
Dewi cemberut saat Nanda kembali mengomel, bahkan ia lebih kesal karena punggung tangannya yang kesakitan dibuatnya.
“Dasar suami nggak ada akhlak!”
Batin Dewi yang mengumpat Nanda di dalam hatinya sendiri karena tidak mengizinkannya untuk mencicipi sedikit nasi goreng tersebut.
“Kamu tau sabar nggak Dew?!” Tegas Nanda yang bertanya pada Dewi.
“Nggak. Aku nggak kenal sama si Sabar, kenal Subur aja kagak!” balas Dewi yang menjawab pertanyaan Nanda.
Dewi yang kesal hanya bisa duduk seraya memajukan bibirnya ke depan.
Nanda kembali meletakkan nasi goreng tersebut di atas meja. Tak lama, Bunda Fania dan Ayah Farhan beserta Kak Bagas datang dan ikut bergabung bersama ketiganya.
“Eh, ini nasi goreng? Siapa yang buat, maksud Bunda siapa yang masak?” Tanya Bunda Fania begitu tiba di meja makan, “Kamu yang masak Dew?”
“Bu—”
“Iya Bun, Dewi yang masak.” potong Nanda terhadap ucapan Dewi.
“Eh, i–iya emang Dewi yang masak.” Timpal Dewi yang menambahkan perkataan Nanda.
Bunda Fania menyipitkan matanya ke arah putrinya untuk memastikan bahwa perkataan Dewi dan Nanda benar.
“Udah dimakan nasi goreng nya! Keburu dingin,” seru Dewi pada orangtua dan kakak nya.
Walaupun agak ragu, ketiganya masih tetap menurut dan menuangkan sedikit nasi goreng ke dalan piring masing-masing.
Ayah Farhan, Bunda Fania dan juga Bagas saling menatap satu sama lain demi memastikan apa yang dimasak oleh Dewi adalah bahan aman.
Mengapa demikian?
Dulu, Dewi pernah memasak makanan yang terkadang sangat asin, manis, hambar bahkan lebih buruk dari itu sampai-sampai masakannya yang terkadang gosong karena sering ditinggal olehnya untuk menonton drama korea yang sangat digemarinya hingga kini.
Alasan lain yang membuat ketiganya enggan untuk menyantapnya, karena sudah sejak lulus kuliah—Dewi tidak lagi memasak dan lebih sibuk serta sering keluar rumah untuk mencari pekerjaan atau lowongan pekerjaan yang tersedia untuk skil yang sesuai baginya.
Karena sudah ditatap oleh Nanda beserta Dewi dan Getra, akhirnya Bunda Fania, Ayah Farhan dan Bagas untuk memakan nasi goreng tersebut.
__ADS_1
Jederrr!
Oh my good apa yang telah terjadi?! ... Netra ketiganya langsung terbelalak karena baru kali ini mereka merasakan masakan Dewi yang sangat enak.
“Ini beneran Kamu yang masak Dek?” Tanya Bagas yang ingin memastikan secara jelas oleh perkataannya.
Dewi tersenyum kecut membalas perkataan kakaknya yang terheran-heran akan masakan adiknya sendiri. Bahkan kakaknya kembali menyuap sesendok penuh nasi goreng ke dalam mulutnya demi memastikan bahwa rasa masakan adiknya memang Dewi yang telah membuatnya.
Dewi tetap tidak membalas perkataan Kakaknya, ia lebih memilih untuk ikut menyantap nasi goreng yang sebenarnya nya adalah buatan si calon suami.
“Ternyata emang bener enak masakan Mas Nanda, salutttt ... gue aja kagak bisa bikin yang benginian.”
Batin Dewi yang memuji kepintaran Nanda dalam hal memasak. Benar-benar ia tak menyangka bahwa calon suaminya sangat pandai memasak. Kata orang jodoh adalah cerminan diri, apakah itu memang benar?
Dewi terkadang berpikir, ia sangat jauh berbeda dengan sifat Nanda. Bagaimana ia bisa menjadi jodohnya kelak jikalau sifatnya yang begini?!
