Mawar

Mawar
episode 35


__ADS_3

Keesokan harinya Gaffin dan Mawar menuju Miyazaki, butuh sekitar dua jam untuk sampai di bandar udara Miyazaki. Iklim di sana sedang dan hangat membuat Mawar merasa nyaman.Mereka menuju hotel yang telah dipesan oleh Harris sebelum mereka ke Miyazaki.Mereka merebahkan diri di atas kasur sambil menutup mata, cukup lelah juga melakukan perjalanan udara selama dua jam dan melanjutkan dengan perjalanan darat menuju hotel tempat mereka menginap selama mereka di Miyazaki.Harris sudah memesan hotel untuk mereka sebelum mereka tiba.


Mereka langsung merebahkan diri, mereka ingin beristirahat untuk besok mulai mencari keberadaan mama Mawar.


"Aku tidak sabar ingin cepat bertemu dengan mama" ujar Mawar dengan mata terpejam.


Gaffin yang mendengar perkataan Mawar membuka matanya yang semula ia pejamkan dan mengubah posisinya menghadap Mawar yang masih setia memejamkan matanya "kau tenang saja, aku sudah menyuruh Harris untuk mencari mamamu sebelum kita ke sini, jadi kita tidak membutahkan waktu yang lama untuk mencari mamamu"


Mawar yang mendengar itu terkejut, sungguh ia tidak menyangkah bahwa Gaffin akan melakukan hal sejauh itu untuk membantunya, ia baru merencanakan mencari mamanya tapi Gaffin sudah memulai semuanya, iya sungguh-sungguh senang dan sangat berterima kasih atas semua yang Gaffin lakukan untuk membatunya selama ini.


Mawar mengubah posisinya menghadap Gaffin "terimah kasih banyak Gaffin, aku sudah tidak tahu harus membalas dengan apa" ujarnya tulus.


Gaffin mengelus lembut pipi Mawar denga senyum tulus yang tersunging dibibirnya "tidak perlu berterima kasih, itu sudah menjadi tugasku membantu calon istriku untuk mencari calon ibu mertuaku" ujarnya.


Mawar merona saat mendengar Gaffin mengatakan hal itu, ia masih belum terbiasa dengan statusnya saat ini sebagai calon istri dari Gaffin.


Ia kemudian tersenyum dan memeluk Gaffin erat.

__ADS_1


.


.


.


.


.


*******


"Gaffin kau tahu tempat wisata terkenal di Miyazaki" tanya Mawar yang masih fokus pada ponsel miliknya, ia sedang mencari informasi tentang wisata-wisata terkenal yang ada Miyazaki, ia bertanya pada Gaffin terlebih dahulu karena ia pernah tinggal di Jepang.


Setelah menunggu beberapa saat ia tidak mendapat jawaban dari Gaffin dan saat ia melihatnya ternyata ia sudah tertidur. Sepertinya ia lelah batinya. Semenjak kejadian Mawar dan Gaffin berpelukan, Gaffin mendapat kabar dari Harris bahwa proyeknya dengan om Mawar sedikit terkendala, jadi dia seharian penuh bekerja menghadap leptop untuk mengurusi semuanya.


Mawar mendekatinya dan memakaikan selimut hingga mencapai lehernya.Ia merasa heran dengan keringat yang mengucur di dahi Gaffin kerena suhu di kamar itu cukup dingin.

__ADS_1


Dan semakin membuatnya heran saat Gaffin malah terisak yang mengingatkannya pada kejadian saat mereka pergi meninjau proyek kerja sama mereka beberapa waktu lalu.Apa ia mimpi buruk lagi, tapi mimpi buruk apa yang membuat Gaffin sampai terisak seperti itu batin Mawar bertanya-tanya.


Ia bersiap membangunkan Gaffin."Mario" ujar Gaffin dalam mimpinya membuat Mawar menghentikan niatnya, apa yang ia katakan tadi 'Mario' batin Mawar kembali bertanya.


"Gaffin" panggil Mawar, ia harus membangunkan Gaffin jika ia ingin tahu semuanya.


"Gaffin bagun" panggilnya lagi karena Gaffin tak kunjung bangun dari tidurnya dan kali ini Gaffin berhasil ia bangunkan.


Gaffin membuka mata dan menemukan Mawar yang kini menatapnya dengan khawatir.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Mawar.


Gaffin langsung mendudukan dirinya dan menatap Mawar "aku baik-baik saja Mawar, kau tidak perlu khawatir" ujar Gaffin berharap Mawar tidak lagi mengkhawatirkannya lagi.


Mawar memegang tangan Gaffin lembut "kau sebenarnya bermimpi apa Gaffin, apa mimpimu seburuk itu hingga kau terisak dalam tidurmu" tanya Mawar.


"Aku tidak apa-apa Mawar, itu hanya mimpi buruk biasa.Kau tidak perlu khawatir, kau tenang saja" Gaffin menyakinkan Mawar bahwa ia baik-baik saja.

__ADS_1


"Tapi ini kedua kalinya aku melihatmu tertidur sambil terisak, aku jadi penasaran kamu mimpi apa sebenarnya sehingga ekspresimu begitu ketakutan dan tadi kau memanggil nama Mario, siapa Mario?" tanya Mawar memastikan karena bukan hanya anak ia temukan bertahun-tahun lalu yang memiliki nama Mario.Banyak orang yang memiliki nama tersebut bukan? dan mungkin salah satunya Mario yang di panggil Gaffin barusan dalam mimpinya.


Gaffin tertegun mendengar pertanyaan Mawar padanya, ia bingung harus menjawab apa.


__ADS_2