Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Hujan


__ADS_3

Hujan turun dengan lebatnya dan masih dalam situasi yang sama Dewi sampai di rumahnya dengan selamat karena bantuan tetangga yang juga Bosnya.


'' Makasih Mas, hayu atuh kalo mau mampir ke rumah!. '' Ajak Dewi demi untuk menyampaikan rasa terima kasihnya pada Nanda.


'' Aku mau pulang dulu,hari ini udah malam... ," ucap Nanda dan langsung melenggang pergi dari rumah Dewi walau hanya sekedar di depan gerbang rumahnya.


" Ish,ditawarin masuk baik-baik malah langsung ngiprit aja.Aduh bajuku basah,'' ucap Dewi.'' Aku masuk aja deh.''


Dewi memasuki rumahnya dengan keadaan basah kuyup, walaupun dirinya sebentar kehujanan tetapi karena hujan sangat deras akhirnya pakaian miliknya basah dan lembab.Ternyata kakak dan orangtua Dewi masih belum tidur di saat Dewi tiba di ruang tamu dan masih dengan kondisi yang sama. Begitu melihat Dewi, keluarganya langsung merasa khawatir karena Dewi yang basah kuyup.Ayahnya berkata, " ya Allah Dewi, kok Kamu basah kuyup gini. Cepetan mandi! nanti Kamu masuk angin sayang. "


" Nanti dulu Yah,masih males.Apa Aku nggak mandi aja?,Aku ganti baju aja ya!."Dewi menolaknya secara halus dan dipenuhi saran.


" Cepetan Dewi!,Ayah Kamu udah ngasih perintah dan Kamu harus nurut!.Nanti selesai mandi Kamu ke sini,sarapan! Bunda buatkan teh juga untuk Kamu." Ucap Bunda yang juga ikut khawatir pada Dewi seperti suaminya.


" Udah sana Dek!,badan Kamu bau." Ucap Kak Bagas ikut menimpali," Kakak rasa Kamu tadi pagi nggak mandi makanya badan Kamu bau kayak kambing yang nggak pernah mandi,terus guling-guling di tempat bekas dia boker sama kencing. Ih jorok banget," lanjutnya sembari mengejek Dewi.


" Bunda! Kakak ngejarak lagi tu kerjaannya," Dewi mengadu pada Bundanya.


" Kakak Kamu memang bener,badan Kamu emang bau.Kamu habis ngapain sih Dew?,kok bau tahi ayam gitu.Jangan bilang kalo Kamu sebenarnya bukan kerja di kantor tapi di kandang ayamnya tok Dalang?!,"Bunda ikut mengejek Dewi.


" Bukan dari kerja tempatnya tok Dalang atau ngelakuin sesuatu Bun,tapi emang udah dari dulu bau badannya Dia kek gitu.Bwahahahaha," pada akhirnya Kakak dan Bunda ikut menertawakan dan mengejek Dewi.

__ADS_1


" Ih Kalian nyebelin banget sih. Ayah!... ," gantian Dewi mengadu pada Ayahnya tak lagi dipikirkan bahwa saat ini dirinya telah kedinginan.


" Kami itu bukan nyebelin tapi ngegemesin." Balas Bunda," Bener kan Kak?!."


"Betul... "


" Udah-udah!... Kalian ini tengkar terus kerjanya,nggak ada habis-habisnya Ayah pusing!.'' Seru Ayah, '' dan Kamu dewi, cepat mandi!."


Setelah Ayah mengatakan hal itu, tak ada lagi yang berani bicara sepatah kata sekalipun. Dan Dewi langsung beranjak untuk membersihkan dirinya.Walaupun setiap hari perdebatan diantara ketiganya selalu terjadi, percayalah bahwa mereka semua saling menyayangi satu sama lain.


Dewi yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan telah berganti pakaian, kini berubah dari yang sebelumnya menggunakan pakaian kantoran menjadi sebuah piyama.


'' N.A... siapa sebenarnya Kau sayang?, Aku benar-benar ingin mengenalmu.Maafkan diriku yang dulu selalu menduakanmu,kumohon datanglah dan temui Aku sekali saja!... .''


