Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Kecurigaan Sasa dan Lea? ~Part 2


__ADS_3

“Kakak tantik, Aku mau tama Kakak!” Panggil Getra yang membuat langkah Dewi yang telah lebih dulu langsung berhenti.


“Ah iya, Kakak cantik lupa. Sini ... sini, sama Kakakmu!” Goda Dewi yang tanpa sadar menimbulkan kecurigaan terhadap Sasa dan Lea.


Sasa dan Lea saling menatap tanya, lalu tak lama keduanya sama-sama mengangkat bahu tanda tidak mengerti dan mengetahui akan kedekatan Dewi dan Getra.


Mereka lebih memilih berjalan di belakang Dewi yang menggandeng tangan Getra. Dewi benar-benar lupa akan hal ini.


...----------------...


“Kakak tantik, Getla mau makan yang bentuknya kayak bola itu!” Pinta Getra yang menyebut bakso sebagai bola.


“Ouh bakso?” Tanya Dewi yang memastikan pesanan Getra.


“Iyah bakso,” jawab Getra yang membenarkan ucapan Dewi.


“Lu pesen apa Dew?” Tanya Sasa yang ingin mengetahui makanan apa yang dipesan oleh Dewi.


“Biasa ... bakso dan mie ayam,” balas Dewi datar.


Sasa dan Lea yang lagi-lagi mendengar bakso dan mie ayam, sudah berasa ingin muntah. Dari pertama kali masuk hingga saat ini, Dewi tidak bosan memakan bakso dan mie ayam.


“Kamu makan bakso sama mie ayam nggak boring. Dewi?” Tanya Lea yang begidik jikalau mendengar pesanan bakso dan mie ayam.


“Mau gimana lagi, di sini cuma ada makanan bakso, mie ayam, nasi goreng ama mie goreng! Aku yang pilih bakso ama mie ayamnya yang jelas porsi banyak,” jawab Dewi yang sebenarnya juga merasa bosan karena terus memesan bakso dan mie ayam.


Dewi akan mengingat untuk protes terhadap Nanda agar mau menyediakan makanan seperti pasta, burger, pizza atau jenis makanan lainnya untuk disediakan dalam menu kantor.


“Gimana kalau Kita cari makanan luar? Sekali-sekali jangan makanan kantor, Kita cari sensasi lain. Gimana?” Saran Sasa yang mengajak kedua rekannya untuk makan siang si luar kantor atau di tempat lain.


“Haish, emangnya waktunya cukup?! Kita masuk ntar jam 02.00 siang loh,” tanya Lea yang sedikit tidak menyetujui saran atau ajakan Sasa.

__ADS_1


“Cukuplah itu, lagipula Kita nggak jauh-jauh di sekitar sini doang.” Ujar Sasa yang membuat Lea bimbang.


“Menurut Kamu gimana Dewi, mau makan di mana?” Tanya Lea yang meminta saran dari Dewi.


“Aku ngikut bae, yang penting ada makanan.”


“Hih, okelah kalau gitu. Yuk! ...”


Akhirnya ketiga rekan kerja sekaligus tiga sahabat itu memutuskan untuk makan siang di luar kantor atau di tempat lain. Tentu saja dengan mengajak Getra yang menggerutu karena bakso pesanannya ditinggal begitu saja tanpa disentuh sedikitpun.


“Hih, Kita mau ke mana tih! Tadi bola Getla belum dimakan, mata dibialin mubajil kata mat Nanda!” Kesal Getra yang berjalan di trotoar dengan digandeng oleh Dewi.


“Udah biarin, sekali-sekali kagak usah nurut sama mamasmu. Mending Kita cari makanan yang lebih nikmat dan menggugah saleraaa,” rayuan Dewi pada akhirnya membuat Getra tergiur dan mau mengikuti ajakan Dewi.


Getra berjalan panas-panasan atau di bawah terik matahari, yang bersinar terang seakan membakar seisi bumi yang mengenai cahayanya.


“Eh, Kita tapi mau makan di mana?” Tanya Lea pada keduanya karena tidak tau harus makan siang di tenpat yang mana.


“Wah beneran? Aku udah lama nggak makan soto kudus, pasti rasanya dilidah buat terbunga-bunga.”


