
Gaffin dan Mawar sampai di hotel, Mawar yang hendak keluar dari mobil ditahan oleh Gaffin dan dengan cepat ia keluar dan membukakan pintu mobil untuk Mawar dan mempersilakannya untuk keluar.Dan tak lupa senyum lebar dan manis di tampilkannya.
Mawar yang memdapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Ia akui perlakuan Gaffin sangat manis, hanya saja ia merasa geli karena itu hal yang asing baginya dan itu pertama kali baginya.
Sepanjang jalan Gaffin selalu menggenggam erat tangan Mawar. Setelah sampai di depan kamar mereka Gaffin menyuruh Mawar masuk ke dalam kamarnya.
"Masuklah, aku juga akan masuk ke dalam kamarku" perintahnya.
"baiklah" sahut Mawar dan Gaffin mengelus lembut puncak kepalanya sambil tersenyum.
Mawar kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, ia juga sempat tersenyum ke arah Gaffin sebelum akhirnya menutup pintunya dengan rapat.Gaffin membalas senyuman dari Mawar dan setelah itu ia juga bersiap masuk ke dalam kamarnya.Saat ia baru memegang ganggang pintu, tiba-tiba Mawar keluar memanggilnyan dan membuatnya tidak melanjutkan membuka pintu kemudian menoleh pada Mawar.
"Ada apa Mawar, kau ingin aku menemanimu tidur" tanyanya menggoda.
"Berhenti menggodaku Gaffin, aku ingin bicara serius denganmu" Mawar menatap Gaffin.Gaffin mengkerutkan dahi penasaran dengan apa yang akan Mawar bicarakan dengannya.
"Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan" ia menatap intens ke arah Mawar membuatnya gugup saat ingin mengatakan yang ingin yang ia bicarakan pada Gaffin.
__ADS_1
"Ja...jangan menatapku seperti itu, ka....kau membuatku gugup"
"Terus aku harus merem"
"Bukan seperti itu juga, hanya saja kau bisa kan menatapku biasa aja"
"Baiklah" Gaffin mengecilkan matanya yang justru membuatnya menjadi lucu dan membuat Mawar terkekeh dengan tingkah Gaffin.
"Sekarang kau malah tertawa" Gaffin kembali menormalkan bentuk matanya.
"Kau terlalu berlebihan, ya seperti itu maksudku.Tatapanmu biasa aja" ucap Mawar saat melihat tatapan Gaffin yang biasa aja.
"Aku serius Gaffin" kesalnya.
"Baiklah....baiklah maaf sebelumya, memangnya hal penting apa yang ingin kau katakan?"
"Begini....hemmm aku" Mawar ragu dan gugup melanjutkan omongannya.
__ADS_1
"Bilang saja, aku tidak akan marah. Kau tenang saja, mana mungkin aku menyakiti orang yang aku sayangi" Gaffin tersenyum hangat pada Mawar dan membuat pipinya merona.
"Bu..bukan seperti itu, aku hanya mau tanya tentang kau yang melamarku malam itu, apa kau benar-benar serius?" Mawar menghela nafas lega, ia akhirnya dapat mengeluarkan apa yang ingin ia katakan.
Gaffin menghembuskan nafas sambil tersenyum.Ia kemudian menempelkan kedua tangannya di pipi Mawar dan menatapnya dalam.
"Aku serius Mawar, aku memilihmu menjadi pendampingku dan teman seumur hidupku, menjadi ibu dari anak-anakku nanti.Aku cinta sama kamu Mawar, aku sungguh-sungguh dari dalam hatiku dan kau bisa merasakan detak jantungku selalu berdetak kencang saat bersamamu" Gaffin mengarahkan tangan Mawar kedadanya. Ia ingin Mawar tahu bahwa jantungnya selalu berdetak kencang saat bersamanya dan Mawar dapat merasakan hal tersebut saat menyentuh dada Gaffin.
"Aku serius Mawar" ia kembali menyakinkan Mawar "dan aku tidak peduli dengan kata orang jika aku menikahimu nanti.Aku juga ingin suatu hari nanti kau juga menerima aku apa adanya" lanjutnya.
Mawar langsung tersentuh dan terharu mendengar penuturan Gaffin, ia tidak menyangka akan jatuh cinta pada lelaki yang umurnya jauh berbeda dengannya.Ia juga tidak menyangka Gaffin begitu dewasa dengan umurnya yang masih sangat muda.
Mawar memeluk Gaffin dan menangis haru, Gaffin dibuat bingung saat melihat tingkah Mawar yang tiba-tiba.
Gaffin mengelus lembut punggung Mawar "ada apa, kenapa kau menangis"
Mawar melepaskan pelukannya dan menatap Gaffin sambil tersenyum "aku hanya terharu saja memdengar perkataanmu dan itu membuatku semakin yakin untuk bilang 'iya' untuk menjadi seseorang yang selalu berada disampingmu nanti sampai umur kita menua dan menjadi ibu dari anak-anakmu kelak" ujarnya dengan air mata yang kembali mengalir di pipinya.
__ADS_1
Gaffin tersenyum mendengar jawaban yang sudah ia tunggu-tunggu, ia menghapus air mata Mawar dan mencium kedua mata Mawar.Ia kemudian membawa Mawar dalam pelukkannya, ia memeluk erat sambil sesekali menciumi kepala Mawar. Mawar membalas pelukan Gaffin tak kalah erat, ia merasa bahagia dan berharap pilihannya ini adalah yang terbaik untuknya nanti.