Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Getra Ke Kantor?~Part 2


__ADS_3

“Elvin. Saya minta Kamu untuk menjaga adik Saya!” Perintah Nanda begitu tiba di ruangannya.


Elvin yang memang telah menunggu kedatangan Tuan muda dan Tuan kecilnya, segera melaksanakan apa yang ditugaskan untuk dirinya.


Hari ini ia akan beralih profesi dari pengurus atau pengatur jadwal bos nya, menjadi seorang babby sitter untuk adik bos nya.


Benar-benar suatu pekerjaan yang sangat menyenangkan ... .🌚🌚🤣🤣🏃‍♀🏃‍♀


“Apa yang harus Saya lakukan bersama adik Anda, Tuan?” Tanya Elvin yang bingung harus melakukan apa terhadap Getra.


“Kamu makan saja,” jawab Nanda acuh terhadap pertanyaan konyol dari sekretaris nya.


“Saya serius, Tuan! Kenapa Tuan justru malah bercanda,” ujar Elvin yang menahan kesal atas jawaban Tuan nya.


“Yang bercanda itu Kamu. Kamu kan tau sendiri, hari ini banyak sekali berkas yang mesti Ku tandatangani dan periksa di meja ini dan itu!” Balas Nanda yang mulai kesal, “memang nya Aku harus mengasuh adikku sementara Kau yang menandatangani ini semua, begitu?”


“Eh,” Elvin garuk-garuk kepala karena ia mulai menyadari bahwa di sini ia yang bersalah.


“Apa?”


“T–tidak, Tuan. Bukan apa-apa,” jawab Elvin dengan cengir kuda. “Saya akan mengasuh adik Tuan, hehe ... Saya salfok.”


“Kalau memang Kau ingin biar Kau saja yang menandatangani nya, sedangkan Aku yang mengasuh adikku di sini.” Tawar Nanda yang mendapatkan gelengan kepala Elvin.


“Kalau Saya yang menandatangani berkasnya, sudah pasti perusahaan lain tidak akan percaya. Secara anda adalah bos nya, tidak mungkin ada seekor katak yang dapat terbang.” Tolak Elvin menggunakan peribahasa yang baru saja ia ciptakan secara spontan.


“Nah, Kau sudah tau bahwa katak tidak bisa terbang hanya burung milik Kita yang dapat melakukannya.” Balas Nanda yang semakin tidak jelas lebih tepatnya asal bicara, “sudahlah lebih baik Kau bawa adikku ke mana pun yang ia mau.”


“Hihihi ... , baiklah Tuan.”


“Ayo Getra, Kita cari tante-tante di klub. Siapa tau bisa Kita ajak bicara di bawah pohon cabai,” lanjut Elvin yang mengajak Getra pergi dari ruangan Nanda. Selain hal itu, ia juga meledek Tuan nya.


“Hei, Kalau Kau mau mati lebih baik Kita atur sekarang! Jangan coba-coba memberi ajaran sesat pada adikku,” ancam Nanda yang menatap tajam pada Elvin yang tengah menggenggam tangan Getra


“Eh, jangan begitu. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Saya mau mati muda dan belum merasakan nikmatnya malam pertama.”

__ADS_1


Seteleh mengatakan hal itu Elvin langsung melipir pergi bersama Getra dengan cepat.


“Elvinn! ...” Teriak Nanda yang ingin menampol sekretaris nya. “Dasar! Karena tidak pernah diasah oleh istri nya di rumah, otaknya semakin hari justru semakin bodoh dan sangat menjengkelkan.”


Haish, Elvin memang sekretaris luc*at. Bisa-bisanya memberikan ajaran sesat ke dedek Getla kesayangan kita ‘yah! 😡😠


Di luar ruangan Nanda, saat ini Getra dan Elvin tengah menentukan ke mana keduanya akan bermain. “Om Elin, Kita mau ke mana?” Tanya Getra pada Elvin yang tengah mengeluarkan kacamata hitam miliknya dari jas yang ia gunakan sekarang.


“Nama Om bukan Elin, tapi Om Elvin! Dari dulu nggak berubah padahal udah di kasih tau,” kesal Elvin pada Getra yang memanggilnya dengan nama Elin yang terkesan seperti nama perempuan.


