Mawar

Mawar
episode 30


__ADS_3

Selama perjalanan ke Hotel Mawar memilih diam, ia merasa canggung berbicara karena kejadian tadi.Gaffin pun juga hanya fokus melihat jalanan.


"Lusa kita akan ke Miyazaki mencari mamamu, kau masih menyimpan alamat yang diberikan tantemu bukan" Gaffin membuka pembicaraan setelah keheningan yang terjadi beberapa saat didalam mobil.


"Iya" jawab Mawar singkat masih canggung dengan Gaffin.


"Tapi sebelumnya kita pergi kerumah tanteku dulu, aku sudah janji akan mampir sebentar sebelum ke Miyazaki menemanimu mencari mamamu"


"Kau punya keluarga disini?" tanya Mawar


"Tentu saja, kau pikir selama aku SMA di sini aku tinggal dimana lagi.Orang tuaku kan ada di Indonesia" ujar Gaffin.


"Kenapa kau tidak sekolah di Indonesia saja, pendidikan disana kan juga bagus dan kau juga bisa dekat terus dengan orang tuamu"


"Orang tuaku mengirimku ke Jepang untuk kebaikanku juga.Saat umurku dua belas tahun aku sempat bersekolah selama satu lebih tahun di Singapura dan kemudian melanjutkan pendidikanku di Jepang"


"Kau mungkin benar, orang tuamu menginginkamu menjadi orang yang hebat dan meneruskan perusahaan mereka dengan menyekolahkanmu di luar negeri" Mawar berasumsi sendiri tentang alasan orang tua Gaffin menyekolahkannya diluar negeri.


"Bukan masalah itu, tapi ada masalah lain yang tidak bisa aku ceritakan padamu apa yang menjadi alasan orang tuaku menyekolahkanku diluar negeri" ujar Gaffin dengan tatapan mata yang berubah sendu, ada kejadian yang membuatnya harus meninggalkan Indonesia dan dia belum mau menceritakan semuanya pada Mawar.


Mawar yang menyadari itu memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut lagi "Baiklah, oh iya katanya malam ini kau ingin membuatku suka dan menginginkannya lagi, mana?" tanya Mawar yang mengingat perkataan Gaffin sebelumnya.


Gaffin menghela nafas, apa ia tidak tahu kalau dialah penyebab gagalnya rencananya "sebenarnya aku ingin membawamu ke tempat-tempat keren di Tokyo, tapi baru satu tempat kau sudah minta pulang, jadi aku harus apa" ujar Gaffin masih fokus menatap jalanan di depannya.


Mawar jadi gugup, ini semua juga karena Gaffin yang melamarnya tiba-tiba, apa Gaffin tahu yang dipikirkan Mawar saat itu hanya ingin cepat pergi dari situasi yang canggung itu.

__ADS_1


"Ma..maaf aku tidak tahu, ini semua juga karena salahmu"


"Tidak usah saling menyalahkan lagi pula sudah terlanjur terjadi dan kita juga harus istrahat yang cukup untuk ke Miyazaki bukan"


"Iya kau benar" sahut Mawar.


Kemudian setelah itu tak ada pembicaraan lagi, Mawar memilih melihat jalanan yang lenggang dari balik jendela mobil, sedangkan Gaffin fokus menyetir dengan pandangan mengarah ke depan.Setalah sampai Mawar langsung pamit akan ke kamarnya, begitu pun dengan Gaffin tapi sebelum itu ia pergi menemui pak Harris.


Mawar masuk ke dalam kamarnya yang kemudian mandi dengan menggunakan air hangat, ia tidak berlama-lama mandi karena hari sudah sangat larut.Setelah memakai pakaiannya ia kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur.Ia mencoba menutup mata dan tidur tapi tak bisa, ia masih memikirkan kejadian di saat Gaffin melamarnya.Ia bingung akan memberi jawaban apa nantinya, ia belum bisa mengenali persaannya sendiri, belum lagi tanggapan dari keluarga Gaffin nantinya, sungguh ini hal yang sulit baginya.


Lamunan Mawar terganggu dengan suara teleponnya, ia melihat dan ternyata Anis yang menelponya, apa yang Anis ingin bicarakan selarut ini.Indonesia memang belum selarut di Jepang karena perbedaan waktu dua jam. Ia kemudian mengangkat teleponnya dan pertama kali yang ia dengar dari Anis adalah "Kapan kau kembali ke Indonesia Mawar" suara Anis terdengar kesal di seberang sana.


"Kenapa Anis, kau baru menelponku dan kau langsung bertanya padaku kapan aku kembali ke Indonesia lagi pula aku baru tiga hari di sini dan aku sepertinya masih lama, karena ada urusan penting yang harus aku selesaikan"


"Kau tau dua upil itu pergi ke club, mereka bahkan memesan minuman berakohol di sana.Mereka benar-benar menyusahkan, aku benar-benar tidak sanggup lagi mengawasi mereka, belum lagi mereka berdua selalu menggodaku.Apa mereka tidak tahu kalau hatiku juga bisa luluh bila mereka terus seperti itu" Anis menuangkan segala keluh kesahnya selama di tinggal pergi oleh Mawar dan harus mengawasi dua saudara kembar yang selalu menganggunya dan berbuat ulah.Kalau bukan tugas dan jarak tempat tinggalnya yang jauh ia mungkin sudah kabur dari rumah itu dan bertemu keluarganya yang ada di rumahnya.


"Bukan seperti itu, mereka memang ke club tapi sebelum mereka meminum pesanan mereka aku menghentikan mereka dan mengancam mereka kalau aku akan melaporkan mereka ke bu Zara jika mereka tidak pulang"


"Jadi mereka tidak minum" ujar Mawar ada nada kelegaan di suaranya, walaupun ia kesal kepada dua sepupu kembarnya itu tapi ia sangat menyanyangi mereka.


"iya"


"Syukurlah kalau begitu, terus dimana mereka?" Mawar menanyakan keberadaan dua saudara kembar itu.


"Aku sudah menyuruh mereka kembali ke kamar mereka masing-masing, ya sudah kalau begitu aku hanya memberi tahumu. Oh iya sampaikan juga pada pak Oliver untuk membayarku kerena telah menjaga dua anaknya yang tidak bisa di atur ini" ucap Anis dengan nada suara yang tidak terbantahkan.

__ADS_1


Mawar tersenyum mendengar ucapan Anis "kau tenang saja , kau akan mendapat gaji yang setimpal karena telah menjaga dua mahkluk itu"


"Ya sudah kalau begitu aku tutup teleponnya dulu selamat malam" ujar Anis.


"Selamat pagi" sahut Mawar, membuat Anis mengkerutkan dahi bingung.


"Ini masih malam Mawar, baru jam sebelas lewat"


"Kau lupa, aku sekarang berada di Jepang yang waktunya itu berbeda dua jam, jadi di sini sekitar jam setengah dua atau jam dua pagi" Mawar mengira-ngira tepat waktunya.


"Aku tidak perduli dengan perbedaan waktunya, itu tidak penting dan hanya akan menghabiskan pulsaku.Biaya nelpon ke luar negeri kan mahal, jadi sampai disini dulu bye. Oh iya pulang nanti jangan lupa bawakan aku oleh-oleh ya, selamat pagi" Anis kemudian memutuskan telepon secara sepihak membuat Mawar hanya menggelengkan kepala sambil melihat ponselnya.


Mawar kemudian mencoba untuk tidur kembali dan kali ini ia tertidur, mungkin karena ia juga lelah dan waktu bahkan sudah menunjukan pukul dua pagi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


*******


__ADS_2