
Gaffin mengetuk pintu kamar Mawar namun
tidak kunjung dibuka olehnya.
"Mawar, kamu nggak apa-apa kan.Aku minta maaf soal Ayumi tadi, dia memang seperti itu orangnya, aku...aku benar-benar minta maaf" Gaffin bingung harus menjelaskan semuanya pada Mawar.
Ia menyuruh asistennya Harris pergi meminta bantuan pada petugas hotel, tak lama kemudian petugas hotel itu datang dan membuka pintu kamar Mawar. Ia kemudian menyuruh asisten dan petugas hotel itu untuk membiarkannya sendiri menemui Mawar.
Ia menutupa pintu dan mendekati Mawar yang sedang duduk menghadap jendela, ia hanya diam dengan pandangan ke depan yang menyajikan gedung bertingkat di kota Tokyo.Gaffin menghampiri Mawar dan berjongkok di hadapannya sambil menatap mata Mawar yang tidak mau melihatnya.
"Aku minta maaf soal Ayumi tadi, aku tahu kata-katanya tadi tidak sopan padamu.Tapi kau tahu kan dia masih remaja, jadi dia masih labil"
Mawar menghembuskan nafas dan menatap Gaffin "kenapa kau kemari, kekasihmu kan ada di bawa.Jika kau meninggalkannya karena aku nanti dia akan menuduhku lagi menggodamu"
Gaffin tersenyum dia bingung, perempuan di hadapannya ini sebenarnya marah karena Ayumi menghinanya atau melihat kedekatannya bersama Ayumi.
"Aku cinta sama kamu" ucap Gaffin dengan tatapan yang masih terus pada Mawar kemudian mengenggam tangannya.
Mawar susah payah menelan ludah, jantungnya berdebar kencang dan pipinya merona mendengar penuturan Gaffin. Sungguh ini pertama kalinya ada seseorang yang mengungkapakan cinta padanya dan membuatnya ia begitu gugup.Mungkin jika Akmal juga mengungkapakan cinta padanya ia akan merasakan hal yang sama, namun itu hanya impian dimasa lalu.Kini ia tidak berharap jika hal itu terjadi, karena menurutnya hal itu mustahil mengingat Akmal telah menikah dan sangat menyayangi istri dan anaknya.
"Mawar, aku masih menunggu jawabanmu tadi malam.Aku harap nanti jawabannya yang terbaik karena aku tidak tahu harus menunggu berapa lama lagi untuk menunggu jawabanmu dan aku juga bisa menyerah" Gaffin menggenggam erat tangan Mawar.
Apa ia juga sudah bisa mencintai Gaffin dan menerimanya.Apa rasa tidak suka saat Ayumi mendekati Gaffin merupakan tanda jika ia sudah menerima dan mencintai Gaffin, sungguh lagi-lagi ia merasa bingung dengan perasaanya sendiri.
Tak mendapat jawaban apa-apa Gaffin akhirnya memilih pergi meninggalkan Mawar, mungkin ia butuh sendiri pikirnya.
"Aku pergi dulu, jika kau membutuhkanku kamarku berada tepat di sebelahmu" ia kemudian keluar meninggalkan Mawar yang masih bingung dengan perasaannya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
********
Sore harinya mereka pergi mengunjungi rumah om dan tante Gaffin.Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang memyelimuti, Mawar hanya diam menatap jalanan dan Gaffin tidak ingin memulai pembicaraan dan lebih fokus menyetir mobil.
Tak lama mereka sampai ditujuan mereka, seorang wanita paruh baya menyambut mereka bersama denga Ayumi.Ayumi hanya diam saja, ia masih takut jika Gaffin benar-benar melaporkannya pada ayah juga ibunya jika ia bolos sekolah.
"Gaffin kamu apa kabar sayang" sambut wanita itu sambil memeluknya.
"Aku baik tante Lisa, kalau tante sekeluarga gimana?" tanya Gaffin basa basi.
"Bagaimana keadaan kakek kamu" tanya Lisa sambil menuangan teh kepada mereka berdua, mereka kini berada di ruang tamu.
"Sudah agak baikan tante, mom juga sudah kembali ke Indonesia.Hanya daddy ajah yang masih disana karena masih ada urusan" jelas Gaffin.
