Dewi yang seperti ini.


“Kakak tantik goyangannya yang tekti kak,” celetuk Getra yang membuat semua melirik ke arahnya kecuali Dewi.


Aish, Getra-Getra ... kapan Kamu insap Nak?! ... 🤧🤧🤧


To be continued ...


...----------------...


Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘


Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏


Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘


Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa udate 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌


Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...


💖... Thanks All! ... 💖


See you later guys ... .


Salam sayang

__ADS_1


Authoreo~😚😚😘😘😘.


__ADS_2