Mawar

Mawar
episode 29


__ADS_3

"Kemana supir yang membawa kita kemari" tanya Mawar, mereka kini sedang berada didalam mobil dan Gaffin mengendarainya.


"Aku suruh pulang" jawabnya santai


"Kenapa?"


"Aku sudah bilang kan malam ini aku akan membuatmu suka dan menginginkannya lagi" jawabnya dengan senyum mengembang.


"Memangnya apa yang akan kau lakukan?" tanya Mawar, ia belum mengerti apa yang di maksud oleh Gaffin.


"Tunggu aja, kau pasti akan menyukainya"


"Baiklah"


Gaffin melajukan mobilnya menuju suatu yang ia maksud setelah menghadiri acara yang diadakan oleh koleganya.


cukup lama perjalanan mereka hingga akhirnya mereka sampai disuatu tempat yang sangat indah menampilkan pemandangan kota Tokyo dengan gemerlap lampu-lampu yang dihasilkan oleh gedung pencakar langit. Mawar keluar dan memandang takjub pemandangan yang sangat indah didepannya, diikuti Gaffin yang tersenyum puas karena telah membuat Mawar terpesona.


Di tempat itu juga terdapat replika patung leberty.Selain itu mereka juga dapat melihat pemandangan Menara Tokyo, Tokyo Skytree dan Jembatan Rainbow yang tidak disia-siakan Mawar untuk menyuruh Gaffin untuk memotret dirinya.


"Benar-benar tempat yang indah, kau tahu dari mana tempat ini" tanya Mawar tak henti-henti melihat hasil fotonya.


"Kau sudah lupa, aku kan sudah bilang aku menghabiskan masa SMA-ku di Jepang dan itu berarti aku sudah tahu semua yang ada di Jepang"


"Oh iya apa nama tempat ini, mungkin jika aku datang kesini lagi aku tidak perlu repot mencari tahu terlebih dahulu"


"Kita sekarang ada di teluk Tokyo, biasa orang mengenalnya dengan teluk Tokyo Odaiba"


"Oh seperti itu, tempat ini benar-benar indah dan keren" ujarnya dengan masih menampilkan ekspresi takjubnya."Oh iya apa yang kau bicarakan dengan kolegamu tadi, aku penasaran" tanya Mawar.


"Memangnya kau harus tahu urusanku"


"Bukan seperti, hanya saja aku bingung dengan istri kolegamu itu yang berbicara terus padaku.Kau tahu aku terlihat seperti orang bodoh yang tersenyum dan menggangguk karena tidak mengerti apa pun yang ia katakan" Mawar kembali mengingat kejadian sebelumnya.

__ADS_1


"Hari ini ulang tahunku yang 22 tahun, apa kau tidak mrmberiku hadiah" bukannya memberi tahu Mawar apa yang di katakan istri koleganya, ia malah memberi tahu jika hari ini ulang tahunnya.Membuat Mawar menatapnya dengan kening mengkerut.


"Baiklah selamat ulang tahun, tapi aku mau tahu apa yang sebenarnya yang kalian bicarakan tadi?" ujar Mawar kekeh tetap ingin tahu.


Gaffin akhirnya menyerah, tidak ada salahnya memberi tahu yang sebenarnya bukan, lagi pula ia mengharapkan itu menjadi kenyataan.


"Aku hanya bilang kau istriku" ucap Gaffin santai, namun lain halnya Mawar yang terkejut dengan ucapan Gaffin yang menyebutnya sebagai istrinya, ia tidak tahu apa maksud Gaffin berucap seperti itu pada koleganya.


"Maksud kamu apa, bilang seperti itu" tanya Mawar kesal.


"Aku hanya menghindari supaya aku tidak ditawari mendekati anaknya, saat pertemuan tadi pagi ia terus menanyaiku apakah aku sudah punya pasangan atau belum"


"Jadi kau hanya memanfaatkanku untuk menjadi istri pura-pura di hadapan kolegamu agar terhindar darinya?" tanya Mawar makin kesal, entah mengapa ia tidak terima dirinya hanya dijadikan istri pura-pura Gaffin.Ia seperti wanita yang meminta status jelas dari seorang lelaki.


"Kenapa kau marah, bukannya aku sudah meminta bantuan padamu sebelumnya untuk menjadi kekasihku.Apa kau ingin itu menjadi kenyataan, baiklah mulai sekarang kau bisa jadi kekasihku"


Mawar yang mendengar ucapan Gaffin langsung kikuk di buatnya, ia harus ngomong apa pada Gaffin "Bu..bukan itu maksudku" Mawar tiba-tiba menjadi gugup.


