Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Fitting gaun pengantin


__ADS_3

“Dewi ... !” Teriak Bunda Fania seraya menggedor pintu kamar Dewi, “cepet bangun Nak, Kita terlambat nih.”


“Bangun Dew, itu bude udah teriak-teriak noh! Ngantuk gue,” kini giliran Tiara yang membangunkan Dewi dengan rasa kantuknya.


Dewi yang mendengarnya hanya berdehem dengan mata yang masih terpejam karena memang masih mengantuk.


Satu menit


Dua menit


Tiga menit


Bruakk


“Dewiiii ... !” Bunda mendorong pintu kamar dengan paksa sehingga mengejutkan kelima wanita yang masih tertidur pulas dengan rasa malasnya.


“Kodok loncat!” ... “Eh, cicak terbang!”


“Bukan, yang benar burung terbang.”


“Udahlah we, itu bude lagi ngamok malah kalian berisik.” Hani berbisik pada para sepupunya termasuk Dewi yang menguap.


“Kita nggak berisik, cuma kaget!” Ketus Dewi kompak bersama ketiga sepupunya.


“Cepat siap-siap! Kita mau fitting baju untuk Kamu,” seru Bunda Fania pada putrinya. “Disuruh bangun pagi-pagi, malah siang!”


“Dewi semalam nonton drakor bude, makanya dia mbangkong ... .” Lapor Tiara yang membuat Bunda Fania melotot pada Dewi yang segera menuju kamar mandi.


...----------------...


Lebih dari satu jam, Dewi beserta Bunda Fania dan Kakak Bagas akhirnya tiba di sebuah toko gaun pengantin desain terkenal.


Tentu saja desain gaun di toko ini mahal dan memiliki kualitas papan atas. Di sana, Mami El dan juga Nanda telah menunggu ketiganya sampai.


“Akhirnya sampe juga, lama amat sih!” Mami El menepuk pundak Bunda Fania.


“Salahin Dewi! Dia bangun kesiangan noh,” balas Bunda Fania yang mendelik ke arah Dewi.


“Lah kok saya?” Dewi menunjuk dirinya sendiri saat Bunda Fania yang menyalahkan dirinya.


“Haha ... , kok bisa kesiangan sih?” Mami El bertanya pada Dewi sambil menertawakannya.


“Anu itu ... emh,” Dewi terbata menjawab pertanyaan Mami El. “Dewi tuh—”

__ADS_1


“Biasa Tante, Dewi tadi malem begadang–nonton drakor.” Kak Bagas memotong ucapan Dewi yang tengah menggaruk kepalanya.


“Hah?”


“Iya El, biasa anak jaman now memang gitu lagaknya.” Timpal Bunda Fania yang membenarkan ucapan kak Bagas, “dah nih. Kaga jadi kita fitting baju?”


“Eh, jadi dong. Ntar kalau nggak fitting baju sekarang bajunya kagak siap pas hari–H. Terus kalau nggak siap bajunya, Dewi mau pake baju apa dong?” Mami El membalas perkataan Bunda Fania dengan menambahkan sedikit pertanyaan.


“Daster aja Tan,” celetuk Kak Bagas yang langsung mendapatkan cubitan dari adiknya yang kesal.


“Jangan! Dasternya buat malam pertama Kami,” sahut Nanda yang akhirnya bicara setelah lama menyimak obrolan mereka.


“Mas ... !” Dewi melotot seraya menghentakkan kakinya karena kesal pada kakak dan calon tunangannya.


“Apa? Mau makan?” Nanda justru menggoda Dewi yang seperti ingin menangis dengan bibir cemberutnya.


Mami El dan Bunda Fania justru menertawakan Dewi yang telah diejek atau digoda oleh kedua orang ini. Tawa dan perdebatan tersebut tak berlangsung lama karena mereka memutuskan untuk segera melakukan fitting baju pengantin untuk Nanda dan Dewi.


Begitu tiba di dalam toko, pelayanan telah diberikan oleh sang pemilik toko yang memang senang saat pelanggan setianya tiba.


“Selamat datang! ... Silakan mencoba beberapa koleksi terbaik dari toko kami Tuan dan nyonya,” ucap pemilik toko yang menyambut hangat kedatangan Mami El dan orang-orang yang berada di sisinya.


“Terimakasih Mba, bisa tunjukkan pada Kami koleksi terbaik gaun pengantinnya?” Pinta Mami El seraya tersenyum pada pemilik toko langganannya.


“Tentu saja nyonya El, mari saya tunjukkan sekarang juga! Ini adalah koleksi-koleksi terbaik toko kami, silakan dicoba-coba!” Pemilik toko tersebut membawa semua menuju bagian terbaik bagi kalangan atas.


Dewi keluar dari ruang ganti dengan mengenakan sebuah gaun berwarna hitam dengan banyak corak bunga dan aksesoris lainnya.


