Marriage With Neighbour

Marriage With Neighbour
Bertemu Kakek Mertua?~part 2!


__ADS_3

Dewi dan Nanda memasuki restoran di mana keduanya akan bertemu dengan Kakek Nanda. Nampak dari sana Mami El beserta Getra tengah berkumpul bersama Kakek dan juga seorang wanita muda yang usianya sekitar dua tahun lebih tua dari Dewi.


“Kalau yang rambutnya putih alias beruban sudah Aku tebak dia Kakeknya Mas Nanda, tapi kalau perempuan cantik yang di sampingnya siapa ‘yah? Istri Kakek kah? Eits, ... perasaan makin gede bukannya makin pinter lu ngapa makin nambah dudul ya Dew! Ya kali istri Kakek atau Nenek nya Mas Nanda masih muda gitu, mana ada yang mau sama akik-akik! Hiiih... .”


...Begitu banyak pertanyaan yang muncul di dalam benak atau pikiran Dewi, mengenai wanita yang berada di samping Kakek Nanda....


Dewi dan Nanda mendekati meja yang digunakan oleh Mami El, Getra dan Kakek Nanda beserta wanita yang berada di sampingnya.


“Ekhem... ,” Nanda berdehem sebagai caranya mengalihkan perhatian keluarganya. Walaupun satu tangannya digunakannya untuk menggenggam tangan Dewi, tangan kirinya ia masukan ke dalam saku celananya sehingga berkesan memiliki penampilan yang cool dan berwibawa.


*Author : Berwibawa ‘yah, bukan pak Wibowo–tetangga sebelah rumah! ... 🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀


Readers : 📢📢 Ji'ah ... , lu mending nggak usah ngiklan Thor! Minggir sono!


Author// Dengan kesal melipir sebentar dan memilih ngantri membeli minyak goreng di SPBU*...


Semua melihat Nanda dan orang yang berada dalam genggamannya, yang tak lain adalah Dewi. Mereka berdiri dari kursinya kecuali Getra yang asik memakan steak di piringnya yang telah dipesankan oleh Mami El.


“Eh Kalian berdua udah sampe?” Tanya Mami El pada putranya dan calon menantunya.


“Iya,” jawab Nanda datar dan langsung duduk di kursi yang ada tanpa menyapa Kakek dan wanita di samping Kakeknya itu.


Dewi tersenyum ramah dan ikut menjawab pertanyaan Mami El, “iya Mi, baru juga sampe nih,” ucap Dewi seraya meraih tangan Mami El untuk bersalaman.


Setelah menyalami Mami El, Dewi juga menyalami tangan Kakek Nanda beserta wanita yang sejak tadi berada di benak Dewi.


Meskipun awalnya Kakek Nanda dan wanita di sampingnya enggan membalas Dewi, pada akhirnya keduanya ikut menyalami tangan Dewi.


Mami El yang melihat kesopanan Dewi begitu bangga karena akan memiliki menantu yang sopan serta santun terhadap semua orang. Berbeda dengan Maminya, Nanda justru tersenyum sinis walaupun hanya di dalam hatinya.


“Duduk dulu Dew! ...” Titah Mami El padanya.


Nanda berdiri dari kursi nya dan menyiapkan sebuah kursi untuk Dewi di sampingnya. Walaupun merasa jengah akan sikap sok romantis dari Nanda, Dewi tetap duduk di kursi yang telah diberikan oleh Nanda. Begitu juga Nanda yang kembali duduk di kursinya dan asik bermain gawai atau hp nya.


“Ini mantu Kamu, El?!” Tanya Kakek Nanda yang biasa dipanggil dengan sebutan Kakek Hardi Kusumajaya, ia adalah ayah atau papa dari Mami El.


“Baru calon Pa! Belum jadi mantu juga,” celetuk Desta tidak suka terhadap ucapan papanya yang nengatakan Dewi adalah menantu dari kakak tiri nya, Mami El. Bisa dikatakan Desta adalah Tante tiri Nanda yang usia keduanya hanya berbeda satu tahun.


“Ouh jadi Mba ini anaknya Kakek toh alias Tantenya Mas Nanda,” gumam Dewi dalam hatinya yang kini mengetahui bahwa Desta adalah anak dari Kakek Nanda.


Jika ada yang bertanya mengapa usia keduanya hampir sama? Maka jawabannya—Desta merupakan putri tunggal dari Kakek Hardi dengan alhamarhumah istri keduanya.


