Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Ajaran Mamasmu Menyesatkan!


__ADS_3

Mami El yang melihat putra kecilnya hanya bisa menangis dan berteriak karena tidak bisa melakukan apapun, ia sulit untuk bergerak dari posisi nya karena terikat oleh benang kekhawatiran dan rasa takut.


Chitttt ...


Supir yang berada dalam truk tersebut akhirnya berhasil mengerem kendaraannya, bersyukur karena Dewi yang juga berhasil meraih Getra dalam pelukannya.


Dewi dan Getra yang berjarak satu meter dari maut hanya membeku dengan tubuh yang telah dingin karena dipenuhi oleh rasa takut untuk bertemu ajal atau kematian.


Semua orang termasuk Mami El dan Nanda segera menghampiri Dewi dan Getra. Selain itu mereka memeriksa sang supir takut jikalau terdapat cidera dan luka-luka. Bersyukur dan bersyukur karena tak ada korban jiwa maupun luka-luka, hanya kekhawatiran yang menguasai.


Mami El meraih Getra dari pelukan Dewi dan langsung memeluk serta mencium Getra dengan rasa bahagia dan juga takut kehilangan sang buah hati.


“Getra nggak papa kan Nak? Ada yang luka? Apa yang sakit sayang?! ...” Banyak pertanyaan yang Mami El lontarkan pada Getra yang masih menangis karena ketakutan, bahkan kini tubuhnya bergetar karena sangking takut tertabrak mobil truk yang mengangkut banyak barang.


“Ma ... mi, G–etla tak–ut! Huhuhu, ...” Ucap Getra terbata-bata di pelukan Maminya.


“Getra jangan takut ada Mami sayang,” Tenang Mami El yang masih memeluk Getra.


“Huaaaa ... Getla takut, huhuhu ... Getla takut mati, hiks get–la juga belum ditunat. Huaaa, ... ” ucapan dari Getra membuat orang-orang yang berada di sana hampir tertawa karena ungkapan dari anak yang masih kecil ini. Namun karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk tertawa, semua memilih untuk menundanya.


“Udah jangan nangis ya sayang, Getra nggak papa kok! Cup cup, ... nanti Mami belikan es krim kalau Getra berhenti nangis.” Rayu Mami El yang membuat Getra menghentikan tangisnya, walaupun masih tersisa rasa takut dalam dirinya.


“Iyah, Getra jangan takut! Selain ada Mami, di sini juga ada Mamas sama Mba Dewi. Eh! ... ” Nanda yang baru tersadar kalau Dewi tadi bersama Getra, langsung mendekatinya dan memeriksa keadaannya.


“Kamu nggak papa Dew? Maaf tadi Aku lupa sama Kamu, Aku khawatir banget sama adek Aku. Maaf ‘yah!” Nanda meraih tangan Dewi.


Desta yang mendengar perkataan maaf dari Nanda untuk Dewi hanya bisa tertawa sinis, “ck ... bahkan tunangan sendiri bisa sampai terlupa oleh Nanda. Semakin ke sini semakin besar pula peluangku, lihat saja Nan, Aku akan mendapatkanmu. Walau dengan paksaan pun akan Aku lakukan! Haha, ...” tawa Desta dalam hatinya.


“Kamu aneh-aneh aja Nan, tunangan Kamu bisa sampe kelupaan gitu!” Ketus Mami El pada anaknya.


“Ah nggak papa Mi, Mas Nanda tadi khawatir kalau Getra kenapa-kenapa. Makanya Dia lupa hihi, ...” ucap Dewi yang membela Nanda.

__ADS_1


Nanda yang tidak menghiraukan kata-kata Maminya lebih memilih untuk membantu Dewi. “Ayo Aku bantu berdiri, pelan-pelan!”


Dewi menuruti untuk dibantu oleh Nanda, namun disaat ia akan berdiri ternyata kakinya lecet karena tadi menyentuh aspal.


“Aduh!” Aduh Dewi yang merasa perih akan lukanya, walaupun yang terluka hanya sedikit tetapi tetap saja yang namanya luka pasti tetap akan terasa sakit.


“Kenapa? Kamu luka! Yang mana?” Tanya Nanda yang segera memeriksa Dewi lagi, begitu ia melihat Kaki Dewi ternyata darah bercucuran di bagian mata kakinya.


“Ya ampun Dew! Ayo ikut Aku sekarang, Kita ngobatin luka Kamu dulu, Mi ... Aku sama Dewi cari obat dulu!” Ucap Nanda serius pada Dewi dan Mami El.


“Tapi ini nggak papa, ntar juga sembuh sendiri.” Tolak Dewi pada calon suaminya.


