
Dewi terdiam termenung saat bekerja di kantor milik Bosnya eh, tunangannya yang super duper ngeshock plus nyebelin ya.
Layar komputer berada di depannya namun pemikirannya melayang jauh entah kemana, dirinya masih kesal sekaligus bersedih dengan lamarannya kali ini. Belum lagi, pacar atau kekasihnya sudah tidak lagi mau menghubunginya.
Tanpa disengaja Dewi melihat ke arah cincin tunangan di jarinya. Dirinya langsung terbayang saat Nanda membisikkan sesuatu ke telinganya.
''Kamu berani nolak lamaran ini, Aku unboxing Kamu sekarang biar Kita dinikahkan langsung!'' bisik Nanda ketika Dewi berniat dan membantah acara pertunangannya.
Dewi yang tengah membayangkan hal itu langsung merinding geli akan perkataan Nanda kemarin malam. Dirinya sampai tidak menyadari bahwa saat ini teman-teman satu timnya ikut melihat Dewi yang menggeliatkan tubuhnya entah kenapa,hanya Dewi yang mengetahui apa alasannya.
"Jadi orang kok nggak profesional banget, nggak ada niatan buat kerja hanya duduk diam menikmati kemalasan!'' sindiran dari Silpi membuat Dewi kini tersadar dan kembali melanjutkan pekerjaannya, 'yah meskipun dengan keadaan menggerutu di dalam hatinya.
"Ampun itu mulut si Silpi, kalau ngoceh ngalahin kambing yang minta bertelur. Heran gue ngatur-ngatur banget kerjaannye!'' Dewi mengomel hingga menampakkan ekspresi mulut yang berkumat-kamit namun tidak mengeluarkan suaranya sama sekali.
Silpi yang melihat Dewi tengah mengumpatnya langsung kesal dan marah,dirinya langsung mengebrak meja kerjanya dan membuat Dewi dan yang lainnya terkejut. Beruntung atau bukan bagi Dewi, disana pak Hendri sedang tidak ada maka dari itu Silpi bisa berbuat semenanya.
"Ngumpat ke Gue,Elo ya!'' Bentak Silpi yang kini berdiri dengan nafas penuh amarah.
"Eh nggak ya, emangnya untuk apa Aku ngomongin Kamu." Sangkal Dewi yang sedikit ketakutan, ekspresi wajah Dewi sangat menampakkan bahwa kini dirinya seperti seorang anak yang dimarahi oleh ibunya.
"Alah ngeles, awas aja ampe kedengaran di telinga-mampus nanti Kubejek-bejek!'' Dewi menelan salivanya susah payah sementara itu Lea dan Sasa menahan tawa sekaligus kasihan begitu melihat ekspresi Dewi yang dibentak oleh Silpi.
Silpi kembali duduk dan mengerjakan laporannya agar segera selesai.Dewi yang sudah mulai tenang kini terkejut dengan datangnya Bos mereka, tetangga-oh tetangga.
Sasa dan Lea mulai beraksi sok cantik di depan Bos mereka yang terkenal sombong dan angkuhnya itu serta jangan dilupakan ketampanannya.
Dewi sampai dibuat ingin muntah karena rekannya yang ini, dan disatu sisi dirinya pun mulai melihat ke arah Silpi yang ternyata lebih parah dari yang lainnya. Kalian tau apa yang dilakukannya?—entar dulu Authornya mikir dulu lagi ngapain Dia...🤣🤣🤣
Ternyata eh ternyata Silpi mulai sok perhatian dan tebar pesona di hadapan Bosnya yang datang bersama pak Hendri, dirinya mulai caper dengan menanyakan apakah Bosnya atau Mas Nanda ingin dibuatkan kopi yang ada di pantry atau hal yang lainnya.
Sayang tinggal sayang, Nanda mengacuhkannya dan justru memandang Dewi yang tertawa kecil memperhatikan Silpi yang merasa berwenang dan merasa menjadi wanita paling dekat dengan Bosnya.
''Pak, mau dibuatkan Kopi atau bagaimana? Saya buatkan mau tidak?kopi buatan Saya enak tau!" Rayu Silpi dengan suara dibuat menggoda dan seseksi mungkin di telinga Nanda.
__ADS_1
Nanda menoleh Silpi,kemudian dirinya langsung tersenyum sinis dan kembali mengacuhkannya. Dewi tidak sanggup lagi untuk menahan rasanya, Ia langsung tertawa terbahak-bahak karena usaha Silpi yang merayu Nanda ditolak mentah-mentah olehnya.
Nanda yang melihat Dewi tertawa, langsung tersenyum namun tak lama senyuman itu hilang setelah pak Hendri menegur Dewi.
"Apa yang Kamu lakukan Dew? kerjakan tugasmu sekarang kalau ingin mendapat gaji yang setimpal!" Bentak pak Hendri kepada Dewi, "masih untung Kamu dipekerjakan di sini!"
"Mengapa Kamu malah memarahinya? Seharusnya yang Kamu bentak adalah wanita itu—sejak tadi menggodaku saja!" Nanda membentak sekaligus memarahi pak Hendri karena memarahi Dewi.
Pak Hendri akhirnya diam dan tidak berkata-kata lagi, berbeda dengan Silpi masih juga merayu-rayu Nanda.Nanda yang kesal langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah memberikan sebuah berkas pada pak Hendri.