Dulu ibunda Mami El telah bercerai dengan Kakek Hardi karena Kakek Hardi yang memilih menikah lagi dengan wanita lain. Dan yang lebih menyakitkannya lagi, madu nya adalah sahabat ibunda Mami El sendiri.


Tidak sanggup menahan ujian dalam rumah tangganya, ibunda Mami El memilih mengajukan surat cerai pada Kakek Hardi. Dengan membawa dan membesarkan putri tunggalnya—Mami El yang kini telah menjadi seorang wanita hebat dan tergolong mandiri atas didikan dari ibu nya.

__ADS_1


Mungkin memang benar karma akan ada dan berlaku di dalam kehidupan seseorang. Setiap perbuatan akan ada yang namanya pembalasan, seperti halnya almarhumah istri kedua Kakek Hardi dan juga dirinya.


Setelah bertahun-tahun menikah, keduanya masih belum dikaruniai anak. Dan di saat diberikan kesempatan kebahagiaan, Tuhan justru memberikan kepedihan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Istri kedua Kakek Hardi dinyatakan meninggal karena kecelakaan tabrak lari, tak ada yang tau kehendak Tuhan.


Bersyukur anak yang berada di dalam kandungan istrinya masih bisa diselamatkan dengan cara operasi, namun sayangnya sang istri tak bisa diselamatkan karena telah kehabisan banyak darah.


Kakek Hardi sangat bersedih akan kepergian sang istri, ... hanya putrinya yang tersisa dari tragedi itu. Oleh sebab itu Kakek Hardi sangat memanjakan Desta yang merupakan anak tunggalnya. Ia akan selalu memberikan apa yang diinginkan oleh anaknya.


Satu kesalahan yang selama ini masih tidak disadari oleh Kakek Hardi bahwa ia juga memiliki seorang putri dari istri pertamanya.


Karena dimanjakan selama hidupnya, kini Desta tumbuh menjadi sosok wanita yang arogan dari papanya dan egois seperti almarhumah mamanya.


“Ah benar apa yang Kau katakan Nak—Dia adalah calon mantu dari Kakakmu ini,” Seringai Kakek Hardi pada putrinya, Desta.


Mami El yang mengetahui sifat Ayah dan Adik tiri nya berusaha untuk menahan amarahnya agar tidak terjadi keributan, terlebih lagi dari tampang keduanya yang memang tidak menyukai Dewi sebagai calon istri putranya.


“Ck ... bahkan Aku sendiri nggak yakin kalau Dia wanita baik-baik,” tambah Desta melirik Dewi sinis. “Mungkin hanya memanfaatkan kekayaan Nanda dan keluarga Kita!”


“Cukup Tan! Aku bisa terima kalau Tante ngomong hal lain, tapi jangan ngomong yang nggak sesuai fakta tentang Dewi!” Tegas Nanda yang masih berusaha menahan amarahnya terhadap Tante dan Kakeknya.


“Ouh namanya Dewi. Cih, tidak selevel!” Batin anak dan papa ini bersamaan.


“Wanita seperti Dia Kau bela! Dengarkan saranku sebelumnya, Kau lebih baik menikah denganku Nan! Aku jelas lebih Kau kenal dibanding Dia selama ini,” ungkap Desta yang berniat untuk menjadi istri Nanda.


Jikalau bukan Nanda pasti semua orang akan begitu, mana ada keponakan yang ingin atau berniat menikah dengan Tante jahat dan licik. Kalau katanya readers-readers mah : Najong! Naj*is, ogah! ... 👀


Dewi yang sejak tadi hanya diam menyaksikan perseteruan antara mereka langsung melotot kaget karena perkataan Desta.


“Rumit-rumit, parah sih tante makan ponakan. Kiamat dunia bisa-bisa kalau sampe kejadian Tante nikah sama ponakan!” Batin Dewi yang sampai dibuat geleng kepala.


“Apa maksudmu Desta?! Kau jangan sembarang berbicara! Kau itu Tante putraku, mustahil Kau akan menjadi menantuku atau istrinya! Cukup berkata sembrono seperti itu, Kau carilah pemuda lainnya jangan putraku karena Aku telah memilihkan wanita baik-baik untuknya!”


...Mami El yang memang tidak suka perkataan dari adiknya langsung memotong perkataannya lagi....


