Mawar

Mawar
episode 47


__ADS_3

"Tenanglah, aku tidak mungkin menemui Mawar langsung dikamarnya" ujar Ivander dengan tetap tersenyum.


"Terus kau mau kemana? " tanya Gaffin masih penuh kekesalanya.


"Aku hanya ingin melihat reaksimu" Ivander tertawa lepas saat berhasil menggoda Gaffin.


"sial" Ujar Gaffin kesal sambil menonjok lengan Ivander, Ivander yang menerima itu hanya pura-pura mengadu kesakitan.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ivander.


Gaffin hanya terdiam dan kembali duduk, kemudian menunduk


"Gaffin" panggil Ivander agak keras.


Gaffin menghela napas panjang " entalah aku juga bingung menjelaskannya padamu" ujarnya.


"Ya sudah, lebih baik kau tenangkan pikiran dulu dan biarkan Mawar juga menenangkan pikirannya. Kalau kalian berdua seperti ini masalah tidak akan terselesaikan"


Seseoarang mendekat ke arah mereka


"Ini minumnya" ujar bibi.


Ivander tersenyum dan langsung mengambil minuman itu lalu menguknya sampe habis.

__ADS_1


Gaffin dan bibi yang melihat itupun terheran-heran.


"Ada apa, kenapa kalian melihatku seperti itu" ujar Ivander yang sedikit risih dengan tatapan dua orang tersebut.


"Kau minum seakan kau telah melakukan pekerjaan yang berat dan memerlukan tenaga yang sangat banyak" Heran Gaffin yang melihat kelakuan Ivander.


"Bukan telah melakukan, tapi akan melakukan" ujar Ivander kemuadian meletakkan gelas minuman itu kembali kemeja.


"Maksudmu apa? Apa kau ada proyek baru lagi?" Tanya Gaffin.


"Iya, dan sepertinya proyek baruku yang satu ini cukup menyulitkan" Ivander menghela napas.


"Apa ada masalah? Aku akan membantumu?"


"hahahahahhahaha" Ivander tertawa leas yang membuat Gaffin dan bibi kembali memandanginya dengan penuh keheranan.


"Ya tuhan, Ivander. Apakah kau baik-baik saja? tanya Gaffin khawatir. " Kau sudah membuat kami takut" sambunganya.


"Iya aku baik-baik saja" Ivander mengembalikan ekspresi wajahnya.


"Terus mengapa kau tiba-tiba tertawa, apa kau dirasuki hantu?" tanya Gaffin asal.


"Enak saja" kata Ivander tak terimah.

__ADS_1


"Atau masalahmu kali ini terlalu berat sehingga kau stres" tebak Gaffin lagi.


"Ya bisa dibilang seperti itu, ini sangat sulit dari proyek-proyekku yang biasanya. Aku bukan hanya harus mengorbankan tenaga tapi juga perasaaan" ujar dengan nada lemah.


"Apa maksudmu" tanya Gaffi lagi.


Ivander menghela napas panjang kemudian menatap Gaffin " Kau tau aku juga menyukai Mawar dan Aku... apa yang kau lakukan" Ivander kaget dengan pergerakan Gaffin yang tiba-tiba menarik kerah baju dan bersiap memberinya pukulan.


"Apa kau akan mencoba memanfaatkan keadaan ini dan merebut Mawar dariku" ucap Gaffin geram.


Ivander memutar bola matanya dan menghela napas. "Ya tuhan Gaffin ini bukan seperti yang kau bayangakan, biarkan aku menyelesaikan perkataanku dulu" kesal Ivander.


Gaffin kemudian melepaskan kerah baju milik Ivander dan membiarkannya meneruskan perkataannya.


"Dasar anak muda, tidak mau mendegarkan perkataan orang yang lebih tua dulu sebelum bertindak" kesal Ivander sambil memperbaiki kerah bajunya yang berantakan.


"Sudahlah, teruskan saja perkataanmu"


"Dan satu lagi tidak sabaran" sambung Ivander.


Gaffin berdecih mendengar keluhan Ivander tentangnya.


Ivander hanya melirik Gaffin sebentar dan kembali melanjutkan perkataannya yang sempat terputus karna Gaffin yang salah paham.

__ADS_1


" Begini, kau tahu kan aku menyukai Mawar dan aku tahu Mawar tidak menyukaiku. Aku juga tahu kalau sebenarnya Mawar itu menyukai dirimu. Dan aku ingin melihat Mawar bahagia walaupun tidak bersamaku. Aku ingin membantumu mendapatkan Mawar lagi. Itulah sebabnya aku tertawa. Proyek yang sangat sulit aku katakan itu memperbaiki hubungan kalian berdua. Dan seperti yang aku katakan sebelumnya proyek ini benar-benar menyulitkan bahkan menyakitkan karna harus mengorbankan perasaan juga" Ujar Ivander menghela napas dan tertawa lepas.


Gaffin bisa melihat dibalik tawa Ivander tersembunyi luka yang mendalam dihatinya. dia bisa melihat itu daru matanya.


__ADS_2