Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Kelakuan Anak dan Emak... .


__ADS_3

Dewi yang sudah puas menatap tetesan air hujan pun akhirnya memutuskan untuk ke ruang keluarga di mana orangtua dan kakaknya menunggu.


'' kakak mana Bun?,'' tanya Dewi begitu tiba di ruang keluarga namun tidak melihat kak Bagas.


'' kakak Kamu udah di dalam kamarnya,'' jawab Bunda.'' Kamu lama banget sih Dew!,tehnya udah dingin ni.''


'' Oh iya,Kamu udah makan malam belum Dew!... Bunda siapin makanan buat Kamu ya?.'' Sambung Bunda lagi yang langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuknya tanpa mendengarkan jawaban dari putrinya.


Dewi segera duduk di sofa sembari membaca sebuah novel yang baru Ia beli minggu lalu,sementara Ayahnya kini sedang menonton televisi di dekat Dewi.Tak lama Bundanya datang dengan membawa makanan yang berada di genggamannya,dirinya juga membawa segelas air di tangannya.


'' Makan dulu Dew!... jangan baca mulu kerjanya.Cape tu mata,'' perintah Bunda tanpa nada bantahan.


'' Ya ampun Bun,kan kalau kita senang membaca bisa pinter dan banyak pengetahuan.Gimana sih... ,'' jawab Dewi.


'' Tapi Kamu baca buku yang nggak ada manfaatnya, coba kalau Kamu baca buku fisika atau kimia gitu!,pasti Kamu pinter memahami tentang ilmu nonfiksi. Coba Kamu itu kreatif kayak siapa tu namanya,Nowton apa Newton?."


" Newton Bun," jawab Dewi.


" Alah intinya sama,orang namanya juga ujungnya pake Ton-ton kan!.Denger ya Dew,Newton aja cuma gara-gara kepalanya kejatuhan buah apel langsung dapat pemikiran tentang rumus-rumus gravitasi gitu.'' Ucap Bunda,'' la Kamu apa?,cuma bisa mangistu... .''


'' Hah?,mangistu apaan Bun?.Bunda kalau ngomong jangan pake bahasa planet ngapa,'' tanya Dewi kebingungan.


Mendengar pertanyaan Dewi,Ayahnya langsung tertawa dengan kerasnya. Ia berkata, '' Dewi-dewi,mangistu aja nggak ngerti.Mangistu singkatan dari; mangan (makan),ngising ( buang air besar), dan tu ( tidur ).Cuma kek gitu aja nggak tau, bwahahahaha... .'' Penjelasan Ayahnya membuat Dewi mengerti tentang perkataan Bundanya itu.


'' Tapi kan Bun,Aku itu sekarang dah kerj-''


'' Udah cepet makan!,nggak usah ngomong kerjanya. '' Potong Bunda seraya menyodorkan piring ke hadapan Dewi.


Dewi segera menghentikan aktivitasnya serta perkataannya,dan segera meraih makanan yang telah disodorkan Bundanya dengan wajah cemberut.


Sembari memakan makanannya Dewi berbicara dan bertanya pada Bundanya bagaimana harinya kali ini begitu juga sebaliknya.Dewi bertanya,'' gimana tadi tokonya Bun?.Rame nggak?,'' tanyanya seraya mengunyah makanan di mulutnya.


'' Ya gitu deh,kek biasanya la.Nanya pertanyaan kok mudah dijawabnya, logika cuy.'' Ucap Bunda yang tidak ingin berbasa-basi pada Dewi,sementara itu Dewi merasa kesal karena dirinya selalu saja salah di mata Bundanya itu ketika melakukan sesuatu.

__ADS_1


Akhirnya Dewi diam dan lebih memilih untuk memakan makanannya yang tinggal tersisa sedikit suapan lagi.'' Kok diam Dew?,'' Bunda bertanya.


Mendengar pertanyaan Bundanya, Dewi segera menghembuskan nafasnya perlahan.'' Tadi dikata banyak ngomong, giliran diam malah diajak ngobrol.Kepiye toh yo-yo... ,'' gerutu Dewi di dalam hatinya.


'' Nggak usah jawab pertanyaan Bunda yang itu kalau nggak mau!, eh gimana tadi Kamu kerja?. Enakkan nggak di sana?!,'' tanya Bunda lagi.


'' Enak banget Bun... ,akan Aku inget hal ini selamanya. Kenangan indah paling berkesan.'' Kembali melanjutkan dalam hatinya,'' kenangan paling apes.''


