Mawar

Mawar
episode 49


__ADS_3

"Adik" tanya Ivander sedikit terkejut.


"Iya" Gaffin kembali mengangguk


"kau ini siapa sebenarnya? dan kemana adikmu sekarang? apa dia masih di panti asuhan milik Om Mawar? Sebenarnya apa yang terjadi sebenarnya? " tanya Ivander beruntung dia benar-benar bingung dan penasaran tentang semua itu.


" baiklah-baiklah aku akan menceritakan dan menjelaskan semuanya secara jelas. Tapi kau berhenti bertanya. Jika kau bertanya terus kapan aku selesai mengatakannya"


" Ya sudah lanjutkan"


" Ok " Gaffin menarik napas dan mulai menceritakan semuanya dari awal " kau benar aku memang bukan anak kandung dari Daddy Reihan dan Mommy Eva. Aku anak dari Rudy Deniz"


" Apa? " tanya Ivander kaget.


"Ada apa? kenapa kau kaget seperti itu? " tanya Gaffin heran.


" Memangnya kau tidak tahu siapa ayah kandungmu yang sebenarnya? " tanya Ivander sedikit geram.


Gaffin menarik nafas " aku sudah tahu siapa sebenarnya ayah kandungmu, dia seorang pebisnis yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Walaupun itu harus mengorbankan orang lain bahkan teman bisnisnya" Gaffin tersenyum miris menceritakan sifat ayah kandungnya.


" Dan asal kau tahu, Rudy Deniz itu yang membuat perusahaan milik keluargaku hancur dan ayahku harus memulainya dari awal. Dan aku harus banting tulang membantu ayahku, aku bahkan hampir tidak bisa melanjutkan kuliahku" ujar Ivander kesal. Dulu karna bekerja sama dengan perusahaan milik Rudy Deniz, perusahaan milik keluarganya hancur karna hanya di manfaatkan dan dijadikan kambing hitam oleh Rudy Deniz.


"Iya iya, aku mintah maaf atas semua yang dilakukan ayahku di masa lalu. aku juga tidak tahu mengapa ayahku berbuat seperti itu. dan kau tenang saja aku tidak seperti ayahku yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuanku" ujar Gaffin.


"Terus bagaimana bisa kau bertemu dengan Mawar? " tanya Ivander dia lebih tertarik dengan kisah pertemuan Gaffin dan Mawar dari pada membahas ayah kandung Gaffin.


"Seperti yang kau tahu, cara bisnis ayahku yang kotor membuatnya banyak dimusuhi pebisnis-pebisnis lainnya. Menurut berita yang beredar dia meninggal kecelakaan. Itu memang benar, dia memang meninggal karena kecelakaan, tapi kecelakaan yang direkayasa. Setelah dua hari kepergian orang tuaku, nenekku berencana menjemput kami ke luar negeri. Namun sebelum nenekku datang, ada dua orang yang datang dirumah kami. Aku tidak siapa, aku bahkan tidak pernah melihat mereka sebelumnya. Yang aku tahu saat itu mereka membunuh semua pekerja dirumah kami. Untunglah salah satu pekerja dirumah kami saat itu berhasil menyelamatkan kami dan sayangnya dia yang akhirnya dibunuh" ujar Gaffin.


"Terus apa yang kalian lakukan? bagaimana dengan nenekku yang katanya akan datang menjemput kalian? " tanya Ivande, dia benar-benar tertarik dengan cerita kehidupan Gaffin.


Gaffin tersenyum melihat wajah penasaran Ivander yang penasaran dengan ceritanya

__ADS_1


"hehehehehe, sebelumnya namaku sebelum diadopsi itu Marlin Deniz. Gaffin itu pemberian dari Daddy Reyhan untuk melindungiku" jelasnya.


"Jauh sekali dengan namamu yang sekarang"


"sudahlah, tidak usah mempermasalahkan soal namaku yang dulu dan sekarang" ujar Gaffin. "emangnya kamu tidak mau tahu kenapa aku bisa bertemu dengan Mawar? " tanya Gaffin dengan nada yang menggoda.


"Ya sudah lanjutkan saja"


"Setelelah kami meninggalkan rumah, aku dan Mario tidur di jalanan selama berhari-hari" Gaffin kembali melanjutkan ceritanya.


"Tidak ada yang bisa kami lakukan, kami kelaparan. Kami hanya menunggu belas kasihan orang lain untuk memberi kami makan. Dan malam itu saat hujan turun dengan derasnya. Aku dan adikku berlari mencari tempat berteduh, dan saat itu seorang gadis dengan sekuat tenaga memanggil kami dari arah toko kue agar mendekatinya" Gaffin tersenyum saat mengingat pertama kali melihat Mawar yang saat itu berada di depan toko kue dengan wajah khawatir sambil memandangi mereka berdua.