“Hah, Kita mau makan soto kaldut Kak? Getla ngga mau makan kaldut, itu kan bukan makanan! Mata Getla makan,” kesal Getra yang salah mengira ucapan Dewi yang menyebut soto kudus menjadi soto kardus.


Lea, Sasa dan Dewi refleks tepuk jidat karena Getra yang salah mendengar. “Bukan soto kardus, tapi soto kudus. Hih ni anak, ayuk deh Kita buruan ke sana!”


Keempatnya segera mengantri di warung makan untuk membeli soto kudus yang berada di dekat perusahaan Abhigael Group. Ternyata, banyak sekali karyawan yang memilih untuk memakan soto kudus atau makanan lainnya di "warung makan pak Soleh" ini.


Getra, Dewi dan Lea sudah duduk di kursi yang memang masih kosong. Mereka menunggu Sasa yang akan membawakan pesanan mereka.


Seraya menunggu Dewi dan Getra lebih memilih untuk berbincang ria dan diiringi suara tawa Getra dengan pipi gemoynya. Sementara Lea duduknya berdekatan dengan keduanya, hanya menatap intens keduanya dengan mengerutkan kedua alisnya.


Lea sangat heran dan bertanya-tanya, bagaimana seorang Dewi yang merupakan karyawan baru di perusahaan Abhigael Group bisa sedekat itu kepada adik dari CEO di perusahaan sebesar itu.

__ADS_1


“Sebenarnya siapa Dewi? Bagaimana Dia bisa seakrab itu dengan Getra, apakah keduanya memang sudah saling mengenal?”


Lea bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana Dewi dan Getra yang tertawa akrab dan nampak saling mengenal sejak lama.


“Kak tantik, ntal kalau pulang Kakak maen ke lumah Aku langtung ‘yah!” Ucap Getra tanpa sadar dan semakin membuat Lea curiga akan keduanya.


“Hah? Pulang ke rumah Getra. berarti rumah pak Nanda?” Tanya Lea penasaran, “emangnya Dewi pernah ke rumah pak Nanda ya?”


“Eh, bukan gitu ma–maksudnya kapan-kapan Aku sama Kalian juga. Kita main ke rumah pak Nanda, hahaha Getra ada-ada aja.”


Dewi tertawa garing karena rasa gugup dan takut jikalau ia dan Getra kembali salah bicara atau keceplosan.


Lea ber'o seraya mengendikkan bahunya singkat. Ia tidak tau apa yang sebenarnya yang terjadi antara Dewi dan bos di perusahaan di mana tempatnya bekerja.


Rasa penasaran dan keingintahuan Lea berganti dengan rasa lapar setelah Sasa yang datang membawa soto kudus pesanannya. Tak lain dengan Getra dan Dewi yang juga antusias begitu soto kudus, hidangan makan siang mereka datang.


Waktunya makan, waktunya minum dan tak lupa bergosip. Namun kali ini, Dewi tidak terlalu mendominasi karena sibuk menyuapi Getra yang kesulitan memakan soto kudus.


Lea dan Sasa yang melihatnya, kembali saling menatap heran. Sebenarnya apa, sebenarnya apa hubungan antara Dewi dan anggota keluarga Abhigael?


Keduanya terus-menerus melihat ketelatenan Dewi yang menyuapi Getra hati-hati dan penuh kasih sayang.


“Mana gue tau! Gue bukan cenayang juga,” ketus Sasa seraya berbisik di telinga Lea saat Les bertanya apa hubungan antara Dewi dan Getra.


Keduanya saling menatap jengah dan lebih memilih memakan soto kudus yang berada di hadapan mereka.


Biarlah rahasia, wkwkwk ... ntar juga kalean pada tau kok. Tenang aja, Author bakal kasih tau kalau Kita ketemu di bawah pohon cabe besok yak


Nah sekarang Kita bersambung dulu, kira-kira. kapankah kecurigaan Sasa dan Lea akan terjawab? Maka jikalau ingin tau, saksikan dan tetap simak novel Author yang satu ini, okeee!


Bye-bye ... 😋😋🏃‍♀🏃‍♀🙏🙏-

__ADS_1


To be continued ... .


__ADS_2