
Seperti biasa Dewi terlambat bangun setiap paginya, tak peduli dengan apapun. Selama ini Ia selalu berpegang teguh dengan peribahasa “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.” ‘Yah walaupun itu hanyalah alasan baginya sebagai cara untuk menghindar atau membalas perkataan apabila dirinya diomeli atau dimarahi.
Waktu yang telah menunjukkan pukul 09.00 WIB tak menambah kecemasan karena terlambat ke kantor suaminya, eh calon suaminya. Berjalan anggun melewati lobi dan memasuki lift yang memang tersedia tanpa rasa malu sedikitpun dilihat teman-teman sekantornya karena terlambat datang.
Begitu memasuki ruang divisinya Ia telah diberikan sambutan hangat oleh dua orang yang tengah bersedekap dada, asal kalian tahu sambutan dan tatapan hangat itu bukanlah hal biasa melainkan auman sang serigala yang berbulu manusia lebih tepatnya berbulu domba.
Gleg
Dewi menelan salivanya sembari bersikap seolah tanpa dosa. Kumis pak Hendri sudah berubah 180° dari semula kini berubah seperti sapu ijuk yang sudah dilebarkan, di samping itu putrinya–Silpi sudah menatap tajam ke arahnya.
Sementara Lea dan Sasa jangan ditanya, mereka saat ini tengah sibuk dengan pekerjaannya ‘yah walaupun hanya kedok belaka. Sebenarnya mereka tengah khusyuk memasang telinga tajam agar bisa mendengar ucapan dan bentakan dua orang tersebut kepada Dewi.
“Kenapa Kamu berangkat? Tidak cuti saja sekalian,” sindir pak Hendri tersenyum sinis memandang Dewi.
“Lah kalau Saya cuti berarti Saya nggak kerja dong Pak? Saya kan hari ini kerja, makanya Saya berangkat Bapak ada-ada aja, hahahaha... ” Dewi yang memang tidak mengerti maksud dari ucapan pak Hendri, tertawa kecil.
“Heh, Kamu itu ngga ada sopan-sopannya sama sekali! Datang terlambat, memangnya ini kantor Ortu atau suami Lo?!” Bentak Silpi yang memang tidak suka dengan Dewi.
“Lah, kok Mbanya ngamuk. Saya ndak ada salah juga ih,” timpal Dewi lagi tanpa rasa bersalah.
Lea dan Sasa sampai dibuat heran dengan Dewi yang memang memiliki talenta diluar nalar karena berani melawan dan menimpali perkataan atau omelan atasannya.
Ting
Sasa:
“Gw salut banget sama Dewi, punya mental baja kali ya berani banget ngelawan atasan Kita.”
Lea:
“Iya, saluttt. Kemarin aja melempem kayak kerupuk sekarang beda lagi, punya kepribadian ganda kali ya? Hahaha...”
Sasa:
“Bukan kepribadian ganda tapi kepribadian campuran dari emak sama bapaknya. Ngadonnya hebat kali ya? Makanya bisa buat yang model Dewi gitu, hahaha...”
Lea:
“Dewi limited edition hehehe, udah Sa lanjutin kerjaannya! Ntar Kita ikut diomelin lagi.”
Chat dari dua orang berakhir bersamaan dengan berhentinya omelan pak Hendri dan Silpi terhadap Dewi yang mendapat pekerjaan tambahan itu.
Dewi berjalan kesal menuju meja kerjanya dengan bibir yang dimanyunkan ke depan. Sementara Silpi hanya tersenyum kemenangan melihat Dewi dalam keadaan seperti itu.
Pak Hendri yang memang telah lama pergi dari ruang divisi kini kembali lagi dengan membawa setumpuk berkas ke meja Dewi.
“Selesaikan pekerjaan yang ini juga! Saya tunggu di ruangan Saya hari ini,” perintah pak Hendri yang segera mendapat protes dari Dewi.
__ADS_1
“Loh, berkas yang ini saja belum Saya selesaikan Pak. Mana akan selesai hari ini kalau berkasnya begini banyaknya!” Protes Dewi tidak terima dengan pekerjaannya yang sangat menumpuk.
Pak Hendri sama sekali tidak mendengar keluhan Dewi dan memilih meninggalkannya, diikuti Silpi yang berjalan keluar setelah mengejek Dewi melalui tatapan mata dan senyuman sinisnya.