Setelah Nanda pergi, Silpi dan pak Hendri memarahinya habis-habisan walaupun memang dirinya tidak bersalah sama sekali.
...----------------...
Istirahat kantor yang digunakan acara makan siang bagi semua karyawan pun tiba, Dewi bergegas menuju kantin perusahaan yang merupakan tempat pertama kali Nanda dan Dewi berjumpa.
Dewi memilih memakan menu pasta dan juga segelas jus mangga, disaat tengah memilih meja dirinya dikejutkan dengan panggilan dari arah meja paling ujung.
"DEWI!" teriak Lea, "sini makannya bareng Kami aja!"
"Hai, Aku ikut gabung 'yah?" Sapa Dewi, "malas cari meja juga sih selain itu nggak ada teman makan,hehehe... ."
"Halo juga, gabung tinggal gabung kok!" Balas Sasa, "no problem,wkwkwk... "
Dewi akhirnya duduk satu meja dengan kedua rekannya itu, disela-sela memakan makanannya Dewi mulai berbincang-bincang dengan Sasa dan Lea.
"Tumben Kalian nggak gabung sama Silpi?" Tanya Dewi seraya memakan pastanya, "biasanya—dimana ada Silpi maka di sana ada Kalian."
"Silpinya lagi ketemu sama pak Hendri di ruangannya!" Jawab Sasa sekenanya dan juga sembari melahap makanan pesanannnya.
"Ouh,eh tapi perasaan pak Hendri sama Silpi tuh dekat banget ya?" Tutur Dewi, "kedekatannya kek anak ama bapak!"
Lagi-lagi Sasa dan Lea menepuk jidat mereka bersamaan dan Kalian tau apa lagi reaksi Dewi?—'yah Kalian benar,Dewi si O²N alias O'on lagi-lagi kebingungan.
__ADS_1
Dewi bertanya, "Kalian kenapa sih? Aku nggak ngerti deh,kenapa Kalian terkadang kalau Aku ngomong suka tepuk jidat gituh?!"
"Aduh Dewi, gimana nggak kek yang Kamu bilang! orang Kamu belo'onnya tingkat dewa eh dewi.Ih,'' balas Lea yang tengah menyeruput jusnya.
''Ish Kalian tuh!'' Dewi mengerucutkan bibirnya.
''Dewi-Dewi,gimana Silpi sama pak Hendri nggak deketan? mereka itu memang anak sama bapak tau!'' Terang Sasa pada Dewi yang kini ber'O.
''Ih sebel banget Aku tuh sama si Silpi,'' adu Dewi seraya menyantap pastanya dalam suapan terakhirnya. ''Masa ya? dia itu suka kali ngatur-ngatur Aku,rasanya pengin Kubejek-bejek ampe kek tepung tuh!''
Seketika dengan penuturan dan aduan Dewi yang berapi-api, Lea dan Sasa tertawa terbahak-bahak dan lagi-lagi Dewi dibuat bingung tujuh keliling.
''Bwahahaha... gayamu Dewi, di belakang iya ngomongnya kek gini kalau di depan orangnya?! hahaha... ''
''Di depannya kek anak kucing ketemu anak anjing hahaha... ,'' tambah Sasa menimpali ejekan Lea. ''Orang kek Kau mentalnya mental kerupuk,sekali kesiram kuah lontong langsung melempem.''
Ucapan Sasa dan Lea seketika membuat Dewi auto mental, dirinya hanya bisa garuk-garuk kepala sementara Lea dan Sasa tertawa kencang tanpa mempedulikan tatapan orang ke arah keduanya.
''Eh tapi Kalian jangan ngasihtau ke orangnye,'' pinta Dewi agar Silpi tidak mengetahui bahwa Dewi membicarakannya.
''Oke, Kami itu setia dan amanah orangnya!'' Balas Sasa dan Lea kompak dan kembali tertawa. Mereka bertiga akhirnya kembali bercerita tentang kehidupan pribadi dan keseruan Mereka masing-masing demi saling mengenal. Dan jangan lupa Mereka juga sesekali menggosipi Sikil Sapi alias Silpi anaknya pak Hendri.Silpi aduh Silpi kawus dah jadi bahan gosipan kwkwkwkw...
To be continued... .
Halo jumpa lagi sama Authoreo,wkwkwk... gimana kisahnya Dewi ada yang kepo kelanjutannya nggak sih?.
Silpi suka banget ya godain Ma-Mas Nandanya adek Getra,hehehe... tenang oh tenang di sini ada Authoreo yang menjadi pawangnya Ma-Mas Nanda eh Mba Dewi deng,hihihi... eh tunggu-tunggu tadi katanya Sasa kan—Dewi kalo di depannya Silpi tu kek anak kucing ketemu anak anjing kan? Dewi kan anak kucingnya berati yang jadi anak anjingnya siapa dong?! ( pikir sendiri aja ya udah dapat jawabannya tulis di komentar xixixi... )
Jangan lupa buat dukungan dari Kalian 'yah,rate,like,gift,komentar,👈 (gratis,modal jari doang mah nggak papa).
Jangan pelit-pelit juga minta juga vote dari kalian yang mau kasih tips,Aku terima banget...
Makasih bagi yang sudah selalu dukung dan hadir di novel Author, peluk dan cium online dah...
__ADS_1
Salam Sayang
Author ~😘😘😘.