“Tapi Mba— ...”


“Cukup Desta! Jangan bersikap kelanak-kanakkan seperti itu,” ucap Mami El tegas dan yang pasti memotong perkataan Desta.


Desta yang tidak bisa berbicara kini mulai memasang wajah sedihnya kepada sang papa.


“Kau diam saja Elita! Yang dikatakan putriku memang benar adanya, wanita seperti Dia Aku tak yakin tingkah lakunya nanti di masa depan.” Cakap Kakek Hardi yang membela anak kesayangannya, dan sang anak yang kini dibela oleh sang papa kini tersenyum kemenangan. Sudah pasti senyum itu hanya ditunjukkan kepada Dewi seorang.


Dewi yang mendapatkan senyum dari Tante tiri calon suaminya hanya menganggap sebagai angin lalu, tak perlu menghiraukan bajing loncat menurutnya.


“Papa cukup memanjakan Desta Pa! ... Jangan memberikan seluruh keinginannya, jikalau terus menerus Papa lakukan—maka akan menghancurkan masa depannya sendiri karena sikap arogan yang muncul karena keinginan selama hidupnya dikabulkan oleh Papa!”

__ADS_1


...Mami El berkata bijak dengan mengingatkan Papa nya untuk tidak menuruti setiap keinginan adik tiri nya....


“Maksud Kamu jikalau Desta berbuat kesalahan itu karena didikan Papa, begitu?!” Ketus Kakek Hardi yang salah tanggap akan ucapan Mami El.


“Huft ... yang namanya kakek-kakek pikiran juga kakek-kakek! Alot kek daging ayam kampung,” gerutu Dewi yang mampu ia ucapkan dalam hatinya.


“Bukan gituh Pa, maksud Elita— ...”


“Iya emang bener sikap buruk Tante muncul karena Kakek,” potong Nanda akan ucapan Maminya.


“Apa Maksud Kamu Nan?!” Geram Kakek Hardi akan ucapan dari cucu laki-lakinya, bahkan kini ia berdiri dari kursi nya karena amarah.


Nanda, Mami El dan juga Dewi beserta Desta langsung ikut berdiri mengikuti Kakek Hardi. “Iya emang bener gara-gara Kakek sifat Tante Desta burik kek sifat emaknya, pelakor!” Balas Nanda yang kini menyangkut pautkan tentang almarhumah istri kedua Kakek Hardi.


“Nanda! ...” Bentak Desta yang tidak suka jikalau almarhumah Mamanya disebut pelakor, ya walaupun emang kenyataan ... . 🙄🙄


Perdebatan dan perseteruan diantara keempat orang ini terus berlanjut. Kakek bahkan terus membela Desta. Ia berkata, “lancang sekali mulut Kamu Nan! Apa Kamu ma— ... ” lagi-lagi ucapan terhenti karena terpotong, kali ini bukan Nanda yang memotong perkataannya melainkan teriakan Dewi.


“Ya Allah itu anak orang! Astagfirullah Getraaaaaa?! ...” Teriakan Dewi mengejutkan mereka bahkan seluruh orang-orang yang berada di dalam maupun di luar restoran.


Suara klakson menggema baik mobil dan motor terus menerus bersautan, hanya suara klakson sepeda yang nggak ada ... 🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀


Suara semua orang yang berteriak karena terlalu kaget, terkejut, takut, semua perasaan campur aduk seperti kolak buatan mba tiwuk dengan harga lima ribuan. Eh, ... Author bisa-bisanya bercanda di tengah keadaan genting seperti ini. Maap ‘yah! ... Author pengen tips nggak dikasih-kasih ya begini... 🙏🤣✌


Dewi berlari kencang untuk segera menyelamatkan Getra yang berjongkok ketakutan di tengah jalan raya yang kini dipenuhi oleh suara teriakan.


Tin ... tin ... tin ...


Suara klakson yang berasal dari sebuah truk besar yang mulai melaju kencang ke arah Getra.


Dewi berlari kencang dan—


To be continued...


...----------------...


Holaaa jumpa lagi sama Author yang satu ini! ... . 🙆‍♀🙆‍♀


Minta dukungannya melalui like, komen, rate, vote, gift dan dukungan lainnya!


...Akan Author usahakan untuk update kurang lebih jam 22.00 malam ‘yah!...


Salam sayang


Authoreo~😋😚😘.

__ADS_1


__ADS_2