
Acara akad yang semakin mendekat, membuat Dewi izin untuk cuti bekerja. Inilah salah satu keuntungan bekerja di perusahaan yang akan menjadi miliknya nanti.
Walaupun mengetahui nantinya akan disetujui, Dewi masih tetap meminta izin pada atasannya yang lain, yakni pak Hendri selaku kepala divisi di mana tempatnya bekerja.
Dengan alasan memiliki acara keluarga di kota lain, Dewi pun diizinkan untuk cuti bekerja. Sebenarnya pak Hendri dan yang lainnya heran, mengapa waktunya sangat lama. Tetapi dengan pandai lidah bercakap, membuat semua percaya akan perkataannya.
Bersamaan dengan itu, Nanda memang bisa sesuka hatinya mengatur kapan ia masuk dan tidaknya dalam perusahaan. Sementara ia sibuk mengurus pernikahannya nanti, Elvin lah yang menggantikan dalam memimpin perusahaannya.
Saat ini, Elvin tengah berada di samping Bos nya yang sedang memainkan bolpoin di tangannya. Elvin yang memang mengetahui bahwa Bos nya akan menikah langsung berkata, “akhirnya Bos akan segera lulus jomblo. Aku sangat bersyukur akan hal itu, hahaha ... .”
Nanda yang mendapatkan ledekan dari sekretarisnya, langsung melempar benda yang berada di tangannya dan langsung mengenai kepala Elvin.
Elvin yang kesal justru semakin meledek Bos nya, sebelum itu ia agak menjauh dari jangkauan Bos nya agar tidak terjadi sesuatu yang akan merugikannya.
“Kalau sudah sah hubungan kalian berdua, dengan senang hati dan ikhlas … izinkan Aku yang menjadi juru kamera kalian di kamar pengantin saat malam tiba.” Elvin tersenyum nakal dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Nanda.
“Kau mau, gajimu kupotong?! ...”
Bukan Elvin namanya jikalau ia tak segera mengelak dari kemarahan serta kekesalan dari tuannya. Dengan cepat ia berkata, “tentu saja tidak. Memangnya ada yang ingin bekerja dengan gaji yang dipotong?”
“Elvin! ...”
“Wkwkwk ... , Aku hanya bercanda. Dari pada melakukan hal itu, lebih baik Aku menghabiskan makanan yang ada.” Ujar Elvin yang segera mendapatkan dengusan dari Bos nya.
“Kau itu cocoknya jadi tukang pengipas!” Ketus Nanda yang memutar matanya jengah.
...----------------...
“Dewi pulaaang! ...” Dewi berteriak saat ia berada di rumahnya. “Wow, ada apa di sini?”
Dengan logat bodohnya, Dewi berpura-pura tidak mengetahui acara apa yang akan dilaksanakan sampai membuat rumahnya ramai dengan tetangga dan kerabatnya.
“Kami semua lagi pada nyiapin acara buat kawinan elu,” celetuk Tiara yang membuat semua orang tertawa. Sementara Dewi, hanya jengah akan ucapan sepupunya yang satu ini.
“Helo besti, how are you?” Sapa Dewi yang sok menggunakan bahasa inggris.
“Hola juga besti, i am okeee. Seperti hari biasanya makan tidur makan tidur,” jawab Tiara yang memajukan bibirnya ke mulut Dewi.
“Ish, najong! Minggir itu mulut siput, pake acara nempel di mulut gue yang seksi.” Dewi menghalau bibir Tiara dengan menampolnya menggunakan tangan kirinya dengan geli.
__ADS_1
“Mana sepupu-sepupu yang laen, kaga dateng kah?” Dewi bertanya pada Tiara di mana keberadaan para sepupunya yang lain.
“Alangkah togenya mereka kalau tidak datang ... mereka udah pada nunggu elu tuh di kamarmu,” jawab Tiara yang membuat Dewi ber'o.
“Kuy ke kamar, biarin para emak-emak berkumpul dengan gosipan ala mereka.” Dewi tertawa begitu melihat reaksi dari para tetangga, kerabat juga Bunda yang menatapnya kesal.
