Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Pintu geser bukanya didorong?


__ADS_3

Setelah makan siang mereka selesai, Dewi berjalan menuju ruangan CEO di mana Nanda berada.


Ia mengetuk pintu sebagai permohonan agar Nanda mengizinkannya masuk.


Tok tok tok …


“Silakan masuk!” Ucap Nanda yang memang telah mengetahui bahwa Dewi yang menemuinya saat ini.


Dewi memasuki ruangan ini untuk yang kedua kalinya, tak ada yang berubah hanya beberapa berkas yang menumpuk di meja Nanda dan juga di rak buku yang memang merupakan berkas atau file yang penting bagi perusahaan ini.


Tanpa aba-aba dari Nanda, Dewi langsung duduk di sofa yang memang tersedia di ruangan ini.


“Eh siapa yang nyuruh Kamu duduk di situ?” Tanya Nanda yang mengagetkan Dewi.


“Ih Kamu tuh pelit banget cuman sofa aja lo!” Kesal Dewi yang tidak mendengarkan perintah Nanda.


Nanda yang hanya bercanda langsung berdiri dari kursinya dan mendekati Dewi. Ia duduk disampingnya, kemudian Dewi sedikit bergeser untuk menjaga jarak.


Nanda yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya Ia berkata, “ntar malam Aku jemput Kamu. Mami mau ajak Kita ketemu sama Kakek,” ucap Nanda yang memberi tau Dewi.


“Ketemu kakek? Are you seriously?” Tanya Dewi sekali lagi untuk memastikan bahwa Nanda berkata benar.


“Iya, makanya Kamu siap-siap ntar malam!” Jawab Nanda meyakinkan Dewi, “ntar Aku jemput jam 19.30!”


“Aku izin dulu sama Bunda, ntar nggak diijinin pula.” Ucap Dewi menatap Nanda.


“Nggak izin juga bakalan dibolehkan, secara Kita sudah ada ikatan.” Ucap dan tutur Nanda seraya memasukkan sebuah berkas ke dalam rak, kemudian kembali duduk di samping Dewi.


“Tapi itu terserah Kamu,” sambung Nanda. “Mau izin atau nggak!”


Dewi memutuskan untuk tetap meminta izin pada bundanya dan Nanda setuju akan keputusan Dewi.


Setelah pembicaraan diantara keduanya selesai Dewi memutuskan untuk keluar dari ruangan Nanda agar tak ada yang mencurigainya.


Saat Dewi berada di pintu, Nanda memanggilnya sehingga membuat langkah Dewi terhenti dan membalikkan badannya dengan tatapan tanya.


“Dewi!” Panggil Nanda yang berdiri dari tempatnya, “tunggu sebentar!”


“Apa lagi?” Tanya Dewi penasaran.


“Apa Silpi ganggu Kamu selama ini?!” Tanya Nanda seraya menghampiri Dewi, “apa Aku pecat dia saja biar Kamu nyaman!”

__ADS_1


“Eh ngapain segala pecat, masalah pribadi jangan dibawa ke kantor!” Tegas Dewi yang tidak ingin Silpi dipecat karena masalah pribadinya.


“Heh terserah Kamu aja,” balas Nanda yang menuruti keinginan Dewi, “emh … apa harus Aku kasih tau ke semua karyawan kantor kalau Kita suami istri?”


Pletak


Dewi menyentil dahi Nanda, “baru tunangan udah bilang suami istri!” Ketus Dewi yang menatap sinis Nanda.


Sementara itu Nanda mengusap dahinya yang digetok oleh Dewi, entah hal apa yang selama ini dibuatnya sehingga mendapatkan calon istri yang super duper strong sampai-sampai Ia sendiri yang terkena imbasnya.


“Hah untuk soal hubungan Kita jangan dulu Mas! Aku masih belum siap untuk itu,” larang Dewi yang tidak setuju hubungan diantara keduanya terbongkar oleh semua orang.


“Belum siap? Kenapa?” Tanya Nanda yang heran alasan apa yang membuat Dewi menolak untuk semua orang mengetahui ikatan mereka.


“Yah itu anu lo anu… .” Dewi tergagap, “Aku masih belum siap aja!”


“Hah terserah Kamu saja,” ucap Nanda yang akhirnya mengalah untuk kedua kalinya demi keinginan Dewi.


Sebenarnya ada alasan lain yang berada dalam benak Dewi, “biar kek nopel-nopel kebanyakan di mana si cewek nikah sama cowok kaya dan pernikahan mereka dirahasiakan sampai waktu yang pas ditunjukkan ke publik.” Batin Dewi dalam hati seraya tersenyum senyum teh gelas, eh maksudnya tak jelas.


“Sumpah pernikahan gw ntar keren bingit keknya, asek maakkk,” sambung Dewi lagi dalam hatinya.