Tanpa menunggu babibu Nanda segera menarik tangan Dewi. Dewi yang mendapatkan tarikkan dari Nanda, terpaksa mrngikutinya dengan langkah yang pincang karena kakinya yang merasa kesakitan.


Author : Nanda nggak ada niatan buat gendong Dewi?Sumpah pengen ngaplok gue, udah tau bini kesakitan bukannya jalan pelan kek, gendong kek apa kek! Sesat Kau Nan!


Desta dan Kakek Hardi yang melihat kecemasan Nanda terhadap Dewi, hanya menyaksikan atau melihat dengan tatapan yang berbeda diantara keduanya.


Desta berkata pada Mami El, “Mba Kita bawa Getra ke dalam restoran aja. Di sini biar Aku sama Papa yang urus bentar,” titah Desta yang meminta Mami El untuk membawa Getra. Sementara ia dan kakek hardi yang akan mengurus untuk menyelesaikan masalah yang tadi terjadi dan hampir merenggut Getra kesayangan mereka.


Di dalam restoran Mami El menatap dan bertanya pada putra bungsunya, “Getra tadi kenapa bisa sampe mau ketabrak Nak? Maksud Mami kenapa Getra mainnya ke jalan-jalan terlebih lagi nggak bilang-bilang ke Mami Nak?”


“Emh, ... a–anu Getla—” Getra terbata untuk menjawab pertanyaan Maminya. Selain takut untuk kemarahan sang Mami, alasan lain enggan menjawab pertanyaan Maminya karena saat ini ia tengah memakan ice cream di mulutnya.


“Jawab Getra!” Seru Mami El pada putranya. “Mau Mami laporin ke Papi?!”


“Eh, jangan Mih! Nanti Getla dikulung sama Papi di kamal, Getla nggak mau beldua di kamal sama Papi!” Rajuk Getra yang tidak ingin dihukum oleh papi Candra seperti dulu.


“Ya sudah kalau begitu, jawab pertanyaan Mami! Kenapa Getra mainnya ke jalan-jalan terlebih lagi nggak bilang-bilang?” Ulang Mami El pada anaknya.


“Itu anu emh, ... ma–mat ngusil Getla ... .” bohong Getra pada Maminya dan tentu saja diketahui oleh sang Mami.

__ADS_1


“Jangan bohong Getra, Mami tau Kamu bohong!” Tegas Mami El mendesak Getra untuk jujur.


“Tadi Getla liat ada anak tantik, Getla mau ajak poto, ... ” lirih Getra namun masih didengar Mami El.


“Oh my god! Getra, ish anak siapa sih Kamu? Masih kecil kenapa ganjen sih! Siapa yang ngajarin hem? Jawab Mami, kenapa Kamu makin gede makin nakal?!” Kesal Mami El yang refleks menarik telinga Getra.


“Aduh-aduh, sakit Mi ... Papi yang ajalin Getra kan Aku anak Papi,” kali ini selain berbohong Getra juga menuduh Papinya yang telah mengajarkan Getra menjadi seorang pecinta wanita sejak dini.


“Getra mau Mami cubit juga!” Tegur Mami El yang akan mencubit Getra.


“Ampun Mi, tebenalnya ma–mat yang ngajalin Getla. Kata ma–mat, Getla ganteng jadi bita buat godain tewek-tewek.” Lirih Getra yang pada akhirnya berkata jujur.


“Astaga, ... mamasmu emang, hih! Ajaran mamasmu menyesatkan!” Kesal Mami El pada putra sulungnya yang tidak lain adalah Nanda.


“Ini terakhir kalinya Kamu bertingkah jelek Nak! Mami nggak mau Kamu jadi anak nakal. Denger Getra?!” Ucap Mami El tegas pada Getra.


“Iya Mi, ... ” jawab Getra lirih.


Aish, mas Nanda emang menyesatkan! Author juga kezell daritadi bikin gerutuan aja, tunangan kelupaan sekarang malah ngajarin adeknya atau Getra Kita ajaran sesat! Author jadi curiga kalau selama ini atau sebelum-sebelumnya mas Nanda pley boy, haish rumit-rumit...


To be continued...


...----------------...


Minta dukungannya melalui like, rate, komen, vote, gift dan dukungan lainnya. Makasih sayang-sayang semua! ... 🙏😋


...Novel ini insya allah akan update kurang lebih jam 22.00 malam, ... thanks yang sudah setia menunggu! 🙏😍😘💖...


Author mungkin update akan selang seling sama nopel yang satunya, alasannya dikarenakan Author kalau nulis 1 bab bisa sampe satu harian. Nasib punya otak ngelag... 🤧🤧🤧


Dadahhhh, ... tunggu keseruan lainnya dari nopel ini ‘yah! 🙏😘

__ADS_1


Salam sayang


Authoreo~😚😚😘😘😘.


__ADS_2