“Ayuk bestie,” balas Tiara yang merangkul lengan Dewi untuk segera naik ke lantai atas di mana kamar Dewi berada.
Walaupun masih belum acara memasak atau rewang, tetangga di lingkungan Dewi telah berkumpul untuk sekedar berbincang dan mempersiapkan acara inti.
Benar-benar fantastis, bahan makanan mentah yang akan disajikan untuk acara akad Dewi sudah disiapkan jauh-jauh hari agar tidak kelimpungan nantinya.
Rumah Dewi yang memang cukup besar hingga cukup untuk ditempati oleh kerabat-kerabat Dewi. Sementara tetangganya? ... Ya pada pulang ke rumahnya lah, masa mau nginep! ... 🚶♀
...----------------...
“Woy! ... Gayung mana gayung?” Teriak salah satu sepupu Dewi dari dalam kamar mandi.
“Ada itu. Cari aja pake mata jangan pakai telapak kaki,” balas Dewi yang tengah memakai parfum di pakaiannya setelah mandi.
“Ouh, iya-iya ada kok. Udah ketemu, ternyata gua pegang! …”
“Gaes-gaes ... , nonton drakor mau kagak? Snowdrop loo, gue waktu itu baru nonton episode 03. Belum semua, Kita nobar ‘yah!” Ajak Dewi yang tengah mencari sesuatu di dalam almari kecil di samping ranjangnya.
“Wow, mau-mau! Tapi kita nontonnya masa sempit-sempitan sih? Nggak mau dah kalau usel-uselan,” ucap sepupu Dewi yang lainnya.
“Tadaaa! ... Akhirnya ketemu juga ini proyektor,” ucap Dewi yang akhirnya menemukan benda yang tadi dicarinya.
“Wow, ... makanan apa itu?” Bertanya pada Dewi dengan pertanyaan sesat, sudah tau itu apa tapi masih ditanya pula.
“Ini sate,” jawab Dewi yang tersenyum dan kembali melanjutkan perkataannya. “Jelas-jelas ini proyektor, masih Kau tanya pula ini makanan apa!”
Dewi kesal karena para sepupunya bercanda terhadapnya sejak tadi. Kekesalannya berganti dengan kegembiraan, begitu drama korea kesukaannya dimulai.
Sementara kelima wanita cantik yang tengah menonton drama korea, semua orang tengah sibuk mengerjakan pekerjaan yang ini dan yang itu.
Bunda saat ini tengah menghubungi nomor Mami El, tak lama panggilan darinya diangkat juga oleh si empunya. “Halo, assalamualaikum El! ...”
“Waalaikumsalam, Fania.” Mami El menjawab salam Bunda Fania.
__ADS_1
“Besok jadi nyari baju kawinan Dewi sama Nanda kan yak, ato dipending dulu?” tanya Bunda Fania.
“Jadi, Fan. Besok Aku sama Nanda ke rumahmu pagi-pagi, sekitar jam 08.00 pagilah ... ntar kalian siap-siap bae.” Mami El menjawab pertanyaan besannya, eh maksudnya calon besan ... .🙏👀
“Ouh. Okelah kalo gitu, thanks for inpormaton!” Balas Bunda Fania yang juga berterimakasih pada Mami El.
“Yang benar itu, thanks for information! Bukan inpormaton,” ucap Mami El yang membenarkan ucapan Bunda Fania.
“Ah, iyakah? Apapun itu–Aku mau tutup teleponnya.” Ujar Bunda Fania yang ingin menutup teleponnya, “assalamualaikum El!”
“Waalaikumsa—”
Tut ... tut ... .
Belum sempat Mami El membalas salam darinya, Bunda Fania justru telah mematikan sambungan telepon secara sepihak.
“Dasar besan kaga ada akhlak, huh! ...” Mami El kesal terhadap tindakan dari Bunda Fania. “Untung besan, hish tau dah gelap!”
To be continued ... .
...----------------...
Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘
Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏
Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘
Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa update 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌
Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...
💖... Thanks All! ... 💖
See you later guys ... .
Salam sayang
Authoreo~😚😚😘😘😘.
__ADS_1