Lea dan Sasa mendekati Dewi yang kini tengah kebingungan memilih pekerjaan mana yang harus dikerjakannya terlebih dahulu.
Lea dan Sasa yang memang telah menyelesaikan pekerjaannya memilih untuk membantu Dewi secepat,setepat dan sebisa mungkin. Sementara Dewi yang merasa mendapat pertolongan langsung menyetujui dengan perasaan girang.
Mereka tidak takut dan cemas akan ketahuan oleh Silpi dan pak Hendri, karena baik Silpi atau pak Hendri kini tengah mengerjakan pekerjaan yang lebih penting dari itu.
...----------------...
“Akhhhh, lega Aku... akhirnya tinggal sedikit lagi berkas yang tersisa. Makasih banget udah ngebantu Aku nyelesain ‘yah!” Ucap Dewi lega sembari meminum jus jeruk yang menyegarkan dahaganya di kantin perusahaan.
“Oke,” jawab Lea mengacungkan jempolnya kepada Dewi. “Kamu yang sabar aja sama mereka, Kami berdua juga waktu pertama kerja digituin juga.”
“Wah beneran? Aku pikir cuma Aku.” Dewi menatap dua orang yang telah membantunya tadi.
“Iya, udahlah nggak usah ngomongin masa lalu.” Ujar Sasa menjawab pertanyaan Dewi. “Btw, Lo sama tunangan Lo kapan married? Kapan acaranya dimulai? Ingat undang Kami berdua sebelum acaranya!”
“Iya-iya, kapan acaranya?” Imbuh Lea yang ikut antusias kapan acara pernikahan Dewi diselenggarakan.
“Ah tau deh, mau nikah kapan. Nggak penting juga!” ketus Dewi sebal dan tidak peduli mendengar kata pernikahan.
“Wah Lo kenapa Dew? Ada masalah Kamu sama tunangan Lo?” Tanya Sasa yang membuat Lea ikut menanti jawaban Dewi.
“Ih, nggak ada sih. Nggak penting tau nggak!” Tolak Dewi yang membuat kedua orang dihadapannya bertambah penasaran.
“Gw nggak suka sama tunangan Gw! Kami itu cuma dijodohkan aja sama nyokap,heh!” Jelas Dewi dengan raut wajah bersedih, “jujur deh, Gw udah punya pacar walaupun ldr.”
“Wah seriusan? kalau gitu kenapa nggak Kamu tolak Dew? Kamu jelasin ke orang tua Kamu kalau Elo udah punya pacar,” Saran Lea pada Dewi.
“Heh! gimana mau tolak kalau calon suami juga pengennya nikah sama Aku! Mana pacar ngilang ampe sekarang nggak ada kabar lagi,” geram Dewi melengos mengalihkan pandangannya.
“Wah, pacar Kamu tega juga ih! Saran dari Aku terima aja tunangan Kamu, toh emak ama bapak Lo setuju!” Kini Sasa gantian memberi saran pada Dewi. “Apalagi kalau tunangan Kamu ganteng sama mapan udah deh enak hidupmu. Coba Aku tanya, ganteng nggak tunangan Lo?”
“Ya ganteng sih! Ganteng banget malahan,” ucap Dewi menimpali pertanyaan Sasa.
“Nah, terima aja calon suamimu. Gitu aja kok ribet sih!” Sasa dibuat sedikit emosi mendengar penuturan Dewi.
“Tau tapikan Aku nggak suka! Bukan tipeku,” Dewi balik cetus terhadap Sasa.
“Udah-udah, kok Kalian malah tengkar gini!” Tegur Lea terhadap kedua temannya, “jadi Kami berdua mau tanya—tipe Kamu itu yang seperti apa? monggo dijelaskan secara rinci biar Kami yang bertugas mendengar tanpa mengganggu!”
“Pria idamanku?”
“Iya, ceritalah itung-itung curhat!” Jawab Lea.
__ADS_1
Dewi menghembuskan napasnya perlahan dan mulai bercerita tanpa diganggu keduanya, “laki-laki impianku berbeda dari yang lain. Jadi, sebenarnya Aku itu pengen banget punya lelaki yang sayang dan over protective ke Aku, cinta banget gitulah bisa rela mati-matian kek ngorbanin hidupnya hanya demi membahagiakan dan buat Aku tersenyum dan jangan lupa dia ganteng kek oppa-oppa korea.Hah nggak kebayang betapa bahagianya Aku,” terang Dewi tersenyum-senyum sendiri membayangkan pemuda impiannya.
