
Ternyata memang sudah biasa anak sekecil dia tidur dengan sangat aestetik. Bahkan Dewi yang biasanya tertidur dengan posisi menguasai seluruh ranjangnya, kini berubah 180°C menjadi tenang dan kalah oleh Getra.
Ini adalah pertama kalinya Getra menginap di rumahnya, terlebih lagi setelah menikah dengan Nanda mungkin adiknya yang satu ini akan sering berkunjung ke rumahnya.
Eh, tapi Dewi ntar kalau udah nikah sama Nanda mau tinggal di rumah siapa? Mami El atau Bunda Fania?
...----------------...
Aku di mana, mami sama ma–mat ke mana? Kenapa Getla ditinggal sendili di sini!
Getra saat ini tidak tau di mana ia berada, yang pasti kini ia sangat ketakutan. Takut karena selain tak ada seorang pun, juga ketakutan karena gelap tanpa satupun cahaya yang terang.
Oh mey got, ... kenapa ada tewek tantik di tini?! Tewek itu tiapa ‘yah, apa talon patal Getla yang ganteng ini?
Di saat Getra sudah akan menangis ia justru melihat seorang wanita cantik yang tidak diketahui oleh Getra. Namun jiwa Getra yang memang kelas kakap, membuat siapapun wanitanya akan ia sebut cantik.
Kakak ini sepeltinya tantik, lebih baik Getla deketin. Emh, ... Getla cium pipinya aja deh.
Getra mulai memajukan bibirnya untuk mencium pipi wanita yang tidak diketahuinya karena kegelapan. Semakin maju bibir Getra semakin besar pula kesempatan ia mencium pipi wanita tersebut.
Tiba-tiba—
Eeeh ulel keket, aduh mii tolong Getla! Mi bibil Getla ada ulelnya, huaaa ...
Getra yang ketakutan akhirnya menangis karena niatnya yang ingin mencium pipi tembam wanita tersebut, kacau karena tanpa ia ketahui dan sangat ajaib ia justru mencium ulat keket.
“H–huaaa ... .”
“Eh ssuh suh, dasar kucing luc*at!” Usir Dewi pada kucingnya yang tidur di atas ranjangnya, “Getra kenapa sayang? Cup cup, aduh Kamu kenapa?!”
“Meong ... ,” ternyata kucing tersebutlah yang hadir dalam Mimpi Getra sebagai ulat keket olehnya.
Getra tanpa sadar terbangun dan saat melihat Dewi ia langsung memeluknya erat seakan sesuatu yang buruk telah terjadi.
Dewi membalas pelukan Getra yang tengah gemetar ketakutan, bahkan keringat mengucur yang berasal dari dahi dan tubuhnya.
“H–huaaaa ... , Kakak tantik Getla atut. Huhuhu, ...” tangis Getra kencang pada Dewi bahkan karena suaranya yang kencang sampai membuat Ayah Farhan, Bunda Fania dan Kak Bagas masuk ke kamar Dewi.
“Cup cup, udah Getra jangan nangis sayang! Ada Kakak cantik di sini,” ucap Dewi yang menenangkan Getra yang menangis.
“Aduh, itu adek Kamu kenapa Dew? Kamu apain sampai nangis kejer gitu!” Seloroh Bunda Fania begitu memasuki kamar Dewi dan mendekatinya.
__ADS_1
“Dicubit sama Dewi kali Bun,” celetuk Bagas yang memfitnah Dewi.
“Nggak Dewi apa-apain kok, mungkin mimpi buruk. Orang pas Getra nangis Dewi baru aja selesai mandi,” jawab Dewi yang memang benar kenyataannya.
Bunda Fania mengambil alih Getra dari pelukan Dewi, “udah cup cup, Getra jangan nangis ya sayang. Ada Bunda di sini ‘yah!”
“Huaaa, ... Getla mau mamiii! Getla nggak mau Bundaaaa,” tolak Getra yang hanya ingin bersama maminya yang tak lain dan tak bukan adalah Mami El.
“Hahahaha, ... sama anak kecil aja ditolak mentah-mentah. Kasihan,” tawa Ayah Farhan pecah begitu mendengar penolakan Getra untuk Bunda Fania.
“Uhuk ... uhuk, ...” ayah Farhan tiba-tiba tersedak saat melihat tatapan maut yang telah diluncurkan istrinya. Ia langsung terdiam, sungguh benar-benar suami takut istri sejati.