Tok tik tok


Suara pintu yang diketuk dari arah luar, (eh salah itu mah suara sepatu kuda atau apalah tak reti Aku 🤣✌)


Tok tok tok


Elvin mengetuk pintu kaca yang transparan itu untuk meminta izin agar dirinya bisa diperbolehkan masuk ke dalam.


“Masuk!” Seru Nanda yang mengizinkan Elvin.


Entah hal apa yang terjadi, tiba-tiba pintu masuk yang digunakan Elvin tidak bisa terbuka walau sudah didorongnya sekuat tenaga.


Elvin sangat kesal bercampur geram karena pintu yang masih belum bisa terbuka oleh dorongan tangannya, ingin rasanya Ia menendang pintu ini. Tampilan saja yang keren dan modern tapi penggunaan dan caranya begitu klasik seperti sudah rusak.


Nanda dan Dewi yang melihat Elvin kesulitan untuk membuka pintu ruangan ini sebenarnya ingin tertawa, tapi keduanya hanya diam dan saling pandang.


Dewi sudah ingin tertawa karena nyaris tak sanggup menahan hal ini yang menurutnya sangat lucu, namun Nanda dengan cepat membekap mulut Dewi untuk tidak tertawa.


Nanda dengan sikap coolnya berjalan santai ke arah pintu masuk ruangannya. Dengan santai dan sebelah tangan kirinya dimasukkan ke dalam saku celana, Nanda menggeser pintu masuk dan akhirnya terbuka.

__ADS_1


“Shi*t bagaimana Aku bisa lupa!” Elvin mengumpat menyaksikan kebodohannya yang kali ini dilakukannya.


“Bwahahahaha … ,” tawa Nanda dan Dewi yang pecah karena Elvin yang menyadari tingkah konyolnya.


“Mas Elvin ganteng-ganteng tapi dodol, hahaha … ,” ejek Dewi yang masih dengan tawanya sementara Elvin hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan cegiran versi kambing tua. ( Author ikut ketawa🐒🤣🤣✌✌ ).


“Kamu juga sama dodolnya Nona! Jangan lupa waktu dulu Nona pertama kali ke sini dengan pintarnya naik ke lantai 8 pakai tangga,” celetuk Elvin yang mengejutkan Dewi sekaligus Nanda.


Skakk mat


Dewi malu dan hanya bisa mengelak dengan pengakuan dari sekretaris tunangannya ini. Nanda yang mendengar ini lagi-lagi tertawa ngakak akan faktos terbaru.


“Ternyata selain gila Kamu pintar juga Dew, hahaha … .” Goda Nanda yang masih dengan gelak tawanya.


Dewi yang tidak ingin bertambah malu langsung melipir pergi meninggalkan keduanya, “dasar sekretaris badut! Bisa-bisanya mengumbar aib orang, kutandai kau pas Aku jadi istri bosmu!” Gerutu Dewi sembari melangkah atau melenggang pergi dan terus mengomel.


Nanda melihat Elvin dan kembali tertawa kencang, “dimana-mana pintu nggak akan bisa terbuka dengan cara didorong kalau pintunya adalah pintu geser. Hahaha … ,” gelak Nanda dan kembali duduk di kursi kebesaran dari tingkat atau posisinya sebagai seorang CEO.


Elvin yang merasa malu dan kesal hanya menutupinya dengan melakukan pekerjaan yang bisa dikerjakannya.


Hari ini adalah hari yang lucu menurut seorang Nanda. Selain kekesalanmya terhadap Silpi, ternyata dihidangkan pula kekonyolan dari sekretaris dan juga wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Entah kekonyolan atau apa tapi yang pasti adalah kebohongan yang datang beriringan dengan hal lucu. ( Lah itu sama saja 🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀ ), hari ini adalah hal absurd yang sangat langka terjadi di lingkungan kantor menurut Nanda. Bagaimana tidak? Jikalau hanya Ia yang mengalaminya 🤣🤣✌. Satu hal yang membuatnya tertawa, pintu geser bukanya didorong?


To be continued … .


...----------------...


Assalamualaikum semua! 🙏🙏 Jumpa lagi sama Authoreo dengan segala kekurangannya ini, tetapi imut seindonesa ‘yah 😚😚.


Maaf males update lagi, mau coba crazy up kagak bisa jadi ‘yah begini-begini aja. Readers setia juga baru sedikit bahkan readers yang mampir kalah jumlah. Hahaha … , Author antara pengen nangis tapi ketawa 🤣🤣🤣✌✌🤧🤧 sesat.


Buat kalian yang sudah mampir thanks banget yak! Lope lope buat kalian dari Author. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik lagi, aamiin!🤲🤲


Buat semua, Author minta dukunganmya melalui like (usahakan jangan boom like ‘yah ^^), komentar, vote sama gift nya boleh banget yang penting ikhlas awok🐒.


Makasih All! Peyuk ciyum dari Author imyutt ini 😚😚😘😘.


Salam sayang


Author imyut~😚😚😘😘.

__ADS_1


__ADS_2