
Mawar langsung melompat dari pangkuan Gaffin saat melihat mamanya dan ia benar-benar malu sekarang, sedangkan Gaffi tiba-tiba berteriak.
"Masa depan aku" teriaknya kesakitan sambil memegang adiknya.Ternyata saat Mawar melompat dari pangkuan Gaffin, Mawar tidak sengaja menekan adiknya.
"Maaf aku nggak sengaja" ujar Mawar panik melihat Gaffin yang begitu kesakitan.
"Kamu nggak apa-apa Gaffin" tanya Hanako yang ikut panik.
"Aku nggak apa-apa kok, lain kali kalau mau turun nggak usah loncat.Lihat adik aku jadi korbannya" ujar Gaffin masih menahan sakit.
"Maaf tadi itu aku kaget karena mama tiba-tiba muncul dan juga ini salah kamu yang dudukin aku di pangkuan kamu" jelas Mawar yang tidak mau disalahkan sepenuhnya.
"Terus ini salah mama karena udah gangguin kalian"
"Bukan itu ma, aku cuma malu aja"
"Kalau seperti itu, kalian secepatnya menikah supaya kamu tidak malu lagi" ujar Hanako.
"Tenang ajah ma, setelah pulang dari sini aku bakalan lamar Mawar secara resmi dan mama akan ikut pulang ke Indonesia" sahut Gaffin yang sudah merasa baikan.
"Ya sudah sekarang Hima kamu bantuin mama selesain masakan mama" ucap Hanako lalu melangkah menuju dapur.
Mawar langsung pergi meninggalkan Gaffin dan mengekori mamanya ke dapur.
Gaffin memutuskan menunggu Mawar dan mamanya selesai memasak sambil memerikasa ponselnya apakah ada pesan yang di kirim oleh pak Harris ataupun dari keluarganya.
.
.
.
.
*******
"Kamu udah yakin dengan pilihan kamu?, apa hati kamu udah yakin dan siap menikah dengan Gaffin?" tanya Hanako yang sedari tadi menanyakan kesiapan putrinya itu yang akhirnya akan membina rumah tangga.Ia hanya tidak ingin rumah tangga putrinya itu nanti berakhir seperti papa dan mamanya. Mereka sekarang sedang memasak makanan kesukaan Mawar. Makanan kesukaan Mawar ya masakan Indonesia.Hanako bisa memasak masakan Indonesia karena selama masih bersama dengan mantan suaminya dulu, ia sering meminta di ajari memasak makanan Indonesia pada asisten rumah tangganya. Dulu juga ia sering membuatkan Mawar masakan kesukaanya.
__ADS_1
"Iya ma, aku yakin" jawab Mawar yakin.
"Mama hanya ingin kalian saling percaya dan terbuka saat kalian sudah menjadi sepasang suami istri nanti.Kalian tidak boleh egois satu sama lain dan menghadapi masalah bersama-sama.Kalian harus saling mendukung dan jangan saling menyalahkan. Jika suatu saat kalian bertengkar, kalian jangan sampai saling membenci atau menyalahkan dan lebih parah kalian jangan sampai berpisah, karena jika kalian nanti punya anak bukan hanya kalian yang tersakiti, tapi lebih sakit adalah yang dirasakan anak kalian. Mama bicara seperti ini, karena mama tidak ingin rumah tangga kalian nanti berakhir perpisahan seperti yang di alami papa dan mama sayang" ujar Hanako menasehati.
"Iya ma, Mawar akan selalu ingat pesan mama" jawab Mawar.
Tanpa mereka sadari ternyata Gaffin mendengar percakapan mereka, tadi saat mengecek ponselnya yang ternyata tidak menerima pesan dari siapa pun, ia merasa bosan dan menyusul Mawar ke dapur.Saat ia akan menyapa Mawar ia pun mendengar percakapan mereka dan ia pun berjanji akan selalu mengingat nasihat dari calon mama mertuanya itu. Ia ingin seperti daddy dan mom-nya yang selalu bersama baik suka maupun duka.
Tak ingin menganggu percakapan ibu dan anak itu, Gaffin memutuskan kembali ketempatnya semula.Sepertinya mereka perlu waktu bersama karena mereka baru bertemu kembali pikirnya.
Tak lama makanan yang dimasak Mawar dan mamanya sudah siap, Mawar pergi memanggil Gaffin dan mereka makan bersama.Mereka makan sambil diiringi obrolan-obrolan ringan seputar pekerjaan Gaffin dan Mawar serta rencana pernikahan mereka nanti.
Setelah selesai makan Mawar membantu mamanya membereskan semua piring dan mencucinya.Sedangkan Gaffin kembali ke ruang tamu.