'' Oo, eh Kamu tau nggak Dew?!. Tetangga Kita anaknya itu ganteng banget tau, dia itu baru pulang dari -dari -dari mana ya... ah iya dari Amerika kalo ngga salah.Kamu tau dia itu baru jadi Coe di perusahaannya,keren ya.Jadi ngiler buat dijadikan mantu,'' ucap Bunda sembari membayangkan wajah pemuda yang sedang diceritakannya.


'' Bunda oh Bunda kalau ngomong itu yang jelas!,denger ya bukan Coe tapi Ceo... C-E-O. Gitu Bun, lagipula ya Aku itu udah punya calon jadi nggak usah ngiler-ngiler punya mantu.Mimpi Bun-mimpi,'' ucap Dewi menimpali.


'' Eleh, ngomong udah punya calon.Model Kamu itu paling nyarinya yang lola lele' kek Kau,'' ucap Bunda mengejek Dewi.


'' Bunda Ih... .''


'' Udah nggak usah komen,'' ucap Bunda.


'' Eh dia itu dulu sering beli pulsa di tempat Kita tau ngga Dew!.''


'' Kamu mah bego banget sih Dew,yang jelas anak yang tadi Bunda ceritain.''


'' Taulah Bun!,Aku ngantuk mau tidur.'' Dewi masabodo dengan ucapan Bundanya dan segera melangkah menuju kamarnya.


Bunda menggelengkan kepalanya dan berkata pada suaminya,'' lihat tu yah! anak kesayangan Kamu tu.''


'' Dia anak Kamu juga Bunda... .''


Pada akhirnya semua kembali ke kamar masing-masing karena hari yang sudah malam dan waktunya untuk tidur.


...----------------...


Hari-hari bekerja dilalui Dewi tanpa ada sesuatu yang istimewa sedikitpun dialaminya, hingga tidak terasa tepat dua bulan ini Ia bekerja di perusahaan Abhigael group.

__ADS_1


Hari ini adalah hari minggu yang berarti bahwa hari ini Dewi libur bekerja. Dirinya sengaja bangun kesiangan karena ingin menikmati masa-masa istirahatnya di tempat tidurnya seharian. Bundanya pun kali ini tidak membangunkan dirinya karena Ia memahami bahwa putrinya ingin beristirahat setelah bekerja setiap hari.


Tepat pukul 11.00 siang akhirnya Dewi terbangun dan segera membersihkan tubuhnya yang lengket karena belum mandi.


Setelah puas membersihkan diri Dewi beranjak untuk keluar kamarnya dan menuju dapur untuk memakan sesuatu karena merasa lapar. Diambilnya makanan yang ada di atas meja dan memang telah tersedia untuknya.


'' Kamu udah bangun Dew?!... ," tanya Bundanya begitu dirinya keluar rumah dan berada di taman rumahnya.


" Iya. kakak sama ayah kemana Bun?," Dewi bertanya karena dirinya tidak melihat kedua anggota keluarganya yang lain.


" Lagi pergi keluar, eh Dew berhubung Kamu dah mandi dan udah siap-siap ni... ikut Bunda ketemu sama temannya Bunda ya!,Bunda udah lama nggak jumpa sama temannya Bunda. Jadi mau ya!," ucap Bunda sembari membujuk Dewi untuk menemaninya.


" Upahnya apa?... ,"ucap Dewi dengan tawa nakalnya.


" Nanti Bunda kenalin kamu sama anaknya kawan Bunda,anaknya laki-laki."Giliran Bunda menjahili Dewi.


" Ish,tapi bolehlah siapa tau kepincut karena cogan kan?!. Wkwkwk... ," ucap Dewi gembira karena akan dipertemukan dengan seorang pria.


Sementara Bunda menahan tawanya agar rencananya berhasil.


To be Continued... .


Kira-kira apa ya rencana Bunda ke Dewi, penasaran nggak?! 😂😂😂...


Buat semua yang baca novel Author nantikan kelanjutannya ya... hehehe ( modus Authornya ya,bwahahaha... ).


Dukung selalu novel Author dengan cara like,komen,rate,hadiah ( ikhlas dan kemauan ),vote ( terserah kalian ).


Terima kasih buat yang selalu hadir di novel Author semoga dibalas kebaikannya oleh Allah SWT.


Love you Semua... peyuk,cium virtual dari Author. Bye-bye di episode selanjutnya.


Salam Sayang

__ADS_1


Author ~😘😘😘.


__ADS_2