Ucapan Dewi menunjukkan bahwa dirinya tulus memohon untuk dipertemukan dengan kekasihnya selama ini.


Sementara dirinya yang menatap jendela,kini beralih pada kakaknya.Saat ini Bagas sedang menatap sebuah figura yang berisi foto seorang gadis SMA dengan gaya sederhananya.Tampak dari bentuknya,figura ini sepertinya sudah ada sejak lama,tepatnya saat Bagas SMA dulu.


'' 6 tahun bukan waktu yang lama, dasar gadis bodoh. Nggak pernah mikirin diri sendiri,hanya karena kata-kata dari Aku waktu itu. Sekeras itu kamu berusaha mendapatkan Aku dan semudah itu menyerah karena kata-kata Aku, dan lihat sekarang! Aku sendiri kena jeratan kamu.Aku malah nggak bisa ngelupain kamu,kenapa kamu pergi?Aku benci kamu!.'' Ucap Bagas sembari mengusap air matanya yang mengalir bagai anak sungai.


" kamu jahat! kamu jahat Wan... ,Aku benci kamu!" teriak Bagas frutasi bercampur amarah sehingga figura tadi dihempaskan ke lantai dengan sangat kencang. Beruntung kamar Bagas kendap suara sehingga tidak terdengar dari luar kamarnya,kalau tidak maka sudah pasti keluarganya akan langsung menghampiri Bagas untuk mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


Benda yang dilemparkannya barusan langsung membuat dirinya tersadar dan segera meraih benda itu untuk memastikan tidak tergores dan rusak.Benda yang merupakan satu-satunya kenangan berharga miliknya kini telah dirusaknya, lebih tepatnya hampir rusak.


" Kenapa Wan?,kenapa kamu tega ke Aku!.Gara-gara kamu luka di hatiku tak terobati dan karena itu juga rasaku semakin bertambah, akh... ini menyiksa!." Amarah dan beban yang selama ini terpendam olehnya masih belum reda karena dirinya belum berhadapan langsung dengan empunya.


" kamu tahu?,gara-gara kamu dulu Aku sampai nolak cinta Nita yang nggak ada habisnya sampai sekarang.Dan karena itu juga kamu pergi, Aku nggak ngerti pola pikir kamu!.Please come back! i'am so sorry." Ucap Bagas terus berbicara pada figura di tangannya dan berulang kali Ia menghapus air matanya yang tak terhingga.Tak dihiraukanya lagi ingus yang terus mengalir sampai ke mulut atau bibir bawahnya,sensasi asin-asin nyesek.Perpaduan rasa gurih-gurih dari air mata, asin dari ingus yang mengalir,plus lendir-lendir ( hayooo, di sini siapa yang kalo nangis ingusnya keluar terus dijilat,sensasi perpaduan antara garam dan bawang. Bwahahahaha...🤣🤣🤣 ).


Kembali ke kisah Dewi, dirinya kini masih menatap tetesan-tetesan hujan.


Hujan...


Kalau ditanya hujan itu apa?,maka sudah pasti banyak orang yang menjawab hujan adalah tetesan air dari langit yang jatuh ke bumi dalam jumlah yang banyak dan melimpah.Tetapi tidak dengan Dewi, dirinya menganggap hujan adalah terlepasnya beban,resah dan gundah sang langit dari semua bebannya yang membawa sang air yang sebelumnya Ia bawa dari bumi demi proses siklus air di bumi, begitu banyak jasa hujan dalam kehidupan di bumi ini. Begitu menurutnya selama ini dalam menilai perjuangan dan pengorbanan langit sehingga menghasilkan hujan begitu sebaliknya.


To Be Continued... .


Halo readers kesayangan Author, gimana kabarnya nih?. Ada yang kangen Author nggak,maaf selama jadi penulis nggak ada tanggung jawabnya sama sekali 😥.


Hanya satu yang Author pinta dari kalian yaitu selalu hadir dan setia menemani perjalanan Author dalam menulis novel ini. Tiada satu yang Author pinta dari kalian, hanya dukungan dari kalian yang Author pinta.Jangan lupa tinggalkan jejak Kalian melalui tombol like di bawah ini,karena itu gratis.Please... .


Salam Sayang


~ Author 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2