Dewi segera keluar dari kamarnya dan kembali lagi dengan membawa sebotol susu untuk Getra. Ia menyodorkan dodot itu tepat di depan mata Getra yang tiba-tiba mulutnya langsung terdiam.
Tanpa menunggu lama, Getra langsung menerima pemberian Dewi yang merupakan sumber energinya. Dewi dan keluarganya yang melihat Getra kembali tertidur setelah diberikan susu, hanya tertawa kecil seraya menggelengkan kepalanya.
Kak Bagas dan Ayah Farhan meninggalkan kamar Dewi dan melakukan apa yang ingin dilakukan keduanya.
Sementara itu Bunda Fania masih berada di kamar Dewi dan duduk di tepi ranjang. “Getra lucu ya? Enak nggak Dew, tidur sama Getra?”
“Dua-duanya, sempit sih tapi enak tidur sama dedek Getra yang gemoy sama jahil ini.” Jawab Dewi yang memang berkata jujur pada Bunda Fania.
Dewi melotot tidak suka, “Dewi nggak mau punya adek! Awas aja Bunda punya anak lagi, yang ada bukan adek imut tapi amit-amit!”
Begitu mendengar respons putrinya tentang memiliki anak lagi, Bunda Fania tertawa pecah.
Sementara itu saat waktu yang masih menunjukkan pukul 06.00 pagi, sudah ada sesorang yang mengetuk rumah Dewi.
Kak Bagas membuka pintu rumahnya dan terkejut saat melihat calon adik iparnya yang datang ke rumahnya pagi-pagi sekali.
“Assalamualaikum Kak,” salam Nanda yang menyalami tangan Bagas.
“Waalaikumsalam, pagi banget Kamu datangnya Nan?” Jawab dan tanya Kak Bagas pada calon adik iparnya.
“Eh itu karena ... .”
“Eh maaf, ayo masuk dulu Nan!” Ajak Bagas yang langsung diikuti oleh Nanda.
“Kakak tau Kamu ke sini mau jemput Getra adek Kamu.” Ucap Bagas saat sudah duduk bersama Nanda di sofa.
“Hehe ... , iya Kak itu maksud Aku. Emh, adek Aku mana?” Nanda bertanya tentang keberadaan adik kesayangannya.
__ADS_1
“Adek Kamu masih tid—”
“Ma–Mat?! ...” Panggil Getra yang tengah turun tangga bersama Dewi dengan sebelah tangannya memegang sebuah dot dodo yang telah kosong.
Nanda menghampiri adiknya dan langsung menggendong, memeluk serta menciumi pipi gemoynya.
“Udah mandi?” Tanya Nanda pada adiknya.
“Udah, tadi Kakak tantik yang mandiin Aku.” Jawab Getra yang tersenyum dan masih memegang dot nya.
Getra sudah wangi dan harum serta tampak fresh, seperti yang telah diduga bahwa Dewi yang telah membersihkan tubuh adiknya.
“Sebentar, ... Mamas ambil baju Getra di motor,” ucap Nanda yang ternyata hari ini mengendarai motor.
“Tumben-tumben Mas Nanda pake motor, eh tapi masih pagi deng. Mas Nanda juga belum siap-siap ke kantor,” batin Dewi yang kembali memegang tangan Getra dan membawanya ke meja makan.
0#
Hari ini ia ingin memasak untuk sarapan adiknya, ia akan memasak nasi goreng yang dilengkapi dengan goreng ikan nila kesukaannya.
To be continued ...
...----------------...
Holaaa jumpa lagi sama Author TinA, terimakasih karena tetap setia menunggu Mba Dewi update ‘yah! ... 🙏🙏😚😍😘
Minta like, komen, rate, gift, vote, dan dukungan lainnya! ... 🙏🙏🙏
Novel ini akan update kurang lebih pukul 22.00 malam! Jadi tunggu dan tetap setia ‘yah! Jangan pernah unfavoritkan okeh?! ... 😘
Novel ini akan update selang seling dengan novel Author yang satunya, dikarenakan otak Author yang ngelag jadi hanya bisa update 1 bab satu hari pull! ... 🤧🤧🤧🙏✌
Agar tidak ketinggalan informasi, novel ini mesti dimasukkan ke list menjadi salah satu novel favorit kalian ‘yah! ...
💖... Thanks All! ... 💖
See you later guys ... .
Salam sayang
Authoreo~😚😚😘😘😘.
__ADS_1