Mawar

Mawar
episode 27


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Mawar dan Gaffin ke Jepang.Setelah meminta ijin pada papanya tentang ke pergiannya ke Jepang karena urusan pekerjaan.Walaupun ia telah diinjinkan, Mawar harus berdebat dengan papanya sebelumnya.Dengan melakukuan segala cara untuk menyakinkan sang papa, akhirnya ia diijinkan.


"Sepertinya kau sangat bahagia" Gaffin melihat wajah Mawar yang ceria, bahkan bibirnya tak henti menyunggingkan senyum.


Mawar mengangguk "tentu saja, setelah sekian lama aku akan bertemu ibuku, aku sungguh tidak sabar ingin bertemu dengannya dan aku sangat merindukannya" dapat Gaffin lihat antusias yang tergambar diwajah Mawar, sepertinya ia tidak salah mengajak Mawar ikut bersamanya ke Jepang.


"Terima kasih banyak, kau mau membantuku mencari mamaku" ucapnya tulus.


"Sama-sama, tapi ngomong dimana tepatnya mamamu tinggal"


"Kata tante Zara, mama tinggal di Kota Miyazaki dan ini alamatnya" Mawar memberikan kertas yang berisi alamat mamanya yang ia tulis setelah menghubungi tantenya dan maminta alamat mamanya. Tantenya memang pernah ke Jepang dan bertemu mamanya.Ia ingin ikut saat itu, tapi lagi-lagi papanya melarangnya pergi.


"Jauh juga"


"Memangnya kau pernah kesana"


"Aku menghabiskan masa sma-ku di sana, dan jarak dari Tokyo ke Miyazaki itu kurang lebih seribu kilo meter dan menghabiskan waktu kurang lebih dua jam menggunakana pesawat menuju kesana" jelas Gaffin yang membuat Mawar terkejut.


"Benarkah sejauh itu"


"Iya, tapi kau tenang saja aku akan tetap membantumu"


"Terima kasih, kau benar-benar baik.Apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikannmu"


"Nanti saja, kau sebaiknya istrahat perjalanan kita masih panjang"


"Baiklah" Mawar mengangguk patuh.


Baru saja Mawar tertidur, Gaffin sudah membangunkannya.


"Kau baru tidur" tanya Gaffin.


"Iya, ada apa kita sudah sampai?" tanyanya dengan suara parau dan mata yang ia paksa terbuka. Sebelumnya ia tidak bisa tidur karena memikirkan jantungnya tiba-tiba deg-degan dengan sikap Gaffin yang sangat baik padanya.Dan ia baru tertidur sekitar satu jam lalu saat ia sudah benar-benar lelah dan mengantuk.


"Aku kan sudah menyuruhmu istrahat, bahkan aku sudah memberikan tempat tidurku agar kau istrahat, tapi malah baru sebentar kau istrahat"


"Aku tidak bisa tidur" ujarnya.


"Kenapa" tanya Gaffin sambil menatapnya.

__ADS_1


Mawar langsung merasakan wajahnya memanas, masa Mawar harus bilang kalau dialah alasan mengapa ia tidak bisa tidur.


"Kenapa wajahmu merah, apa karena kau memikirkanku sehingga kau tidak bisa tidur" tebak Gaffin dan itu tepat sekali.


"E..enak saja, memang siapa kamu sehingga aku harus memikirkanmu.Aku hanya tidak sabar ingin bertemu dengan mamaku" sangkalnya.


"Ya sudah, Ayo turun"


Mereka kemudian turun dan sudah ada mobil yang datang menjemput mereka.Mereka sampai pada malam hari.


Selama perjalanan ke hotel Mawar hanya tidur karena masih mengantuk, Gaffin hanya tersenyum melihat wajah polos Mawar saat tidur.Mobil akhirnya tiba dihotel dan Gaffin tidak tega membangunkan Mawar yang sangat lelap tidurnya.Ia berniat mengendongnya, namun sebelum niatnya itu terlaksana Mawar malah terbangun.


"Apa yang kau lakukan" tanya Mawar kaget saat mendapatkan Gaffin yang begitu dekat jaraknya dengannya.Dan apa ini, jantungnya berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya.


Gaffin menjauhkan tubuhnya dari Mawar "aku hanya ingin mengendongmu, aku tidak tega membangunkanmu.Sepertinya kamu sangat kelelahan"


"Ti..tidak perlu, sekarang aku sudah bangun"


"Yakin" tanya Gaffin, pasalnya ia melihat Mawar yang masih benar-benar mengantuk.