"Toko kue? toko kue milik neneknya kan? " tanya Ivander memastikan.


Gaffin mengangguk mengiyakan "iya, itu tempat pertama kali kami bertemu. Dan setelah itu dia mengajak kami ke panti asuhan milik Omnya. Aku sangat senang berada disana, aku bisa setiap saat bertemu dengan Mawar di tambah lagi teman-teman baru yang menyenangkan. Sungguh membuatku bahagia, begitupun dengan adikku. Dia benar-benar bahagia. Hingga saat itu datang, aku tidak lagi melihat wajah bahagia adikku" tutur Gaffin dengan wajah sendu.


"Apa yang terjadi? " tanya Ivander


"Terus apa selanjutnya? "


"Aku pergi meninggalkannya. Dan setelah beberapa hari aku diadopsi aku mendengar kabar bahwa adikku sakit. Dan saat itu aku selalu datang mengunjunginya. Dan akhirnya dia sehat kembali. Dan akhirnya kejadian itu terjadi" suara Gaffin tiba-tiba sedih saat akan melanjutkan ceritanya.


Ivander yang mendengar suara Gaffin yang berubah menyarankan agar dia tidak perlu melanjutkan ceritanya "sudahlah, kau tidak perlu melanjutkan ceritanya lagi kalau tidak sanggup" ucapnya.


Gaffin tersenyum mendengar ucapan Ivander yang pengertian tentang keadaannya.


"Tidak apa-apa, katanya kau ingin tahu semuanya. Kau ingin tahu kan kenapa Mawar bisa seperti itu padaku? " tanya Gaffin yang membuat ekspresi wajah Ivander kembali penasaran.


"Musuh ayahku mengetahui kalau kami berada di panti asuhan milik Om Mawar. Tapi untungnya saat itu mereka tidak tahu kalau aku sudah diadopsi. Mereka menculik adikku"


"Menculik?" tanya Ivander terkejut, dia tidak menyangka jalan hidup Gaffin seperti itu.

__ADS_1


"Iya, dan yang membuatku sangat sedih aku bahkan tidak pernah melihatnya setelah kejadian penculikan itu. Daddy Reyhan langsung mengubah semua identitasku dan mengirimku keluar negeri. Dia menyembunyikanku dari semua orang" ujar Gaffin.


"Apa yang terjadi pada adikmu? " tanya Ivander, dia benar-benar penasaran dimana adik Gaffin kini berada.


"Dia sudah tenang di alam sana sekarang, bersama ayah dan ibuku" ujar Gaffin.


"Maksudmu dia sudah... " Ivander merasa berat melanjutkan perkataannya.


"Iya, dia sudah meninggal. Setelah beberapa hari berada diluar negeri aku mendengar kabar bahwa adikku telah ditemukan. Tapi sayang, saat adikku ditemukan dia sudah tidak bernyawa lagi. Itulah sebabnya Mawar tidak ingin menemuiku, dia masih merasa bersalah padaku. dia merasa kalau dia tidak bisa menepati janjinya untuk menjaga adikku saat aku diadopsi dulu. Dan salah satu alasan dia pergi keluar negeri" ujar Gaffin menyelesaikan ceritanya.


"Salah satu? berarti dia punya alasan lain sehingga ia pergi keluar negeri"


"Iya, dia keluar negeri karna kakak sepupunya menikah"


"Apa hubungannya" tanya Ivander


"Oh yaaa, kau belum tahu yaa soal Mawar menyukai kakak sepupunya yang bernama Akmal itu. Akmal itu cinta pertamanya"


"Benarkah? bagaimana kau bisa tahu" tanya Ivander tidak menyangka


"aku tahu, karna dulu Mawar selalu membahas Akmal dan temannya saat di panti asuhan. dan dia akan melakukan semua yang Akmal minta termaksud membujukku agar mau diadopsi. tapi itu dulu, sekarang dia hanya mencintaiku" ucap Gaffin bangga.


"Apa kau yakin? Cintah pertama itu sulit dilupakan" Ivander malah mengompori Gaffin.


"Ya iyalah aku yakin, apa maksudmu bertanya seperti itu" ujar Gaffin sedikit kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan Ivander padanya.


"Iya-iya aku percaya. Jadi inti dari semua masalah ini itu, karna Mawar merasa bersalah padamu karna dia tidak bisa menjaga adikmu kan? " tanya Ivander memastikan.


"Yaa seperti itulah"


"Baiklah, kalau seperti itu kita tunggu Mawar menenangkan pikiran dan hatinya dulu. Setelah itu, kita akan menjelaskan semuanya secara perlahan agar dia tidk lagi merasa bersalah padanmu dan mau menemuimu lagi" saran Ivander.

__ADS_1


Gaffin hanya mengangguk setuju dengan saran yang diberikan Ivander padanya.


__ADS_2