"Maaf ya om kamu belum datang, masih ada pekerjaan di kantornya.Jadi nggak bisa yambut kamu deh"
"Nggak apa-apa tante, ngomong-ngomong tante kapan ke Indonesia lagi, kata mom dia kangen bertemu adiknya"
Lisa menghembuskan nafas "bilang sama mom-mu, tante belum bisa balik dulu.Nanti deh tante pulang sekalian bawa semua keluarga, biasanya kan tente kalau pulang kampung hanya sama Ayumi nggak pernah sama suami tante"
"Iya tante" Gaffin mengangguk paham.
"Wanita yang bersamamu ini siapa?" tanya Lisa sambil menatap Mawar yang tampak terseyum malu-malu.
__ADS_1
Gaffin tersenyum dan menoleh pada Mawar, ia kemudian merangkulnya sambil mengatakan "namanya Mawar tante, doa'in aja tante supaya dia mau jadi calon istri Gaffin"
Wajah Mawar langsung merah merona mendengat perkataan Gaffin dan memukul lengannya pelan dan Gaffin malah menghadiahi cubitan dipipinya.
Lisa yang melihat interaksi dua anak muda didepannya itu hanya tersenyum penuh arti "Gaffin itu orangnya baik loh Mawar, cuma mantanya banyak" Lisa cekikikan saat melihat ekspresi Gaffin yang berubah masam.
"Tante ngomong apaan sih, kamu jangan percaya Mawar, tanteku cuma bercanda" melihat Gaffin yang gelagapan membuat Mawar hanya tersenyum.
"Tante nggak bercanda, beberapa kali ada gadis datang kesini dan mencarimu, yang paling sering kesini itu namanya Yuki Kiyomi orangnya cantik banget" ujar Lisa yang entah mengapa membuat hati Mawar panas dan menatap tajam ke arah Gaffin yang hanya menggarukan kepalanya yang tidak gatal.
"Dia memang...ehmm pacar aku, tapi....tapi itu dulu waktu aku sekolah disini dan kami nggak ada hubungan lagi kok sekarang. Kamu percaya kan sama aku" Gaffin takut-takut menjelaskannya karena mendapat tatapan tajam dari Mawar.Sedangkan Lisa tambah cekikikan melihat Gaffin untuk pertama kali gelagapan karena wanita. Setahunya Gaffin tidak peduli jika ia ketahuan mempunyai cewek lain saat ia masih menjalani hubungan.Tapi sepertnya wanita yang kini bersama Gaffin saat ini mampu membuat Gaffin tidak bisa berpaling ke wanita lain dan Gaffin juga sangat takut kehilangannya. Lisa ikut bahagia mengetahui semua itu.
Cukup lama mereka berbincang dan akhirnya mereka pamit pulang karena hari sudah malam dan mereka juga harus beristirahat karena untuk menempuh perjalanan jauh besok pagi ke Miyazaki.
Ayumi tidak ikut mengantar pulang karena ia ada dalam kamar dan ayahnya juga belum pulang sehingga hanya Lisa yang mengantar mereka ke depan.
"Kalau gitu Gaffin pamit ya tante, salam sama om Kazuo"
"Iya nanti tante sampaikan hati-hati"
"Mawar pamit tante" ujar Mawar.
"Iya sayang, kamu juga hati-hati ya"
Saat Gaffin dan Mawar hendak masuk ke dalam mobil seseorang memanggil Gaffin, sehingga Mawar dan Lisa ikut menoleh ke arah sumber suara.Gaffin yang hendak masuk ke dalam mobil mengurungkan niatnya dan menyuruh Mawar masuk lebih dulu.Mawar hanya mengikuti apa kata Gaffin dan masuk ke dalam mobil.
"Yuki" Gaffin menatap gadis yang kini berada di depannya dengan nafas gos-ngosan, rupanya ia habis lari.
Dan tanpa basa basi gadis itu langsung memeluknya erat, Gaffin yang menerima serangan mendadak gadis itu tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegahnya, ia tidak menyangka jika Yuki akan memeluknya. Mawar yang melihat itu hanya dapat membuang muka tak sanggup melihat peristiwa yang terjadi.Ia masih sempat mendengar saat Gaffin menyebut nama gadis itu yang ia ketahui sebagai pacar Gaffin saat ia masih menetap di Jepang.
Hatinya tiba-tiba merasa sakit dan sesak membuatnya tak tahan untuk mengeluarkan air mata.Apakah ia cemburu dan apakah ia sudah menerima dan mencintai Gaffin tanyanya pada dirinya sendiri.
"Aku sayang sama kamu" lirihnya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari seseorang yang berada di balik jendela tersenyum senang karena rencana berhasil.