Memang benar rencana Tuhan tidak bisa dan tak akan pernah bisa untuk diprediksi oleh makhluknya. Bahkan untuk memecahkan permasalahan dan perjalanan hidup Dewi tak ada yang bisa mengetahuinya.
Hidup itu perjuangan, hidup itu pengorbanan, hidup itu perahu! Perahu yang berlayar di tengah samudra yang luasnya jutaan kilometer.
Setelah selesai sarapan, Nanda dan juga Dewi bergegas untuk pergi ke kantornya. Namun karena Nanda memakai motor ke rumah Dewi tadi pagi, maka ia harus kembali pulang ke rumahnya untuk mengganti motor menjadi mobil untuk dikendarainya.
Getra yang memang hari ini ingin ikut bersama Nanda, lebih memilih menunggu di rumah Dewi. Toh rumah keduanya tidak jauh,hanya berbeda beberapa belokan yang sangat dekat.
Jika Dewi atau Getra ingin menyusul ke rumah Mami El atau Nanda, dengan berjalan kaki sekitar 10 menit maka keduanya akan tiba di rumah Mami El.
Dewi dan Getra yang menunggu Nanda tiba, lebih memilih untuk menunggu di gerbang rumah Dewi yang tidak dikunci. Keduanya masih merasa kenyang karena memakan rakus nasi goreng yang dimasak oleh Nanda hingga tandas.
“Aduh, kok perut Kakak mules ya?! Kakak rasa-rasa mau boker,” ungkap Dewi pada Getra yang hanya melihatnya kesakitan seraya memegang perutnya sendiri.
“Getra! Emh ... , Kakak cantik mau ke toilet bentar ‘yah! Kamu tunggu di sini aja. Eh masuk dulu ke rumah deng, takut ada culik pula ye kan.”
Ucap Dewi yang mengajak Getra untuk kembali masuk ke dalam rumah Dewi.
Setelah menitipkannya bersama sang Kakak, Dewi bergegas untuk memenuhi panggilan alam yang sangat menyukainya. bahkan sampai mengajaknya untuk melakukan panggilan.
Satu hal yang membuat Dewi tampak semakin bodoh, ia terus bertanya-tanya dalam pikiran nya : Kapan panggilan alam menyediakan panggilan video call nya? ... 🤣🤣🌚🌚🙏✌
__ADS_1
Dasar si Dewi mah aya-aya wah ya, mana ada panggilan alam pakai metode video call! Mau sampai nunggu juga kagak kejadian Dew-Dew.
Kembali pada Dewi yang saat ini masih berada di toilet rumahnya. Haish, mungkin akibat untuknya karena sangat rakus tentang segala hal.
Nasi goreng! ‘Yah, ... lagi-lagi karena nasi goreng. Mungkin karena terlalu banyak memakan nasi goreng yang lezat buatan Nanda, perutnya langsung merasa mulas karena makanan yang diolah perutnya siap dikeluarkan.
“Huft ... , leganya. Hilang sudah sakit perutku, jadi aman ke kantor dah.” Ucap Dewi yang merasa lega setelah perutnya yang kembali kosong.
“Untung aja sakitnya masih di rumah, coba kalau pas di mobil ntar? Kan gaswat tuh! Hahaha, ...” ucap Dewi pada dirinya sendiri seraya tertawa.
Ia menghampiri Getra yang tengah bercanda dengan Kakaknya lalu kembali menunggu Nanda di gerbang rumahnya.
Cukup masalah nasi goreng yang telah disantapnya tadi pagi, kini ia akan kembali pada dunia kantor nya. Bekerja lagi, cuan datanglah!
Selain Dewi yang mengharapkan si cuan, Author yang tengah mengetik ini juga sama halnya dalam mengharap dan menantikan si cuan yang datang sebagai rezekinya ... 🌚 kan lumayan, buat beli cilok. 😋🏃♀🏃♀🏃♀
To be continued ...
...----------------...
Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘
Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏
Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘
Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa update 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌
Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...
💖... Thanks All! ... 💖
See you later guys ... .
Salam sayang
Authoreo~😚😚😘😘😘.
__ADS_1