Mawar hanya mengangguk lemah, jujur saat ini ia sangat mengantuk dan yang ia inginkan sekarang adalah berbaring ditempt tidur.


Gaffin menuntunnya keluar dari mobil dan menggandeng tangannya.Mawar tidak memperdulikan itu karena sekarang ia benar-benar mengantuk dan tidak ingin berdebat dengan Gaffin.


Mereka menaiki lift untuk menuju kamar mereka.Dan barang-barang mereka sudah dibawa oleh pelayan hotel itu dan menyimpannya di kamar mereka masing-masing.


Sesampainya didepan kamar Gaffin membuka pintu kamar "oh iya, Mawar..." belum sempat Gaffin menlanjutkan omongannya Mawar sudah masuk didalam kamar dan langsung merebahkan dirinya diatas ranjang, bahkan sepatunya masih melekat dikakinya.


Gaffin hanya menghembuskan nafas dan menggeleng.Ia kemudian duduk disamping Mawar dan melihatnya yang langsung tertidur lelap saat bertemu kasur.Ia tersenyum dan menganggkat kaki Mawar diatas pangkuannya dan membuka sepatu miliknya. Setelah itu ia bergegas keluar menemui sekretarisnya.


********


Mawar membuka matanya, semalam ia benar-benar mengantuk dan lelah sehingga ia langsung tertidur saat ia merebahkan tidurnya di atas tempat tidur.Dan sekarang ia sudah merasa segar kembali.Ia melihat jam diatas nakas yang menunjukan pukul enam lewat.Ia kemudian berbalik dan menemukan seseorang tidur disampingnya dan itu Gaffin.


"Aahhhhh" ia berteriak kaget.


Gaffin membuka matanya "ada apa sih, masih pagi sudah teriak-teriak" ujarnya dengan suara parau khas orang bangun tidur.


"Kenapa kau tidur dikamarku?"

__ADS_1


"Ini kamarku, kamarmu ada disebelah.Siapa suruh semalam kau langsung tidur"


"Tapi kenapa kau tidak tidur dikamarku saja dulu, kenapa harus disini" ujarnya kesal.


"Terserah aku ini kan kamar yang aku pesan"


"ihh nyebelin" ia memukul Gaffin dengan bantal kemudian turun dari ranjang.


Ia keluar dari kamar tersebut meninggalkan Gaffin didalam kamar.Saat ia keluar ia bertemu dengan asisten Gaffin.


"Nona anda sudah bangun"


"Iya, oh iya pak Harris.Sebelah mana kamarku"


"Tepat depan anda nona" Harris menunjuk kamar yang ada dihadapan Mawar.Kamar yang bersebelahan langsung dengan kamar Gaffin.


"Terima kasih, oh iya pak Harris panggil Mawar saja.Tidak usah pakai nona bila diluar pekerjaan"


"Tapi.."


"Kumohon pak"


"baiklah" sahut Harris tersenyum, teringat pada anak gadisnya.


"Ya sudah pak, aku masuk dulu"


"Iya Mawar"


Harris memperhatikan Mawar yang masuk ke dalam kamarnya.Gadis yang sangat ramah dan baik itulah kesan yang diberikan Mawar padanya.Ia jarang sekali menemukan gadis seperti Mawar. Pantas saja tuannya Gaffin menyukainya tanpa melihat jarak umurnya yang cukup jauh .Tuannya itu walaupun masih muda tapi dapat menilai seorang wanita dari hatinya.Dan ia berharap mereka berdua dapat menjadi pasangan kekasih tanpa harus memandang umur mereka yang berbeda.


******


Hai readers, mampir juga dinovel terbaruku yang berjudul "Cinta di Waktu yang Salah"


Menceritakan tentang wanita yang bernama Ilona Larasati yang mencari pria yang menjadi cinta pertamanya.Sosok lelaki itu mampu membuat jantungnya berdetak dua kali lebih kencang meski hanya mengingat wajah dan menyebut namanya.


Namun, ia datang diwaktu yang tidak tepat. Lelaki itu sudah memiliki dambaan hati. Tapi karena keegoisannya ia melakukan segala cara untuk merebut lelaki itu untuk menjadi miliknya.Bahkan ia tega memisahkan lelaki itu dengan wanita yang ia cintai.


Jangan lupa tinggalkan like dan komen, karena saya masih butuh saran dan kritik dari para readers...

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2