Mawar

Mawar
mawar


__ADS_3

Andai waktu bisa Aku putar, Aku ingin bisa merasakan kasih sayang orang tuaku lagi, merasakan dikasihi, disayangi, dimanja penuh cinta, ada ketulusan,keikhlasan, perhatian yang luar biasa, Andai waktu bisa terulang


Namaku Mawar indah, sesuai namaku penampilanku memang seindah mawar, dari kecil Aku selalu dijaga layaknya mawar, tak ada seorang pun yang berani menggangguku, menghina atau menyakitiku, karena orang tuaku orang berada di desaku, selain itu bisa dibilang Aku cantik, kulit putih mulus sejak lahir, lesung pipi, rambut ikal yang selalu Aku tutup dengan hijab


meski Aku anak tunggal tapi dari kecil Aku sudah dititipkan di pondok pesantren, besik agama sudah ada sejak Aku kecil


kedua orang tuaku sangat menjunjung tinggi akhlaq dan ilmu agama, bisa dikatakan hidupku sempurna jika orang lain yang melihat, Aku cantik, putih, kedua orang tua lengkap, baik, dari keluarga kaya, seakan sua orang layak iri padaku

__ADS_1


Tapi tidak dengan yang Aku rasakan, Aku merasa muak dengan itu semua, jika Kau pernah dengar menjadi pangeran itu enak, tapi disaat yang bersamaan akan ada yang bilang " jadi orang biasa lebih enak" begitulah kehidupan semua hanya kasat mata, yang dirasakan kadang tak sesuai dengan apa yang dipandang


saat kedua orang tuaku meninggal posisiku masih dipondok pesantren, jika kau tanya bagaimana rasanya? sungguh seakan seluruh dunia ini sirna tiada guna, orang tuaku meninggal dalam kecelakaan saat akan mengunjungiku di pondok pesantren, beliau berdua dilindas truck karena supirnya mengantuk


pihak pondok memberikan izin kepadaku, karena berita duka itu sudah menyebar keseantero pondok, Mereka merasakan dukaku, begitulah kehidupan dipondok satu merasakan sakit semua seakan turut serta merasakan, termasuk dia sosok lelaki yang diam-diam selalu kusebut namanya dalam do'a.


Aku memutuskan untuk tetap berada dipondok pesantren, setelah tepat 7hari kematian kedua orang tuaku, ada rasa sedih yang begitu luar biasa mulutku tiada henti mengucap istighfar, memohon ampun pada Allah atas dosaku, minta pengampunan untuk orang tuaku, meminta kelapangan kubur, nikmat kubur dan tentu keikhlasan dan kesabaran untukku.

__ADS_1


Aku melupakan Gus muham, anak dari pak yaiku yang diam-diam Aku selalu berdoa untuk menjaga cinta yang Allah kasih hanya untuk manusia yang halal untuknya, Aku mencintainya tapi bukan karena syahwat dan nafsu, Allah memberikan cinta ini dan Aku minta Allah menjaga cinta ini agar selalu suci hanya dengan yang halal dan ku harap seorang itu adalah Gus Muham


Dipondok pesantren Aku merasa nyaman, tentram meski Nenek dan kakek baik dari ibu atau ayahku menyuruh untuk dirumah saja setelah orang tuaku meninggal tapi sungguh Aku tak sanggup jika hidup sendirian dirumah, meraskan yatim-piyatu


Ternyata rasaku pun tak kusangka mendapat rasa yang sama dengan Gus Muham dia menyatakan itu didepan Abi dan Uminya, Aku diutus menghadap pak yai yang terkenal keallimannya tersebut


Hatiku bahagia, sedih bercampur jadi satu, bahagia bisa bersanding dengan orang yang kukagumi selama ini tapi sedih mengenanang orang tuaku yang sudah tiada lagi, sungguh rasa yang campur aduk jadi satu kurasakan, semoga bahagia akan datang padaku

__ADS_1


__ADS_2