Gaffin memejamkan mata sambil duduk, ia merasa sedikit mengantuk setelah makan makanan cukup banyak karena calon mama mertuanya itu selalu menyuruhnya menambah makanannya, alhasil sekarang ia kekenyangan dan merasa sedikit mengantuk.
Ia membuka mata saat merasakan seseorang duduk di sampingnya, ia membuka mata dan mendapati Mawar yang tengah menatapnya sambil tersenyum.
"Kamu ngantuk?" tanya Mawar yang melihat Gaffin yang sempat menutup mata.
"Sedikit, tapi itu langsung hilang saat aku melihat senyummu"
Gaffin menghembuskan nafas "aku tidak menggombal, tapi ngantuk aku benar-benar hilang saat melihat senyummu"
"Terserah kamu deh, kata mama kamar kamu di situ" Mawar menunjuk salah satu kamar yang tidak jauh dari tempat mereka, Gaffin pun mengikuti arah tunjuk Mawar dan mengangguk mengerti.
Gaffin menatap Mawar dan bertanya "terus teman aku siapa"
Mawar mengkerutkan dahi bingung sekaligus heran dengan pertanyaan Gaffin.
"Ya sendiri lah, kau kan sudah besar" ujar Mawar.
"Temani aku ya" ucap Gaffin manja dengan wajah yang di imut-imutkan.
"Ihhh nggak cocok tahu" sahut Mawar yang justru merasa jijik dengan Gaffin." Lagi pula aku mau tidur sama mama, aku udah lama banget nggak tidur bareng mama"
"Aku ikut tidur bareng kalian ya"
__ADS_1
Mendengar itu Mawar langsung memukul lengan Gaffin yang menurutnya tidak tahu malu, masa ia tidur bareng mereka.
"Aku bercanda" ujat Gaffin mengelus-ngelus lengannya yang sebenarnya tidak sakit karena Mawar tidak memukulnya kencang.
"Tapi bercanda kamu itu tidak lucu" kesal Mawar.
"Iya...iya maaf"
.
.
.
.
.
******
Seperti yang dikatakan Mawar bahwa ia akan tidur bersama mamanya dan Gaffin tidur di kamar lain.Mawar sangat senang karena dapat menikmati waktu bersama wanita yang paling ia cintai yaitu mamanya. Ia banyak bercerita tentang kehidupannya pada mamanya dan mamanya dengan setia mendengar semua cerita dan keluh kesahnya. Mamanya juga ikut bercerita tentang masa mudanya, hingga saking menikmati cerita mamanya yang bagaikan dongeng pengantar tidur sampai-sampai membuatnya tertidur. Hanako yang melihat anaknya telah tidur pun ikut menyusulnya ke alam mimpi.
Mawar terbangun di tengah malam kerena kehausan, ia melihat di atas nakas tapi tidak ada air di sana.Ia akhirnya bangun dan memutuskan ke dapur untuk minum. Ia sebenarnya takut pergi sendiri tapi ia tidak tega membangunkan mamanya yang tengah tertidur lelap, sehingga ia memutuskan pergi sendiri.
Saat ia berjalan menuju dapur, terdengar sesuatu dari arah dapur. Membuatnya memelankan langkah.Ia bergerak diam-diam menuju dapur dan terdegar suara itu semakin jelas sehingga membuat jantungnya berdetak kencang karena takut.
Saat ia sampai ia melihat seseorang yang tengah sibuk membuat sesuatu.Ia awalnya berpikir itu hantu atau pencuri, tapi setelah ia pikir-pikir mungkin itu Gaffin.
Ia mendekatinya dengan pelan hingga tidak dapat terdegar siapa pun, ia langsung menepuk pundak Gaffin dan ia langsung berteriak kaget.Bahkan ia sudah setengah melompat membuat Mawar tertawa.
Gaffin langsung menyalakan lampu dapur yang memang sengaja tidak ia nyalakan.
"Mawar, kamu buat kaget saja.Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Gaffin.
"Aku haus, jadi aku mau minum" Mawar menuangkan air di gelas dan langsung meminumnya."kau sendiri" tanya Mawar balik pada Gaffin setelah minum.
"Aku sedang membuat kopi, aku ada pekerjaan yang harus dikerjakan malam ini"
__ADS_1
"Ohh, ya sudah aku tidur dulu" ujar Mawar dan langsung melangkah meninggalkan Gaffin.
Gaffin hanya menggelengkan kepala, ia benar-benar merasa jantungnya hampir copot dari tempatnya karena Mawar yang mengagetkannya.