
“Khilafmu perdetik Nak! Ntar kalau sudah semenit Kamu ulangin lagi, kesel Mami sama Kamu!” Kesal Mami El pada anaknya sendiri.
Nanda dan Dewi melihat interaksi anak dan ibu itu seraya tersenyum. Walaupun begitu, Nanda tetap merasa sedih karena handphone mahalnya kini sudah tak berada dalam genggaman tangannya.
Nasib, nasib ... . Kata Author seraya melintas melewati Nanda ... .🌚🌚
Getra ya ampun Nak! Khilapmu sangat aestetik ‘yah! Kau benar-benar seorang pecinta wanita sejati dan jangan dilupa tukang pitneh kelas teri! ... 🤣🤣 Tapi tetap saja, buat readers-readers jangan suka ngikutin perilaku buruknya Getra yang suka bohong yak? Bohong dosa loh, mau masuk neraka?! ... .😂😂
...----------------...
Waktu yang telah menunjukkan pukul 21.00 malam, membuat Nanda, Dewi, Mami El dan jangan lupakan kesayangan kita semua yakni Getra, untuk segera pulang dari restoran.
“Mami, ... Getla udah antuk nih! Getla mau pulang Mi,” pinta Getra pada Maminya untuk pulang karena sudah mengantuk dan ingin segera tidur.
“Iya Mi, Nanda juga mau nganter Dewi pulang. Nanti kalau kemalaman Ayah sama Bunda khawatir sama Dewi,” imbuh Nanda yang setuju dengan perkataan Getra untuk segera pulang.
Sementara Nanda dan Getra yang sibuk merengek meminta pulang, Dewi dan Mami El justru asik dengan steak dan beberapa makanan lainnya.
Namun bukanlah Dewi namanya jikalau ia memakan tidak mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya. Beruntung di restoran keluarga Nanda, selain menyediakan makanan luar negeri–restoran ini juga menyediakan makanan asli Indonesia.
“Sibuk aja Kalian! ... Lagipula Kita belum pamitan sama Kakek dan Tante, mereka belum selesaikan yang tadi noh!” Ucap Mami El menunjuk ke luar jendela di mana Kakek Hardi dan juga Desta yang mengurus masalah di jalanan.
Memang tak ada korban dari hal ini, namun karena kerusakan yang terjadi menimbulkan kerugian yang lumayan cukup besar pada sebagian toko yang terkena benturan dari truk tersebut.
“Iya nih, Mas Nanda alesan aja! ... Nggak mungkin Ayah sama Bunda khawatir, yang ada marah.” Tambah Dewi yang menimpali ucapan Mami El untuk Nanda dan Getra.
Semua menoleh ke arah Dewi dan berkata serempak, “sama aja!”
Dewi menyengir kuda saat anak dan mami yang penuh kekompakkan menimpali perkataannya.
“Kamu ada-ada aja, ... hahaha beruntung Mami punya menantu seperti Kamu,” ucap Mami El yang menyebut Dewi sebagai menantunya seraya mulai menyuap steak ke dalam mulutnya.
“Iya dong Mi, Dewi kan raggaza matta ...” ucapan Dewi yang menyebutnya sebagai ragazza matta, membuat Mami El refleks langsung menelan steaknya tanpa dikunyah terlebih dahulu. Emh, kalau di tempat Author nyebutnya kelolotan ... 🤣
“Uhuk ... uhuk ... .”
...Mami El bahkan sampai terbatuk-batuk saat Dewi mengatakan dengan bangga bahwa ia adalah gadis gila....
__ADS_1
“Nih Mi, minum!” Seru Dewi yang memberikan segelas air untuk Mami El, Mami El yang mendapatkan segelas air tanpa babibu langsung meminumnya hingga tandas agar seret di kerongkongannya hilang.
“Makasih ya Dew, ...” ucap Mami El, “satu lagi, kenapa Kamu nyebut diri Kamu sendiri raggaza matta?”
“Ya kan karena kenyataan Mi,” jawab Dewi yang masih tidak mengetahui arti dari ragazza matta yang merupakan bahasa Italia yang berarti—dasar gadis gila.
“Mami, Getla mau pulang Mi!” Pinta Getra yang sudah tidak peduli dengan yang dibicarakan oleh keluarganya.
“Dew! Memangnya Kamu tau arti dari ragazza matta?”
