
Di sinilah Mawar, duduk disalah satu bangku yang ada dipinggir pantai.Ia sedang menunggu Anis yang membelikan mereka air kelapa muda.
Tak lama Anis pun datang dengan membawa dua buah kelapa muda ditangannya, ia memberikan satu pada Mawar kemudian duduk disampingnya.
"Segar ya" ujar Mawar setelah meminum air kelapa muda.
"Nggak usah banyak basa basi, jelasin ke aku maksud si Gaffin tadi.Apa maksudnya coba nemanin tidur, kamu memang suka sama yang lebih muda"
Mawar membulatkan mata mendengar pernyataan Anis "Jangan pikir yang macam-macam, aku itu cuma nemanin dia tidur nggak lebih.Dan lagi aku tidak suka dengan pria yang lebih muda dariku"
"Oh benarkah, terus kenapa kau mau menemaninya tidur"
"Itu karena ia punya masalah dan asistennya khawatir karena ia juga minum alkohol yang banyak.Aku cuma membantu asistennya"
"Memang apa masalahnya"
Mawar mengangkat bahu tak tahu "aku tidak tahu dan tidak mau tahu, karena itu bukan urusanku"
"Terus apa yang kalian lakukan selama itu"
"Tidak ada"
"Benarkah" Anis memicingkan mata.
"Benar..." ucapa Mawar terpotong karena ada panggilan telepon.
"Siapa" tanya Anis kepo
"Gaffin"
"hah" Anis kaget.
"biasa ajah, aku angkat telepon dulu dan satu lagi jangan ribut" Mawar kemudian sedikit menjauh dari Anis.
"Mawar" sapa Gaffin di seberang telepon
" Iya, ada apa" tanyanya ketus.
"Jutek amat sih, pantas nggak ada yang mau nikahin.Tapi tenang ajah nanti aku nikahin deh" godanya.
"huuuhh..tidak usah banyak basa basi tuan Osmond, apa yang kau inginkan"
"Sudah kukatakan jangan memanggilku dengan tuan Osmond jika diluar pekerjaan, panggil aku Gaffin ajah" ujarnya dengan nada kesal.
Mawar berdecih pada Gaffin "Terserah kamu, aku tidak perduli"
__ADS_1
"Tapi nanti kau akan perduli"
"Ayolah Gaffin, apa yang kau inginkan, cepat katakan" Mawar kesal dengan Gaffin yang berbasa-basi.
"Temani aku jalan-jalan"
"Ya tuhan Gaffin, aku ini tidak mengenal daerah ini.Apa kau ingin kita tersesat" Mawar tidak menyangka dengan permintaan Gaffin yang menurutnya tidak masuk akal. Bagaimana ia bisa menemaninya jalan-jalan ditempat itu, sedangkan dirinya juga tidak mengenal daerah itu.
"Aku tidak masalah tersesat jika itu bersamamu"
"Katakan maumu atau aku tutup teleponnya" jika karena bukan ia sudah berjanji ia sungguh malas meladeni Gaffin.
"Baiklah, kau tidak usah marah seperti itu. Datang saja ke penginapan nanti aku akan memberi tahu mauku"
Setelah Gaffin mengatakan itu, Mawar langsung memutuskan telepon secara sepihak.Membuat Gaffin diseberang telepon hanya tersenyum.
Anis yang melihat Mawar dengan wajah yang berubah cemberut setelah menerima telepon dari Gaffin jadi penasaran.
"Mawar ada apa, kenapa kau terlihat kesal. Apa semua itu gara-gara Gaffin" tanya Anis beruntun.
Mawar hanya mengangguk, malas menanggapi Anis yang keponya tingkat akut.
Mawar membereskan tasnya dan pamit pada Anis "maaf aku ke penginapan duluan, aku ada urusan"
"Urusan apa"
"Urusan pribadi yang tidak boleh diketahui orang lain, ya sudah kalau gitu aku pergi dulu" Mawar bergegas pergi dan meninggalkan Anis yang bengong melihat kepergian Mawar.
******
Gaffin melihat kedatangan Mawar dan membuat bibirnya tersenyum.
"Ya kau benar-benar merepotkan orang saja tahu" ujar Mawar sambil menundukan dirinya dibangku depan Gaffin sedang duduk.
"Aku hanya menagih janji" jawab Gaffin acuh.
"Memangnya apa yang kau mau" tanya Mawar akhirnya malas berdebat dengan Gaffin.
"Temanin aku disini ajah"
Mawar hanya menurut dan tidak bertanya lagi.
