Mawar

Mawar
episode 36


__ADS_3

"Kau sebaiknya kembali ke kamarmu untuk istrahat, besok kita harus mencari alamat mamamu" Gaffin mengalihkan pembicaraan tak ingin menjawab pertanyaan dari Mawar.


"Aku tanya kau punya kenalan bernama Mario" tanya Mawar belum menyerah.


"Iya, dan dia temanku saat di Jepang.Jadi sebaiknya kau istirahat agar besok kau tidak terlalu lelah" Gaffin tak ingin Mawar menanyainya terlalu jauh.


"Baiklah aku akan kembali ke kamarku, tapi kau benar-benar baik-baik saja kan?" tanya Mawar memastikan.


Gaffin mengangguk menyakinkan "iya kau tenang saja"


"Baiklah, kau istrahat dengan tenang ya" Mawar beranjak dari kamar Gaffin, namun tangannya di tahan oleh Gaffin.


"Ada apa?" tanya Mawar bingung.


"Apa kau tidak ingin menciumku sebelum tidur" godanya.


Mawar mengkerutkan dahi "kau seperti anak kecil saja, kau itu sudah besar"

__ADS_1


"Ya sudah temani aku tidur disini ajah" Gaffin menepuk tempat kosong yang ada disampingnya.


"Tadi kau menyuruhku pergi ke kamarku dan sekarang kau menghentikanku, mau kamu apa sih?" Mawar jadi kesal dengan tingkah Gaffin yang menurutnya plin plan.


"Aku hanya ingin kau menciumku sebelum tidur, apa susahnya sih?.Jika kau melakukannya sedari tadi kau mungkin sekarang sudah kembali ke kamarmu" ujar Gaffin tanpa dosa.


Mawar merasa kesal sekaligus malu, ia kesal dengan Gaffin yang tidak mau kalah dan ia malu karena masa ia harus mencium Gaffin, sungguh ia benar-benar malu.


Ia akhirnya mengalah dari pada harus berdebat dengan Gaffin yang akan membuat


dirinya makin lama berada di kamar Gaffin sedangkan ia harus segera istirahat untuk rencana mereka besok.


cup


ia mencium kening Gaffin dan dengan cepat menjauhkan wajahnya.


"Su...sudah kan" ujarnya gugup kerena malu bahkan mukanya sudah merah padam saking malunya, karena ini pertama kalinya ia mencium seorang lelaki."ka....kalau begitu aku kembali ke kamarku dulu" Mawar bersiap berbalik ingin kembali ke kamarnya namun terhenti karena Gaffin kembali menahannya.

__ADS_1


"Ya tuhan Gaffin, mau kamu apa sih?. Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan" Mawar kesal karena Gaffin yang masih tidak mau melepaskannya.Saat ini ia benar-benar malu dan ingin segera berlalu dari situ karena mencium Gaffin.


Gaffin bangun dari ranjang dan berdiri di hadapan Mawar yang tingginya hanya mencapai bahunya.Ia tersenyum sambil mengacak lembut rambut Mawar dan semakin membuat jantung Mawar berdetak lebih kencang dari sebelumnya.


"Masa hanya kamu yang mencium aku, aku juga dong biar adil"


Mawar menelan ludah, sungguh ia tidak terbiasa dengan situasi yang menurutnya terlalu romantis "tidak perlu, aku bisa tidur kok tanpa di cium terlebih dahulu" tolaknya.


"Tapi aku tidak bisa tidur dengan tenang jika belum menciummu" Gaffin mengelus pipi Mawar yang halus.


"Eemmm tapi..tapi biasanya kamu tidak melakukan itu"


"Makanya dari sekarang harus kita mulai terbiasa, karena jika nanti kau menjadi istriku, itu sudah menjadi hal wajib kita lakukan sebelum dan sesudah bangun tidur"


Mawar menarik nafas dalam untuk kembali menormalkan kembali.Saat ia benar-benar gugup dan kehilangan kata-kata untuk membalas perkataan Gaffin.


"Hey, kenapa wajahmu merah?" tanya Gaffin sok polos, padahal ia tahu betul mengapa wajah Mawar dari tadi memerah.

__ADS_1


"Ti..tidak apa-apa, sekarang cepatlah lakukan apa yang inginkan.Katamu kita harus segera istrahat untuk besok".


"Maunya di kening atau di bibir" tanya Gaffin menggoda Mawar yang kini wajahnya tambah memerah karena ulahnya


__ADS_2