“Wow, ada malavis!” Kak Bagas yang melihat adiknya mengenakan gaun hitam, langsung mengejeknya dengan mengatakan Dewi adalah malavis. Ada yang tau malavis? Jadi, malavis adalah salah satu tokoh atau pemain di film Disney putri tidur. Search aja ( youtube, Disney +Hotstar, atau aplikasi lainnya) dengan judul "Malavis" pasti ketemu ntar.


“Ih, tapi cantikkan?” Dewi kesal dan menanyakan pada semua orang yang berada di dalam toko tersebut.


“Cantik banget,” ... “anak Bunda pasti cantik.” Ucap Mami El dan Bunda Fania yang memuji keanggunan Dewi saat mengenakan gaun hitam tersebut.


“Nggak.” Sahut Nanda yang menjawab pertanyaan Dewi, “coba gaun yang lain!”


“Balik lagi Mba, calon suami saya kaga suka baju yang ini.” Pinta Dewi yang mengajak wanita pemilik toko tersebut untuk kembali ke dalam ruang ganti.


“Baik Kakak,” balas pemilik toko tersebut seraya membantu Dewi berjalan masuk ke ruang ganti.


Uji coba gaun pengantin kedua ...


Beberapa menit kemudian, Dewi keluar ruangan dengan mengenakan gaun pengantin berwarna navy dengan banyak pernak pernik sebagai hiasan di gaun tersebut.

__ADS_1


Hal yang membuat semua ternganga adalah belahan dada yang sangat ditampakkan pada gaun ini. Nanda yang melihatnya langsung meminta Dewi segera putar haluan, “balik arah! Sana ganti gaun yang lain, jangan yang gitu gaunnya. Cepetan Dewi!”


Dewi pun menurut dan segera memutar arah menuju ruang ganti bersama pemilik toko tersebut. Setelah beberapa menit, Dewi dan pemilik toko tersebut kembali muncul dengan gaun yang berbeda.


...----------------...


“No.” Ucap Nanda yang menolak gaun pengantin yang tengah dikenakan Dewi, “ganti yang lain.”


“Ouh ayolah, ini sudah yang ke—20! Aku cape kalo bolak balik melulu.” Dewi geram karena sudah dua jam lebih ia bolak balik sebab Nanda yang tidak merasa cocok dengan gaun pengantin yang dicobanya.


“Iya nih Nan, Mami juga pegel. Mami pikir di sini bakalan cepet dan clear masalah gaunnya, ternyata?” Keluh Mami El yang setuju akan ucapan Dewi.


“Liat noh, kak Bagas sama Bunda aja sampe nunggu di restoran sono!” Lanjut Dewi seraya menunjuk kakak dan Bundanya yang tengah makan di restoran korea di depan toko gaun pengantin ini.


“Mami jadi ikutan laper kan, huft!” Ucap Mami El lesu, “eh, Mami ke sana aja dah. Kalian pilih bajunya yaa, dada!”


“Mamii ... !” Dewi memanggil Mami El yang telah berjalan jauh meninggalkannya, “ditinggal lagi ... ditinggal lagi. Perut dah lapar, huaaa ... .”


Dewi kini semakin memajukan bibirnya begitu melihat Mami El ikut pergi menyusul kedua orang yang tengah berada di restoran korea. Ia juga merasa lapar, tadi pagi karena terus diteriaki Bundanya, ia justru tidak sempat sarapan.


Tik tok tik tok ...


Nanda yang mengerti kekesalan Dewi, mulai berdiri dari tempat duduk dan berjalan di dalam toko tersebut.


Dalam sekejap ia menarik sebuah gaun pengantin yang bernuansa putih kemerahan. Terdapat bunga-bunga kecil di gaun tersebut, ia tersenyum dan mulai memberikan pada sang pemilik toko.


“Mba, tolong bantu tunangan saya memakai gaun yang ini, ‘yah? Ouh iya, tolong make up dikit calon saya!” Nanda meminta tolong pada pemilik toko tersebut seraya memberikan gaun di tangannya.


“Baik, Tuan!”


Tik tok tik tok ...


Kembali menghitung detik, Dewi akhirnya keluar dengan mengenakan gaun yang tadi dipilih oleh Nanda.


Krik krik ... krik krik ...


“Hei, Mas?” Dewi melambaikan tangannya tepat di wajah Nanda yang mematung.


Nanda yang saat ini berdiri, sampai dibuat tak berkedip karena Dewi yang tampak imut, anggun dan cantik saat mengenakan gaun pengantin ini. ( Mirip Author ... 💖😍😍)


Jujur, Dewi memang selalu cantik dan sempurna di matanya walaupun tidak menggunakan barang-barang mahal maupun murah.


“Mas, gimana?” Tanya Dewi lagi, “cocok nggak? Jelek ya, atau Dewi ganti lagi aja deh!”

__ADS_1


“Eeeh, jangan! ...”


To be continued ...


__ADS_2