Mereka hanya terdiam untuk beberapa lama, Mawar yang merasa bosan akhirnya membuka suara "kalau nggak ada yang penting lebih baik aku balik ke kamar aja ya"
"Kamu sudah janji akan menuruti semua yang aku inginkan bukan, apa kau ingin melanggarnya"
__ADS_1
"Baiklah, tapi jangan hanya diam seperti ini. Aku merasa seperti orang bodoh tahu" ujar Mawar kesal.
"Kau bilang kan akan mengabulakan semua keinginanku jika kau dan aku masih berada di sini"
"Iya, aku akan melakukan semua yang kau inginkan selama kau dan aku ada disini" Mawar mengangguk mengiyakan.
"Aku hanya satu permintaan dan kau tidak boleh menolak, karena kau sudah berjanji sebelumnya" peringat Gaffin sekali lagi.
"Iya....aku akan menepati janjiku disini"
"Kau yakin" tanya Gaffin lagi, membuat Mawar mulai kesal.
"Iya Gaffin aku sangat yakin.Kenapa kau bertanya seperti itu"
"Aku takutnya kamu menolak dan melanggar janji yang telah kau ucapkan sendiri"
"Aku sangat yakin Gaffin, dan ingat aku tidak akan melanggar janji yang sudah aku katakan sendiri.Aku akan menepatinya apa pun itu" ujarnya kesal.
"Baiklah kalau begitu, aku sudah bilang dari awal aku hanya meminta satu permintaan terakhir dan aku tidak menerima penolakan" Gaffin memperjelas pernyataannya dan Mawar hanya mengangguk malas.Gaffin sedari tadi hanya berputar-putar dalam pembicaraannya membuatnya jenggah.
"Aku ingin kau ikut aku ke Jepang, setelah pulang dari tempat ini" ujar Gaffin sambil melihat ekspresi apa yang akan Mawar keluarkan.
Mawar tidak mengeluarkan ekspresi apa pun, ia tidak tahu harus bersikap apa.Ia sangat kesal dengan permintaan Gaffin yang menurutnya tidak masuk akal.Namun, jauh didalam hatinya ia merasa senang, karena itu berarti ia punya kesempatan bertemu dengan mamanya.Wanita yang sangat ia rindukan. Selama ini ia ingin ke Jepang mencari mamanya, tapi papanya selalu melarangnya. Dan ini adalah kesempatannya, dengan alasan pekerjaan karena ia pergi bersama Gaffin rekan kerja omnya.
"Bagaimana kau mau kan" tanya Gaffin yang melihat Mawar tanpa mengeluarkan espresi apa pun dan malah bengong dan membuatnya menebak-nebak jawaban dari Mawar.
"Baiklah, aku mau" setelah cukup lama diam Mawar akhirya menjawab pertanyaan Gaffin.
Gaffin tersenyum senang karena Mawar mau pergi dengannya.Ia memang ada urusan di Jepang dengan salah satu koleganya, hanya saja ia masih merindukan Mawar dan dengan membawa bersamanya ia bisa melihat setiap saat dan ia juga bisa mencegah Ivander mendekatinya.
Mawar menatap Gaffin lekat "tapi aku ada satu permintaan"
"Permintaan, apa maksudmu.Di sini kan kamu yang berjanji" ujar Gaffin tidak terima.
"Ayolah Gaffin, hanya kau yang bisa membantu saat ini" ujarnya penuh permohonan.
Gaffin jadi penasaran permintaan apa yang ingin Mawar katakan sehingga membuatnya memohon seperti itu. Dan apa tadi, hanya dia yang dapat membantunya.
"Baiklah, tapi jangan merepotkan"
Mawar kembali menatap Gaffin lebih dalam "bantu aku mencari tempat tinggal mamaku" ujarnya lirih, entalah Mawar juga tidak mengerti.Setiap kali mengingat tentang mamanya itu ia selalu merasa sedih.
"Memangnya apa yang terjadi, sehingga kau tidak dapat bertemu dengan mamamu dan bahkan kau tidak tahu dimana tepatnya ia tinggal"
Mawar menarik nafas, tidak ada salahnya menceritakan sedikit masa kelamnya dimasa lalu "Setelah mama dan papa bercerai, aku tidak pernah lagi bertemu dengan mama. Aku pernah berencana ke Jepang untuk mencarinya, hanya saja papa melarangku"
__ADS_1
Gaffin menatap mata Mawar yang berubah jadi sendu "baiklah, setelah urusanku disana selesai aku akan membantumu" mungkin dengan membantunya ia akan membuatnya senang dan membuatnya semakin dekat dengan dirinya.
Mawar tersenyum hangat padanya "terimah kasih banyak" ucapnya tulus.