
Gaffin berdiri mencoba mendekati Mawar yang kini terlihat shock, ia masih tidak percaya dengan yang baru di dengarnya. Saat Gaffin mulai dekat dengan cepat Mawar menghentikan langkah Gaffin.
"Berhenti" ucapnya dengan penuh ketegasan, tak lupa kedua tangannya yang terangkat kedepan mencoba membuat jarak dengan Gaffin.
Seketika Gaffin berhenti melihat respon Mawar yang shock. Seketika suasana hening tak ada pembicaraan di antara mereka. Gaffin menarik nafas dan berpikir dengan tenang, ia sempat panik saat melihat kehadiran Mawar yang tiba-tiba sehingga ia langsung berdiri dan ingin mendekati Mawar bermaksud menjelaskan semua yang terjadi.
"Mawar, dengarkan aku dulu. Aku bisa jelaskan semuanya " ucap Gaffin penuh ketenangan. Ia berharap dengan itu Mawar mau mendegarkannya.
"Tidak" ucap Mawar spontan. Ekspresi shock masih sangat tergambar diwajahnya.
"Maksud Ayumi apa? kamu sebenarnya siapa? bagaimana kamu bisa kenal Mario? " tanya Mawar beruntun, ia benar-benar butuh jawaban semua dari pertanyaannya saat itu juga.
Gaffin menarik nafas sekali lagi, ia benar-benar bingung berada di situasi seperti ini. Gaffin dengan ragu mulai membuka mulut untuk menjelaskan semuanya pada Mawar.
__ADS_1
"Dia Marlin" ucap Ayumi, Gaffin seketika membeku. Kenapa Ayumi harus ikut campur dengan masalahnya, bukan dia tidak ingin mengakui dirinya adalah Marlin. Hanya saja dia ingin sedikit menjelaskan kepada Mawar dengan caranya agar Mawar tidak salah paham dan mau menerima semua alasan sehingga selama ini ia tidak pernah memberi tahu identitas dirinya yang sebenarnya. Namun, Ayumi menghancurkan semuanya dan membuat Mawar kini semakin shock. Dia semakin bingung bagaimana menjelaskan semuanya pada Mawar.
"Ada apa ini" Tanya ibu Gaffin yang tiba-tiba datang bersama ibu Ayumi. Mereka menyusul Mawar karena mereka takut terjadi sesuatu padanya sehingga ia berada lama di dapur.
"Maaf bu aku harus segera pulang" ujar Mawar, ia saat ini benar-benar ingin menengkan diri dan ingin mencerna semua yang baru di dengarnya.
"Kenapa buru-buru sayang" tanya ibu Gaffin lembut. Ia merasa khawatir melihat ekspresi Mawar yang shock dan tiba-tiba ingin pulang.
"Maaf permisi bu" ujar Mawar tanpa menjawab pertanyaan dari ibu Gaffin, ia bingung harus menjawab apa. Yang dia inginkan saat itu hanya ingin cepat pergi dari tempat itu.
Sementara di dalam masion besar keluarga Gaffin, ibunya dengan ekspresi yang masih bingung dengan tingkah Mawar yang tiba-tiba berubah menjadi aneh pun segera meminta penjelasan kepada Gaffin.
"Apa yang sebenarnya terjadi Gaffin? " tanya ibunya lembut.
__ADS_1
Gaffin menarik nafas "Mawar sudah tahu semuanya mom" ujarnya dengan suara lemas.
"Maksud kamu? " tanya ibunya yang masih belum paham dengan arah pembicaraan Gaffin.
"Mawar sudah tahu kalau aku Marlin mom, dan aku mau jelaskan tapi dia tidak mau dengar" ujar Gaffin dengan mata melihat Ayumi yang nampak tanpa merasa bersalah dengan apa yang baru ia lakukan, Gaffin menahan kekesalan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Bukannya bagus, kamu bilang kamu akan menjelaskan padanya dengan baik-baik agar ia mengerti dan tidak salah paham" ujar ibu Gaffin.
"Rencana seperti itu mom, tapi semuanya gagal " ujar Gaffin dengan masih menahan kekesalanya.
Ibu Gaffin mengerutkan dahi "bagaimana bisa? " tanyanya dengan penuh keheranan.
"Tanya aja pada Ayumi" ujar Gaffin dan langsung meninggalkan dapur. Ia benar-benar kesal pada Ayumi yang senang sekali mencampuri urusannya.
__ADS_1
Ibu Gaffin dan ibu Ayumi langsung menatap Ayumi. Tampak ibu Gaffin yang masih bingung sedangkan ibu Ayumi langsung mengerti dengan maksud Gaffin. Selama ini ia memang tahu kalau anak gadisnya itu menyukai Gaffin, tapi dia tidak menyangka kalau Ayumi akan melakukan hal itu.
Sedangkan Ayumi sudah mulai dilanda kepanikan, ia pasti akan di marahi habis-habisan. Apalagi jika ibunya memberi tahu ayahnya.