Gaffin yang menyadari kegugupan Mawar pun semakin menggoda Mawar "Terus maksudmu kamu mau aku jadikan ibu dari anak-anaku nanti" ujarnya sambil menatap Mawar yang wajahnya kini merona.


"Tapi aku maunya seperti itu, karena biasanya itu akan menjadi kenyataan"


Mawar menelan ludah dengan susah payah, ia merasa jantung mau meledak karena sedari tadi Gaffin terus menggodanya.


"Sudahlah aku mau pulang" Mawar melangkahkan kakinya menuju mobil, namun terhenti karena tangannya di tahan oleh Gaffin.Ia berhenti namun tidak berbalik melihat Gaffin.


"Aku serius dengan ucapanku tadi"


Mawar langsung berbalik mempertanyakan apa yang sedang Gaffin bicarakan.


"Maksud kamu apa" tanyanya bingung, ia merasa jantungnya tiba-tiba berdetak kencang seakan sedang meronta-ronta didalam sana.


"Jadi ibu dari anak-anakku nanti, kau mau kan?" Gaffin terus menatap intens ke arah Mawar.

__ADS_1


Mawar lagi-lagi menelan ludahnya dengan susah payah "apa maksud kamu Gaffin, kamu jangan bercanda ya"


Gaffin memegang kedua bahu Mawar agar berhadapan dengannya "aku serius dan aku tidak bercanda, aku benar-benar menginginkanmu menjadi istriku Mawar" ujar Gaffin bersungguh-sungguh.


Mawar menatap mata Gaffin, namun ia tidak melihat kebohongan disana hanya ada ketulusan.


"Tapi, kenapa harus aku.Masih banyak perempuan lain yang lebih baik dariku.Belum lagi umur kita berbeda jauh.Apa kau tidak malu telah menikahi wanita yang jauh lebih tua dari umurmu"


Gaffin berdecih, ia heran mengapa Mawar berpikiran seperti itu "Ya tuhan Mawar, mengapa kau harus berpikiran seperti itu, cinta tidak memandang apa pun.Baik itu status sosial, asal, ataupun umur.Kalau sudah cinta itu semua tidak penting"


"Apa kau cinta padaku" tanya Mawar, entah mengapa ia tiba-tiba ingin menayakan hal itu pada Gaffin.


"Aku bahkan sudah mencintaimu dari dulu"


"Apa maksudmu, apa kau sudah lama mengenalku?"


"Maksudku aku sudah menyukaimu dari pertemuan pertama kita waktu itu, dan seiring dengan berjalannya waktu tumbuh menjadi rasa cinta" jelas Gaffin tulus dari hatinya.


"Tapi.... tapi apa orang tuamu setuju jika kau menikahi wanita yang jauh lebih tua darimu" Mawar masih ingin memperjelas semuanya.


"Mereka akan setuju dengan semua pilihanku, dan aku pastikan mereka juga malah akan mendukung hubungan kita" Gaffin mencoba menyakinkan Mawar.


"Bagaimana kau begitu yakin, bahkan kau belum mengatakan apa pun pada mereka"


Gaffin menghela nafas benar-benar susah menyainkan wanita yang ada di hadannya kini "Aku yakin Mawar, kenapa kau tidak yakin dengan yang aku ucapkan.Apakah aku pernah berbohong padamu"


Mawatr terdiam, memang selama ini Gaffin tidak pernah membohonginya, tapi tetap saja ini adalah hal baru baginya.Menjalani hubungan sepasang kekasih saja ia tidak pernah dan sekarang malah langsung dilamar oleh pemuda yang jauh dibawa umurnya.


"Kau mau kan Mawar" tanya Gaffin sekali lagi.


Mawar bingung harus menjawab apa, ia belum mengerti dengan perasaanya pada Gaffin, memang selama ia meraskan hal yang berbeda saat bersama pemuda itu, hanya saja ia belum tahu dan ragu mengatakan itu sebagai cinta.


"Aku akan memikirkannya, aku masih butuh waktu untuk mengenali perasaaku sendiri" Mawar bingung harus menjawab apa dan menurutnya jawabannya barusan adalah yang terbaik saat ini.

__ADS_1


Gaffin mengangguk paham, ia tahu Mawar terkejut dengan permitaannya untuk menjadikan pasangan hidupya secara tiba-tiba.Mungkin ia akan memberi waktu pada wanita itu untuk mengenali perasaanya sendiri.


__ADS_2