Tanya Mami El yang tidak menghiraukan ajakan Getra, ia justru lebih memikirkan ucapan Dewi yang menyebut dirinya sendiri sebagai gadis gila.
“Tau dong Mi! ... ragazza matta artinya : Kamu cantik. iya kan Mas?” Jawab Dewi yang juga memastikan pada Nanda.
Nanda tersenyum lalu berkata, “iya, Kamu memang ragazza matta.” Ucapnya kembali dan membuat Dewi tersenyum berbunga-bunga.
Mami El yang terkejut langsung melotot ke arah Nanda, “Nanda?! ... Ngomong yang benar sama orang tuh!”
“Nanda memang ngomong bener kalau sama orang Mi, ya kale Nanda mau ngomong sama semut. Kan gaje haha ...” jawab Nanda yang justru membuat Mami El kesal.
“Nanda! Sekali lagi Kamu nyebut Dewi ragazza matta, Mami lempar Kamu pake gagang sendok di tangan Mami!” Ancam Mami El yang sudah mengangkat sendok garpu di tangannya.
Tetapi disaat Mami El ingin melakukannya, Nanda justru bersembunyi dibalik punggung Dewi sehingga Mami El tidak jadi melemparnya.
Dewi yang kebingungan karenanya langsung bertanya, “kenapa Mas Nanda atau yang lain nggak boleh nyebut Dewi ragazza matta? Memangnya Dewi nggak cantik ‘yah!” Tanya Dewi pada Mami El dengan raut sedih, sementara itu Nanda justru tertawa kencang mendengar pertanyaan Dewi.
“Aduh Dew! ... Maksudnya bukan Kamu nggak cantik, Kamu mah tanpa di make up pun selalu cantik ” ucap Mami El menepuk kening atau dahinya.
“Terus kenapa?” Tanya Dewi yang masih dengan raut sedih sampai-sampai bibirnya ia majukan ke depan sehingga membuat Nanda gemas terhadapnya.
“Mami, Getla mau pulang! Getla antuk Mi antuk ko,” celetuk Getra lagi yang mengganggu pembicaraan Mami El dan Dewi.
“Ish diem dulu kenapa Get! ... Ntar juga Kita pulang, sabar ngapa!” Ketus Mami El yang membuat Getra langsung terdiam.
“It, ... dali tadi omong dikit talah, apa-apa talah! Sebel tama Mami,” gerundel Getra yang hanya bisa menggerutu kesal seraya mengaduk-aduk menggunakan sendok ke sebuah gelas yang berisi milk shake di depannya.
“Dewi artinya ragazza matta itu bukan tentang kecantikan, tetapi berarti; dasar gadis gila ... memangnya Kamu gila?” Tutur Mami El yang membuat Dewi terkejut.
__ADS_1
“Tapi kata Mas Nanda artinya A–Aku cantik, berarti Mas Nanda ...”
Dewi yang menyadari bahwa ia telah ditipu oleh Nanda, langsung melirik ke arah sampingnya di mana Nanda berada.
Namun, Dewi tidak melihat keadaan Nanda di sampingnya melainkan hanya bangku atau kursi kosong di sampingnya.
Dewi dan Mami El dibuat ternganga saat menyadari bahwa Nanda telah kabur saat keduanya tengah berbicara tadi.
“Sh*t! Orangnya kabur Mi,” rutuk Dewi yang menyadari kebodohannya.
“Iya Dew! ...”
Krik ... krik ... krik ... krik
Suara cicak, eh maksudnya suara jangkrik yang berkeliaran di kepala Mami El dan Dewi. Tiba-tiba dari arah luar terdengar seseorang yang berteriak menyebut nama Dewi.
“Dewi—ragazza matta! ...” teriak seseorang yang tak lain adalah Nanda yang tertawa, bahkan tawaannya beserta teriakannya membuat Dewi dan Mami El melihatnya. Selain hal itu, teriakan dan gelak tawa Nanda justru menarik perhatian semua orang yang melihatnya.
Haish, si Nanda teh jahara sama bini sendiri! Sungguh jahara Kau Nan! Au ah gelap Author mau sambung next nya di episode selanjutnya.
To be continued ...
...----------------...
Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘
Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏
Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘
Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa udate 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌
Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...
💖... Thanks All! ... 💖
See you later guys ... .
__ADS_1
Salam sayang
Authoreo~😚😚😘😘😘.