Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Apakah Harus Percaya?


__ADS_3

Dewi bukan hanya terkejut tetapi ia tak menyangka, kekasihnya yang telah memblokir nomornya kini kembali mrngiriminya pesan setelah sekian lama.


Mas N.A


“Ragaza matta, kamu tetap cantik walaupun dengan watak jutekmu itu, tetapi akan lebih terlihat sangat cantik jika sifatmu itu sedikit kalem.”


Ting


Satu pesan kembali muncul dari nomor yang sama di ponsel Dewi.


 Mas N.A


“Aku sangat menyukaimu, Dewi. Mungkin menurut kebanyakan orang, sangatlah mustahil berjodoh dan bisa bersama dengan seseorang yang tidak jelas asal usulnya. Tapi aku sangat yakin bahwa kita berdua memang telah ditakdirkan untuk saling bersama. Biarkan aku membuktikan keseriusanku dengan menikahimu berdasarkan perasaan suka, bukan dengan keterpaksaan seperti cerita novel-novel romansa. Aku akan benar-benar menikahimu dan menjadikan kamu sebagai satu-satunya wanita dalam hidupku.”


Dewi bingung harus apa sekarang ini, ia sebenarnya merasa bahagia namun di satu sisi ia merasa tak tega jika kembali bersama pacarnya dan meninggalkan Nanda. Namun, jika harus meninggalkan Nanda ia tak bisa. Ia tidak bisa menyakiti hati semua orang karena masalah satu pria.


Dewi berniat untuk menelepon pacarnya dan ingin mengakhiri hubungan antara ia dan kekasihnya itu.  Namun belum saja ia melakukannya, satu pesan kembali mendarat di ponsel-nya.


 Mas N.A

__ADS_1


 


“Aku sudah lelah bersembunyi tau, lihatlah ke belakangmu dan temui Aku!”


 


“Hah?” Dewi menatap ponsel-nya bingung akan maksud dari pesan ini. Dengan perlahan ia melihat ke belakang dan kembali terkejut akan pemandangan yang dilihatnya.


 


“Mas Nanda?” Dewi melihat Nanda dan bukannya sosok yang tengah berada di pikirannya. Ia menoleh ke sana ke mari untuk melihat apakah ada orang asing yang memang dicarinya selama ini.


 


 


“Lah kok? Mas Nanda ngga jelas banget, dateng-dateng malah ngomong yang buat ku ngga ngerti bah.” Dewi masih belum sadar akan suatu hal.


 

__ADS_1


“Astagfirullah sabar-sabar, ini semua ujian buatmu Nanda!”


 


“Aku sangat menyukaimu, Dewi. Mungkin menurut kebanyakan orang, sangatlah mustahil berjodoh dan bisa bersama dengan seseorang yang tidak jelas asal usulnya. Tapi aku sangat yakin bahwa kita berdua memang telah ditakdirkan untuk saling bersama. Biarkan aku membuktikan keseriusanku dengan menikahimu berdasarkan perasaan suka, bukan dengan keterpaksaan seperti cerita novel-novel romansa. Aku akan benar-benar menikahimu dan menjadikan kamu sebagai satu-satunya wanita dalam hidupku.”


 


Dewi terbatuk secara tiba-tiba begitu Nanda berkata seperti yang belum lama ini pacarnya katakan.


 


“Harus dengan apa lagi saya harus buktikan bahwa saya pacar kamu, Dewi. Saya bingung harus berkata apa lagi, saya terlalu malu jikalau terus menggunakan kata-kata gombalan di dunia nyata. Kalau di online saya masih bisa dijuluki pria kadal tapi kalau di sini saya tidak bisa.” Nanda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan perasaan tidak enak.


 


Dewi hanya menatap tidak percaya, “j-jadi selama ini kamu itu—”


“Iyaaaa, ...” Nanda menjawab cepat dan meyakinkan Dewi.

__ADS_1


Dewi sangat tak menyangka akan semua kenyataan yang baru diketahuinya, ia setengah percaya dan tidak akan kebenaran yang kini diketahuinya. Haruskah ia bahagia? Ataukah dirinya merasa menyesal karena Nanda merupakan kekasih online yang selama ini tidak ia ketahui bentuk dan rupanya?


To be continued ...


__ADS_2