
Setelah kemarin keluarga Nanda berkunjung, telah ditentukan acara akad yang akan diselenggarakan dua bulan lagi. Hari ini Dewi berangkat bekerja seperti hari-hari biasanya. Kemarin penentuan acara pernikahan, Nanda tidak ikut bersama mami El dan suaminya.
Sudah menjadi kebiasaan atau adat dari provinsi Sulawesi yang saat menentukan suatu acara atau peristiwa tertentu, tidak akan membawa sang empunya melainkan orang-orang tertua di dalam keluarganya. Dewi memasuki ruangan kerjanya, namun mood-nya berubah setelah melihat Silpi yang ternyata sudah kembali dari pekerjaannya bersama sang ayah.
Dewi duduk di kursinya dan mulai menatap layar komputer, Ia bersiap untuk menyelesaikan pekerjaan yang kemarin-kemarin belum sempat di selesaikan nya.
Silpi melirik ke arah Dewi yang serius mengerjakan pekerjaannya, sementara itu Sasa dan Lea hanya sibuk dengan pekerjaannya. Silpi menghampiri meja Dewi dan berkata, “kerjakan berkas yang ini juga!” Perintahnya. “Setelah itu Kamu bisa memberikannya pada Pak Hendri.”
Dewi mendongakkan kepalanya ke atas untuk menatap jelas wajah Silpi yang memerintahnya. “Masak mesti Aku kerjakan lagi,” protes Dewi yang mencoba menolak permintaan Silpi.
“Nggak ada tapi-tapian! Kerjakan sampai selesai kalau mau dapet uang!” Ketus Silpi sembari bersedekap dada.
“Seneng banget sih ngaturin orang, gayanya kayak bos aja.” Gerutu Dewi dalam hatinya yang terpaksa harus melakukan apa yang diminta oleh Silpi.
Sasa dan Lea sangat kesal akan tindakan Silpi yang semena-mena terhadap Dewi yang bukan bawahannya. Sebenarnya mereka sangat ingin membalas Silpi yang selalu bergaya layaknya atasan mereka, namun karena Silpi adalah anak dari Pak Hendri yang merupakan ketua HRD di kantor ini mereka agak segan terhadapnya.
Sementara itu Nanda yang melihat Dewi dibudakkan oleh Silpi hanya menahan amarahnya karena Ia tak ingin membuat kekacauan di kantornya sendiri hanya karena masalah pribadi.
...----------------...
Saat jam makan siang berlangsung, Dewi bergabung bersama dengan Lea dan Sasa untuk makan siang di kantin kantor.
Dewi seperti biasa memesan banyak makanan untuk dilahapnya ada bakso, soto dan mie ayam juga dilengkapi dengan jus mangga dan juga es teh.
“Eh temen-temen gue kesel banget sih sama si Silpi itu, ya ampun kalau sama Kita-Kita kek merintah gitu ya kan!” Adu Dewi pada teman-temannya sembari mengunyah bakso di mulutnya.
“Entah itu sih emang dari lahir kali, sombongnya hiih!” Balas Sasa menimpali perkataan Dewi.
“Ya ampun Kalian ini gosip terus,” ingat Lea sembari meminum jus nya.
“Ya nggak gitu juga sih Lea, cuma kan dia gayanya tuh kayak bos aja gitu loh Kita gimana jadinya.” Kilah Sasa akan perkataan Lea.
__ADS_1
“Bener itu, Aku gimana gitu juga sama si Silpi. Untung aja Aku baik, kalau nggak udah Aku pecat ya.” Ucap Dewi kesal.
“Eleh Kamu juga sama ngakunya aja kek atasan!” Ketus Sasa yang mendelik ke arah Dewi.
“Emang Aku atasan Kalian,” celetuk Dewi yang langsung memukul mulutnya sendiri. “Ampun mulut Lu Dew!”
Sasa dan Lea yang memang tidak percaya akan perkataan Dewi hanya menganggapnya sebagai angin lalu.
Nanda memasuki wilayah kantin kantor untuk makan bersama dengan Elvin dan juga dengan kolega bisnisnya yang saat ini berada di kantornya.
Mereka berbincang- bincang di salah satu meja kantin dengan air putih dan cemilan lainnya. Para karyawan wanita yang melihat ketampanan Elvin dan juga Nanda hanya menatap kagum terhadap keduanya.
Elvin yang kini telah berstatus menikah dengan seorang wanita sederhana membuat para kaum hawa di kantor Nanda mulai menurun pada popularitas fans kepadanya.
