Mawar

Mawar
episode 33


__ADS_3

Selama perjalanan Mawar sama sekali tidak bicara dan bahkan tidak ingin melihat Gaffin sama sekali, jujur ia sakit hati melihat gadis bernama Yuki itu memeluknya.Ada rasa sesak seketika saat mengingat kembali peristiwa itu. Gaffin yang sedari tadi menyadari perubahan Mawar bingung harus menjelaskannya.Ia benar-benar tidak ada lagi hubungan dengan gadis itu, ia juga tidak menyangka jika gadis selama ini masih mengharapkannya.


"Mawar" Gaffin mengenggam tangan Mawar dengan satu tangan memegang stir.Mawar segera melepas genggeman Gaffin, ia masih sakit hati dan kesal.


Gaffin meminggirkan mobilnya ke pinggir jalan, ia harus menjelaskan semuanya pada Mawar.Ia menghembuskan nafas sambil menatap Mawar, sedangkan Mawar heran mengapa Gaffin tiba-tiba menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Ke...kenapa kau berhenti" entah mengapa ia merasa sedikit takut saat Gaffin menatapnya begitu intens.Ia merasa gugup dengan suasana ini dan jantungnya berdetak lebih kencang.


Bukannya menjawab Gaffin malah membuka seatbeltnya dan mendekatkan tubuhnya pada Mawar dan membuat Mawar langsung menutup matanya.


cup


Gaffin mencium kening Mawar singkat "Aku cinta kamu" ujar Gaffin sekarang wajahnya begitu dekat dengan Mawar, membuatnya bisa melihat jelas wajah Mawar yang merah merona.


"Aku minta maaf jika aku menyakitimu" ucapnya tulus.Di lihatnya mata Mawar yang sedikit basah, ia tahu Mawar baru saja menangis dan ia kemudian mencium kedua mata Mawar yang kembali tertutup saat ia lebih mendekati wajahnya berlanjut dihidungnya.


Mawar menunggu apa yang akan Gaffin selanjutnya, Gaffin yang melihat Mawar masih setia menutup matanya tersenyum "apa kau mau aku mencium bibirmu juga" tanyanya yang malah menjalankan mobilnya setelah memasang kembali seatbelt.


Mawar membuka mata dan membuang muka menghadap jendela, masa iya mengharap lebih dari perlakuan Gaffin barusan.Wajahnya kini tambah merona karena malu.


"Kau mau aku mencium bibirmu juga" tanya Gaffin menggoda.

__ADS_1


"Si...siapa yang mau, i..itu cuma perasaanmu saja" Mawar gugup.


"Padahal kalau kau mau saat ini juga aku bisa menciummu" Gaffin masih fokus mengendara dan sesekali melirik Mawar, ingin melihat reaksi yang akan diberikan Mawar.


"Kau mana bisa melakukan itu, kau kan sedang menyetir dan itu sangat berbahaya"


Gaffin malah kembali menghetikan mobilnya di pinggir jalan.Mawar mengkerutkan dahi bingung "mengapa kau berhenti".


"Kau bilang jika aku melakukannya sambil menyetir bahaya, jadi aku berhenti biar lebih aman" Gaffin kembali membuka seatbeltnya.


Mawar jadi salah tingkah dan menjauhkan badannya dan ia semakin gelagapan saat Gaffin malah mendekatkan tubuhnya. Mawar langsung menahan Gaffin "a....apa yang kau mau lakukan" tanyanya gugup.


Bukannya menjawab Gaffin malah lebih merapatkan tubuhnya dan membuat Mawar langsung menutup matanya rapat, ia bahkan dapat merasakan hembusan nafas Gaffin yang hangat menerpa wajahnya.Ia semakin deg-degan.


"Sakit tahu" keluh Mawar sambil memegang pipinya.


Gaffin meraih tangan Mawar yang tengah memegang pipinya dan langsung mencium dengan cepat bekas cubitan yang ia buat di pipi Mawar, membuat Mawar yang ingin protes karena Gaffin memegang tangannya tidak jadi. Ia malah terkejut dengan aksi tiba-tiba yang dilakukan Gaffin padanya.


"Sudah sembuh kan sakitnya" ujar Gaffin dengan senyum jahilnya dan kembali ke posisinya semula.


"Ini masih sakit tahu" Mawar memegang pipinya kembali.

__ADS_1


"Ya sudah sini aku cium lagi biar cepat sembuh" ujarnya jahil bertingkah seolah bersiap mencium Mawar kembali, Mawar dengan sigap menjauhkan wajahnya dari Gaffin.


Gaffin hanya terkekeh melihat tingkah Mawar dan mengacak rambutnya.Ia kemudian menjalankan kembali mobilnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


******


__ADS_2