“Ah iya, Om Elin.” Jawab Getra yang memang tidak bisa menyebut nama Elvin dengan benar.


“Haah, ... Tuan kecil. Coba sebutkan dengan benar,” pinta Elvin pada Getra. “E–L–V–I–N, dibaca Elvin!”


“E–L–V–I–N, dibata Elin!” Ucap Getra yang masih salah menyebutkan nama Elvin.


“Haish, sudahlah. Mengajari anda menyebut nama Saya dengan benar belum tentu sampai sore kelar!” Gerutu Elvin yang memilih mengenakan kacamata hitam di matanya.


Tamvan, memang benar-benar tampan. Bahkan saat karyawan yang melihatnya lewat, semua terkagum. Bukan karena Elvin, melainkan keimutan Getra yang seperti Author nya ... 😚


“Om Elin, Getla mau ke tempatnya kakak tantik kelja.” Ajak Getra pada Elvin seraya berhenti dari langkah kakinya.


Getra menepuk jidat nya, “ya ampun kakak tantik itu pacal Aku, kak Dewi looh!”


Elvin terbelalak, bisa-bisanya calon adik ipar menyebut kakak iparnya sebagai pacar? Dasar, kakak-adik benar-benar absurd.


“Oh iya, Om Elin nunduk dong. Getla mau ada sesuatu,” pinta Getra yang meminta Elvin untuk menunduk.


“Haish, bocil mau ngapain lagi!” Batin Elvin yang bertanya-tanya, walaupun begitu Elvin tetap menuruti permintaan Getra.


Begitu Elvin menunduk, Getra langsung menarik kacamata hitam yang bertengger di hidung Elvin dan langsung memakainya di matanya sendiri.


“Oh my god, Getra! Kenapa kacamata Om Kamu ambil. Om pakai apa terusan? Itu juga nggak muat kacamatanya, nggak cocok itu dek.” Ucap Elvin yang sebenarnya menahan kesal karena kacamatanya diambil.


“Nggak cocok ‘yah Om? Ya udah deh Aku lepat aja,” Getra mulai melepaskan kacamata Elvin.

__ADS_1


Elvin yang melihat kacamatanya dilepaskan oleh Getra, berniat untuk mengambilnya kembali. Namun tangannya segera dihadang oleh Getra, “eh kenapa tangan om dihadang? Om mau ambil kacamata Om. ”


“Om nggak usah pakai kacamata, Getla nggak pake—Om juga nggak pake!” Seru Getra yang melarang Elvin untuk tidak memakai kacamatanya.


“Eh Om jelek, tunggu dulu!” Panggil Getra pada seorang karyawan pria yang lewat.


“Eh iya Tuan kecil, ada apa anda memanggil Saya?” Tanya pria tersebut canggung karena Tuan kecil yang juga merupakan anggota keluarga pemilik perusahaan ini memanggilnya. Selain hal itu, ia juga merasa kesal karena dipanggil dengan sebutan om jelek. Apakah penampilannya memang jelek?


“Ini kacamata buat Om, dipake ‘yah!” Getra memberikan kacamata di tangannya kepada pria tersebut. “Maaf yah kalena mengganggu waktunya, Om semangat keljanya, ntal bisa bahagiain olang tuanya.”


Getra menunduk hormat pada pria tersebut yang rasa kesalnya langsung hilang dan berganti senang akan perlakuan manis dari Getra.


Setelah mengucapkan terimakasih dan berpamitan pada Getra juga Elvin, pria tersebut kembali ke ruangan nya untuk kembali bekerja.


Elvin yang kacamatanya diberikan pada salahsatu karyawan perusahaan, hanya pasrah melepaskan salahsatu barang mahal nya.


“Tekor-tekor ... nasib punya adik bos yang super duper keren!”


To be continued ... .


...----------------...


Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘


Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏


Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘


Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa update 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌


Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...


💖... Thanks All! ... 💖


See you later guys ... .

__ADS_1


Salam sayang


Authoreo~😚😚😘😘😘.


__ADS_2