Kini seluruh karyawan wanita hanya menatap kagum dan ngefans terhadap bos atau CEO di kantor ini yang tak lain adalah Nanda Abhigael.
Selain karena alasan bahwa Nanda adalah seorang CEO, seluruh karyawan masih menganggap bahwa Nanda masih berstatus single atau sendiri.
Saat asik berbincang, tiba-tiba Silpi duduk bergabung bersama Dewi, Sasa dan Lea. Dewi yang memang tidak ingin dibuat repot hanya menggeser tubuhnya agar Silpi duduk dengan benar dan tidak kesempitan.
“Tumben Lu gabung sama Kami Sil? Why?” Tanya Sasa yang memang hanya berbasa basi.
“Sst... , itu pak Nanda ganteng banget! Gue cuma mau lihat dia aja dari sini soalnya lebih dekat,” jawab Silpi yang melihat Nanda yang tengah berbicara bersama koleganya.
Nanda terkadang melirik ke arah Dewi yang juga sesekali melihatnya, namun Silpi justru merasa percaya diri karena berpikir Nanda melihat atau menatap ke arahnya.
“Aaaa liat ges! Pak Nanda ngelihatin Aku terus, mungkin suka sama Aku. Senangnya Aku,” girang Silpi yang sangat kecentilan.
“Narsis beut, mau ampe tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh kelokan pun nggak akan kesampaian. Mas Nanda punyaku nggak ada yang laen,” ejek Dewi dalam hatinya.
“Iya kalau natap Kamu Sil! Perasaan mah ngelihat Dewi tuh,” ucap Lea yang membuat Silpi mengalihkan pandangannya menuju Dewi.
__ADS_1
“Ck, nggak mungkin juga pak Nanda suka ke Dewi! Kenal aja nggak,” kilah Silpi tersenyum sinis meremehkan Dewi.
Dewi hanya diam dan terus memakan makanannya, sebodo menurutnya. Setelah lama menyelesaikan makan siang mereka, Nanda berdiri dari kursinya dan berjalan menuju meja Dewi dan teman-temannya kini berada.
Silpi yang menyangka bahwa Nanda mendekatinya langsung berdiri Seraya tersenyum senang, namun Nanda berjalan melewatinya dan berhenti tepat di depan Dewi yang masih duduk sembari memakan makanannya.
Ia tidak peduli teman-temannya yang berdiri sopan karena atasan atau CEO mereka yang kini ada di hadapan mereka.
“Kamu nanti ke ruangan Saya!” Seru Nanda terhadap Dewi seraya memasukkan tangannya ke dalam saku celana. Sementara itu Elvin berada di belakang Nanda layaknya seorang pendamping atau sekretaris.
“Eh iya,” jawab Dewi yang segera berdiri. Nanda pun langsung melenggang pergi meninggalkan karyawan lain dan menuju ruangan CEO.
Tak lama setelah itu, Sasa bertanya terhadap Dewi karena penasaran, “Eh Lu mau diapain tuh Dew?” Tanyanya.
“Mana gue tahu,” jawab Dewi sekenanya.
“Mungkin ngasih sanksi kali atau enggak mau dipecat gara-gara kerja Lu yang enggak benar.” Celetuk Silpi asal dan langsung pergi meninggalkan Sasa, Lea dan Dewi.
“Huh tu mulut pengen dicomot,” ketus ketiga orang ini serempak dan saling memandang. Mereka sangat ingin memberi pelajaran pada Silpi (huh Authornya jadi pengen ikutan nyomot Silpi ih!)🏃♀🏃♀
To be continued... .
...----------------...
Halo jumpa lagi sama Authoreo yang gemas ini 😚😚, nggak kerasa lebaran sebentar lagi. Author minta maaf lahir dan batin sama readers ‘yah dari tindakan yang sengaja maupun tidak sengaja, mohon maaf sebesarnya dari Author. Mungkin karena selama ini tidak atau jarang update sebab rasa malas yang telah mendarah daging dalam jiwaku ini... awok✌
Minta dukungan dari kalian melalui like, komentar, dan rate beserta gift oke!
Sekali lagi selamat menjalankan ibadah puasa dan selamat lebaran ‘yah untuk hari minggu atau senin dan buat semua tersera yang agama muslim... peyuk,ciyum dari Author buat kalian aaaaaaa muach muach... 😚😚😚😘😘😘😘.
Salam sayang
__ADS_1
Authoreo~😘😘😘.