Namun setelah Dewi selesai berbicara tak lama kemudian dirinya mendapat lemparan sendok garpu dimeja dari dua orang yang mendengarnya bercerita atau curhat. Lea dan Sasa dibuat geram karenanya, bagaimana tidak?
“Sakit tau! main lempar-lempar untung nggak kena mata, kalau kena bocos ni mata!” Cetus Dewi mengusap kepalanya yang terkena lemparan garpu yang lumayan banyak.
“Ya gimana Kami nggak sebel Dewi! Laki-laki impian Kamu juga Impian semua cewek, ngomongnya aja idaman Kamu berbeda dari yang lain.Heh!,” geram Lea menatap sebal ke arah Dewi yang menyengir kuda.
Ketiganya terus membicarakan tentang pria idaman mereka satu persatu hingga tak sadar sejak tadi dua pria tengah memperhatikan CCTV di ruangannya.
Di ruangan CEO, “itu kemauan Kamu Dewi! Saya akan mencoba untuk bisa menjadi seperti yang Kamu inginkan,” gumam Nanda yang samar-samar terdengar oleh sekretarisnya Elvin.
“Maksudnya Tuan apa ‘yah? Sebenarnya ada hubungan apa dengan wanita yang bernama Dewi itu?” Tanya Elvin seraya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal, Elvin memang belum mengetahui bahwa Bosnya itu telah bertunangan dengan Dewi.
“dia tunangan Saya! Kamu awasi dia baik-baik!” Seru Nanda sembari membalikkan tubuhnya menuju meja kerjanya, Ia harus kembali menyelesaikan pekerjaannya sebagai pemimpin perusahaan yang baik dan profesional.
“Hah? Tunangan! Tapi kapan,di mana? Mengapa Tuan tidak mengundang atau memberitahu Saya? Ah Tuan jahat sekali,” beribu pertanyaan yang dilontarkan Elvin sampai membuat Nanda geram dan melemparkan berkas di tangannya ke wajah Elvin.
Braksss
“Tuan, mengapa Anda melemparkan berkas ini ke wajah Saya? beruntung tidak melukai wajah Saya yang tamvan ini,” ucap Elvin sembari mengibaskan rambutnya cool, beruntung berkas tadi sempat dihindarinya kalau tidak? celaka baginya.
“Berisik! kembalilah bekerja kalau tidak ingin gajimu kupotong!” Perintah Nanda dengan seringai liciknya, “jangan lupa awasi calon istriku!”
“Heh, dasar cerewet!” teriak Elvin sembari berlari keluar ruangan Bosnya.
“Elvin! Kau mau kembali ke alammu ‘yah!” Teriak Nanda geram karena sekretaris sekaligus sahabatnya yang tidak ada sopan-santunnya itu.
Nanda kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda karena mengawasi Dewi di kantin perusahaannya. Kini dirinya tau apa yang harus dilakukan ke depannya untuk Dewi.
To Be Continued... .
Halo jumpa lagi sama Authoreo, gimana kepo nggak sih dengan kelanjutan kisah perjalanan cinta Mas Nanda sama Mba Dewi? hehehehe... Gosip-gosip, pria idaman Kalian kayak gimana nih? cerita dong cerita! Lewat kolom komentar di bawah ini ‘yah👇, jangan pelit-pelit ntar kuburannya sempit kwkwkwkwkw... 🤣🤣
Sebelumnya maaf ‘yah lama banget nggak up. Sebenarnya Author pengen banget pake banget, bisa jadi Author yang sangat berbakat dan giat dalam menulis tapi apa boleh buat otak Author belum mampu untuk ini.
Author akan tetap berusaha semampu Author agar bisa menyelesaikan kedua novel Author hingga ending. Oleh karena itu, minta dukungan dari Kalian melalui like, rate, komentar, favorit, gift, dan masih banyak lagi... terimakasih bagi yang sudah hadir di novel Author tinggalkan jejak Kalian ‘yah!
Oh iya sembari nungguin Author update, bisa nih mampir ke novel salah satu teman Author dijamin bakal menghibur diri Kalian.
Dicari nama penulisnya Author—ShasaVinta dengan judul “Kekasih Palsu Si Culun”
Mampir-mampir! Pokoknya keren abis dah!
Salam Sayang
__ADS_1
Author~😘😘😘.
priaidamanpriaidamanpriaidamankwkwkwkwkwkwkw.